.

24 November 2007

Laut-an sampah


LAUT adalah tempat yang menjadi favorit mama. Bukan saja karena birunya air dan hembusan angin yang selalu menyertai, laut juga menghadirkan pesona alam yang luar biasa. Saat sunset atau sunrise, air memancarkan kilauan cahaya warna keemasan. Dan kala bulan bercengkrama di angkasa, laut berubah jadi kilauan cahaya berwarna perak yang memikat.
Itulah kenapa mama selalu betah menghabiskan waktu memandang laut sambil menikmati irama deburan ombak yang perkasa.
Tapi betapa terkejutnya mama waktu melihat laut Kepri yang seharusnya memancarkan pesona nan elok tapi justru menjadi laut-an sampah. Beberapa bibir pantai di sudut kota bertebaran sampah yang sungguh menyedihkan. Bahkan, di samping kantor pejabat pemerintah yang semestinya menjadi taman yang elok dan sedap dipandang saat ada tamu bertandang, justru menjadi "tempat" sampah yang datangnya dari antah berantah...

13 November 2007

Black Bukan Lagi Idola


Black adalah meong kesayangan echa.... meski sebenarnya kucing "liar" itu berisik banget (apalagi kalo perutnya keroncongan)...tapi karena keiklhasannya nemenin dan menghibur echa akhirnya si hitam kucel itu diterima juga di rumah qta....
Padahal ampuun deh, mama paling ogah ama yang namanya pelihara meong...
Cuma karena black selalu saja bisa bikin echa ngakak saking girangnya main ama Black akhirnya kucing nyasar itu diterima dengan lebih baik...
Bukan hanya karena bikin girang echa, Black juga sering pasrah dan nrimo waktu dikerjain ama echa... Mulai keisengan echa duduk di atas badan black waktu black lagi asik2nya bobok siang, dikasih bedak, dipaksa makan tulang, dan terakhir dicat pake cat tembok yang kelupaan dirapikan ama papa... (waduuh... kasian amat nasib si black)....
Belum lagi kalo "penyakit" usil echa kumat...echa paling demen bikin black mengeong kegelian... itu karena echa suka gelitikin kuping black niruin kalo mama gelitikin echa... hihihi... ada-ada aja...
Meski lebih banyak jahilnya, kadang2 kalo echa lagi keluar sifat baiknya, black dipijitin loh.... Meskipun black kayaknya kesakitan, tapi black bisa merem melek juga tuh...
Tapi, sekarang ini black jadi musuh bebuyutan di rumah qta... Loh kenapa? Gini ceritanya....
Waktu black lagi asik bobok siang di atas kursi... mama, ante ama echa maen ke rumah sebelah. Karena takut ada ayam masuk, pintunya ditutup ama mama... eh... pulang2 kamar echa udah beraroma yang sangat2 tidak sehat untuk indera penciuman qta... Tak tahunya si black udah setor "kiriman" di atas bedcover ama bantal love kesayangan mama....
Saking enggak harumnya, mama ama ante ade ampe muntah2...hoek...hoek....hoek....
Waktu ingat perbuatan black... ya tahu deh apa yang terjadi... langsung aja black diusir dari dalam rumah dan pintu rumah dikasih plang bertuliskan Daerah Terlarang untuk Black..... Get Out You Black.....
Nah, bermula dari peristiwa itu, tak ada lagi temen maen echa... (benernya kasihan juga sih echa...) Tapi tiada maaf untuk black... karena ini kali kedua si hitam kucel itu melakukan kesalahan. Yang pertama waktu kami baru pulang piknik dari pantai Melur. Berhubung lupa ngeluarin black dari dalam rumah (akibat buru2) ya pulang2.. aromatherapi dalam rumah berubah jadi Smell like ten hell... hihihi...ughhh... capek2 disuguhi aroma tak sedap...
Karena sekarang echa enggak ada temen maen lagi (meski kadang sering curi2 jahilin black waktu enggak ketahuan ama mama papa) jadi sekarang kita lebih sering jadi sasaran dijahilin ama echa... :( Echa...echa... sampe kapan ilang jahilnya....ampuuun....(*)

06 September 2007

Biasakan Anak Berfikir Kritis

vektor: freevector.com
PERNAHKAH Anda mendapati si kecil sedang mengamati langit dan sesaat kemudian menanyakan kenapa langit biru, kenapa kalau mau hujan langit menjadi hitam?

Atau mungkin kenapa telur bisa berubah menjadi ayam?

Bagi sebagian orangtua terkadang pertanyaan-pertanyaan tersebut dianggap cukup merepotkan dan membuat pusing.

Jangankan untuk menjawab pertanyaan anak, bisa jadi orangtua tidak memiliki pengetahuan cukup untuk menjelaskan pertanyaan anak.

Karena selama ini orangtua tidak pernah peduli dan berusaha mencari tahu kenapa langit biru.

"Bila anak menanyakan hal-hal yang membutuhkan jawaban yang melibatkan proses analisa atau mengamati bagian per bagian, sintesa atau menyatukan bagian demi bagian menjadi satu keseluruhan yang utuh, evaluasi dan pada akhirnya menyimpulkan sendiri fakta yang diperoleh, itu menandakan anak mulai berpikir kritis,"jelas Evy Rakryani, Psikolog Anak kota Batam.

Kendalikan Emosi Anak dengan Kasih Sayang

MELIHAT anak menangis meraung-raung atau bergulingan di lantai saat meminta sesuatu, pasti akan membuat orangtuanya kesal atau bahkan menimbulkan emosi. Apalagi, jika tingkah anak ini dilakukan di tempat ramai seperti mal, restoran atau toko mainan anak-anak.
Lantas, apa sebenarnya yang menjadi pendorong munculnya emosi yang meledak pada anak- anak? Apakah memang setiap anak akan melakukan hal tersebut saat ingin mengutarakan keinginannya pada orangtuanya?
"Sebenarnya tidak semua anak akan menumpahkan emosi jika keinginannya tidak dipenuhi oleh orangtua atau orang terdekatnya. Sebab, karakter setiap anak pasti berbeda-beda dan memiliki cara yang berbeda pula untuk menyampaikan keinginannya," kata Mardien Suprapti, Psikolog Klinik Batam Medical Centre (BMC).
Dilihat dari penyebabnya, ledakan emosi yang muncul bisa disebabkan oleh banyak faktor. Baik faktor genetik maupun faktor pola asuh orangtua serta pengaruh lingkungan. Untuk faktor genetik, biasanya karena anak yang bersangkutan memang memiliki kepribadian yang bisa menjadi pemicu emosi yang meledak-ledak saat marah.

Bosan Uang Ludes Setelah Gajian? Simak Rahasia Menghindarinya!



KEHABISAN uang sebelum masa gajian tiba bisa jadi dialami oleh setiap orang. Bahkan, tidak sedikit orang mengeluhkan kehabisan uang justru beberapa hari setelah menerima gaji.

Kondisi ini memang bukan sesuatu yang aneh. Apalagi sekarang ini harga barang kebutuhan pokok makin hari makin melambung.

Memang harus diakui, terjadinya kenaikan harga secara terus menerus bisa membuat anggaran belanja susah dikontrol. Apalagi, biasanya kenaikan harga tidak diimbangi kenaikan pendapatan yang signifikan.

Sebab, tidak jarang kenaikan pendapatan yang dialami jumlahnya tidak seberapa dibandingkan tingginya kenaikan harga barang kebutuhan.

Susah Mandi bisa Jadi Karena Trauma

Foto : Freepik.com
Mengatasi Anak Susah Mandi - Mendapati anak susah mandi pasti membuat orangtua resah. Karena bagaimanapun juga mandi merupakan aktivitas yang harus dijalani secara rutin minimal dua kali sehari.

Selain untuk menjaga kesehatan, mandi juga penting agar tubuh selalu bersih dan segar.

Dan biasanya, bagi anak yang malas mandi pasti ada saja alasan yang akan dilontarkan. Mulai takut mata pedih saat terkena shampo atau sabun, mengulur waktu sampai akhirnya tak mau mandi dengan alasan sudah malam, dan beribu alasan lainnya.

Lantas apa yang harus dilakukan oleh orangtua saat mendapati anaknya susah mandi? Memaksa pastinya bukan tindakan yang bijak. Karena pemaksaan justru akan membuat anak trauma dan semakin susah untuk diajak mandi.

"Banyak hal yang bisa menjadi penyebab anak susah mandi. Mulai dari adanya sesuatu yang lebih menarik perhatian anak dibandingkan harus melakukan rutinitas mandi atau bisa juga karena adanya trauma tertentu pada anak," jelas Evy Rakyani, Psikolog anak Kota Batam.

Selingkuh Harta Dalam Rumah Tangga


SELINGKUH merupakan salah satu faktor yang bisa menghancurkan mahligai rumah tangga.

Bukan saja selingkuh cinta yang ditandai dengan hadirnya orang ketiga, keempat, atau kelima, selingkuh harta juga bisa menjadi pemicu keretakan rumah tangga.

Selingkuh harta yang dimaksud adalah pengeluaran yang dilakukan secara diam-diam atau tanpa sepengetahuan pasangan.

Baik itu untuk kesenangan pribadi seperti belanja berlebihan, entertaint klien atau teman menggunakan anggaran rumah tangga atau untuk kepentingan lainnya.

05 September 2007

Kondisi Emosi Pengaruhi Prestasi Anak

SETIAP orangtua pasti menginginkan buah hatinya menjadi yang terbaik. Termasuk dalam menjalani pendidikan akademik di sekolah. Dan biasanya orangtua mengukur kemampuan anak dari ranking atau prestasi yang didapatkan anak saat penerimaan rapor.
Bagi anak yang menduduki peringkat atas atau setidaknya tiga besar di sekolahnya sudah pasti membuat orangtua berbangga hati. Namun, bagaimana dengan anak yang mendapatkan peringkat jauh dari harapan orangtua atau bahkan mengalami penurunan prestasi? Apakah anak tersebut bisa dikategorikan sebagai anak yang bodoh?
"Orangtua tidak boleh langsung memvonis dan mengatakan anaknya bodoh hanya karena sedang mengalami penurunan prestasi di sekolah. Sebab, pencapaian prestasi bukan semata ditentukan oleh intelegensi anak saja tapi banyak juga faktor lain sebagai pemicunya," ungkap Dra Mardien Suprapti Spsi, Psikolog Batam Medical Centre.

Kenali Penyebab Anak Mengigau

PERNAHKAH Anda mendapati si kecil tiba-tiba menjerit histeris di tengah malam atau berbicara sendiri mengeluhkan keinginan yang tidak terpenuhi? Meskipun bukan sesuatu yang wajar tapi kondisi tersebut tidak sedikit dialami oleh anak-anak terutama yang memiliki kemampuan kognitif atau nalar belum sempurna.
"Seorang anak memiliki ingatan yang sifatnya masih fotografik yakni menangkap even yang menjadi bagian dari dirinya. Dan dari ingatan tersebut akan muncul persepsi yang akhirnya tersimpan dalam memori atau ingatan anak untuk diubah menjadi harapan," jelas Bibiana Dyah Sucahyani, Psikolog kota Batam.
Dan tidak jarang harapan yang terkadang dibumbui fantasi tersebut terbawa ke alam tidur. Bahkan bila harapan tersebut terekam secara terus menerus bisa muncul ke alam bawah sadar yang akhirnya membuat anak mengingau atau bahkan menjerit histeris secara tiba-tia di tengah malam.
"Masuknya harapan ke alam bawah sadar kerap terjadi pada anak yang memiliki imajinasi kuat tapi kemampuan komunikasi serta kemampuan kognitif yang masih terbatas. Namun, seiring perkembangan usia, hal tersebut berangsur-angsur akan berkurang," jelas Dhea, sapaan akrab Bibiana Dyah Sucahyani.

Kenapa Anak Takut Orang Asing?


RASA takut pada sesuatu kerap dialami anak terutama yang berusia di bawah enam tahun. Tak hanya takut pada binatang, hantu, ataupun badut, anak bisa juga takut pada orang asing atau orang yang jarang ditemuinya.
"Ketakutan anak pada orang asing bisa terjadi akibat trauma yang pernah dialami anak terhadap orang. Selain itu bisa juga akibat orangtua selalu menakut-nakuti anaknya," jelas Agung B Siregar, Psikolog kota Batam.
Biasanya, rasa takut anak hanya muncul ketika bertemu dengan orang dewasa yang tak dikenal saja. Artinya, anak jarang merasa takut ketika bertemu dengan anak sebayanya. Ketakutan pada orang dewasa pun lebih banyak terjadi pada orang dewasa laki-laki.
Ketakutan anak pada orang tak dikenal kerap dialami anak perempuan terhadap orang dewasa laki-laki. Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh trauma yang dimunculkan dari lingkungan keluarga atau bisa juga karena tampilan fisik orang bersangkutan.
"Orang dewasa perempuan jarang memunculkan rasa takut pada anak karena wanita cenderung lebih care dan sayang pada anak kecil. Lain halnya dengan orang laki-laki yang lebih cuek saat berada di dekat anak kecil," ungkap Agung.
Sementara, kemungkinan adanya trauma pada anak bisa jadi karena dorongan lingkungan yang mengkondisikan anak sehingga menjadi penakut terhadap orang tak dikenal. Misalnya saat anak nakal atau menangis selalu ditakut-takuti dengan sosok laki-laki yang terlihat menyeramkan. Jika pengaruh tersebut diberikan terus menerus lama-kelamaan akan terekam dalam memori anak.
"Cara yang paling benar ketika anak menangis adalah menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Misalnya disentuh, dirangkul, serta dialihkan perhatian. Melalui perhatian dari orangtua anak akan menjadi lebih tenang tanpa memunculkan efek negatif pada sisi psikologis," ungkapnya. (ndy)

Sering Ajak Ketemu Orang Dewasa

RASA takut anak terhadap orang asing atau orang tak dikenal memang bisa saja hilang sendiri seiring pertumbuhan anak. Hanya saja, bila kondisi tersebut dibiarkan tanpa pengarahan secara benar dikhawatirkan saat anak masuk sekolah akan mengalami ketakutan pada guru.
"Rasa takut anak pada orang tak dikenal kerap dialami anak dengan usia antara tiga hingga empat tahun. Dan semakin besar usia anak, rasa takut akan semakin berkurang. Tapi agar anak tidak mengalami ketakutan berlebihan, sebaiknya anak dibantu untuk mengatasi rasa takutnya tersebut," kata Agung B Siregar.
Beberapa cara yang bisa ditempuh orangtua untuk menghilangkan rasa takut anak adalah dengan sering mengajak anak di tempat keramaian yakni tempat yang banyak dikunjungi orang-orang dewasa. Dengan begitu secara perlahan anak akan berusaha menghilangkan ketakutan yang dirasakannya.
"Cara lain yang bisa dilakukan orangtua adalah dengan membiasakan anak memberikan salam saat ada tamu yang datang ke rumah maupun ketika anak diajak berkunjung ke rumah orang. Selama anak bersalaman dengan orang tak dikenal dia akan belajar mengenal orang lain," kata Agung.
Selain dibiasakan memberikan salam, anak juga bisa diajari untuk memperkenalkan diri pada oranglain. Misalnya dengan menyebutkan nama anak di depan orang lain, maupun cara lain yang bisa membuat anak lebih berani berhadapan dengan orang lain terutama orang dewasa.
Bila ternyata anak masih belum bisa menyesuaikan diri untuk tidak takut dengan orang asing yang tidak dikenal, hendaknya orangtua tidak memaksa anak untuk tetap berani. Sebab, tindakan orangtua tersebut justru bisa memunculkan rasa trauma yang mendalam pada anak.
Cara yang lebih tepat untuk diambil adalah dengan melakukan proses pengulangan tanpa ada unsur paksaan. Yakni mengajak anak mengunjungi tempat umum yang banyak didatangi orang dewasa atau kerap diajak berkunjung ke rumah orang.
Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara terus menerus tanpa paksaan, anak akan lebih mudah mengkondisikan diri untuk tidak takut pada orang asing. (ndy)

Badut pun bisa Bikin Takut

BADUT dengan wajah yang lucu dan menggemaskan bagi sebagian anak memang sangat menyenangkan untuk dilihat dan didekati. Tapi tidak semua anak bisa merasakan kelucuan yang terpancar dari wajah badut. Sebab, ada juga anak yang akan menjerit ketakutan sambil memeluk erat orangtuanya ketika berhadapan dengan badut.
"Ketakutan anak pada badut bisa jadi muncul karena adanya fantasi pada diri anak bersangkutan. Sebab, di usia anak terutama usia tiga hingga empat tahun emosi anak sedang memuncak," jelas Agung B Siregar.
Hal lain yang mungkin saja bisa membuat anak ketakutan adalah bentuk badut yang tidak proporsional, tampak besar sekali, yang mungkin berbeda dengan gambar badut yang dilihat dari gambar. Bila biasanya badut pada gambar terlihat lucu dan menggemaskan, tapi badut yang asli tak jarang terlihat aneh dan menyeramkan bagi anak.
Selain itu, yang sering membuat anak takut juga karena gerakan si badut yang mengejutkan, seperti, tiba-tiba saja si badut mendekati anak atau memegang tangan si anak. Hal tersebut bisa membuat anak kaget dan memunculkan pengalaman yang tak nyaman atau tak menyenangkan yang akhirnya menimbulkan rasa takut pada anak.
"Agar anak tidak takut pada badut, kenalkan anak pada badut dengan lebih dekat dan jangan ditakut-takuti bila melihat badut. Tapi bila anak masih tetap merasa takut jangan paksa anak untuk mendekati badut tersebut," jelasnya.
Untuk menghilangkan ketakutan anak pada badut, orangtua bisa mengenalkan bentuk badut secara perlahan. Misalnya dengan menjelaskan kalau badut sama dengan oranglain. Hanya saja sedang menggunakan baju badut. Jika memungkinkan ajak anak melihat prosesi badut saat akan memakai pakaian. Dengan begitu diharapkan anak akan bisa melihat bahwa badut sama dengan oranglain tapi sedang memakai baju badut. (ndy/net)

Hindari Pemberian Makanan Padat Terlalu Dini

foto : freepik.com
Dampak Terlalu Cepat Beri Makanan Padat - Bayi yang menangis terus menerus pasti akan membuat orangtua akan kebingungan, panik, dan cemas.

Hal itu wajar karena menangis merupakan satu-satunya cara bagi bayi untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Jika tangisan bayi tidak bisa didiamkan dengan air susu atau gendongan serta belaian lembut orang terdekatnya, bisa jadi bayi sedang merasakan rasa sakit pada bagian tubuhnya.

Dan untuk menghentikan tangisan tersebut, orangtua harus mencari tahu dulu penyebab tangisan tersebut. Karena bisa jadi bayi terserang abdomen akut.

"Bagi orang awam, memang susah membedakan apakah tangisan bayi merupakan tangisan biasa atau karena abdomen akut. Tetapi, biasanya jika anak terkena serangan abdomen akut tangisan bayi terjadi secara tiba-tiba dan terus menerus," terang dr Dewi Metta SpA, dokter spesialis anak Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Tetanus saat Hamil Ganggu Suplai Oksigen

foto : freepik.com
Bahaya Tetanus saat Hamil - Menunggu kehadiran buah hati yang masih berada dalam kandungan sudah pasti mendebarkan.

Apalagi bila anak tersebut adalah anak pertama atau anak yang sudah lama dinantikan kehadirannya.

Karenanya tak mengherankan bila setiap wanita yang menanti kelahiran buah hatinya selalu berusaha menjaga kehamilan sebaik mungkin.

Meski kelahiran anak bisa diprediksi sebelumnya, tetapi yang selama ini terjadi tidak semua kelahiran bisa tepat waktu sebagaimana prediksi yang telah dilakukan. Sehingga, tidak jarang ada wanita yang melahirkan di rumah karena tidak sempat lagi pergi ke rumah sakit.

Melahirkan anak di rumah tentu saja berbeda dengan di rumah sakit. Selain hanya menggunakan peralatan seadanya terkadang kelahiran anak juga terjadi dengan bantuan dukun bayi terdekat.

Jangan Abaikan Kesehatan Lambung

Vektor by Freepik.com
Jangan Abaikan Kesehatan Lambung - Asam lambung merupakan satu di antara sekian faktor yang bisa memicu gangguan kesehatan pada lambung.

Meski terkadang dianggap sepele tapi penyakit yang diakibatkan asam lambung bisa juga berbuntut pada kematian.

Dalam dunia kedokteran kondisi kesehatan lambung dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor agresif dan difensif.

Kedua faktor tersebut memiliki fungsi berbeda. Bila faktor agresif berusaha mencederai lambung.

Sebaliknya faktor difensif berusaha mempertahankan lambung agar selalu bekerja normal.

Dan satu di antara faktor agresif tersebut adalah asam lambung.