06 September 2007

Susah Mandi bisa Jadi Karena Trauma

MENDAPATI anak susah mandi pasti membuat orangtua resah. Karena bagaimanapun juga mandi merupakan aktivitas yang harus dijalani secara rutin minimal dua kali sehari. Selain untuk menjaga kesehatan, mandi juga penting agar tubuh selalu bersih dan segar.
Dan biasanya, bagi anak yang malas mandi pasti ada saja alasan yang akan dilontarkan. Mulai takut mata pedih saat terkena shampo atau sabun, mengulur waktu sampai akhirnya tak mau mandi dengan alasan sudah malam, dan beribu alasan lainnya.
Lantas apa yang harus dilakukan oleh orangtua saat mendapati anaknya susah mandi? Memaksa pastinya bukan tindakan yang bijak. Karena pemaksaan justru akan membuat anak trauma dan semakin susah untuk diajak mandi.
"Banyak hal yang bisa menjadi penyebab anak susah mandi. Mulai dari adanya sesuatu yang lebih menarik perhatian anak dibandingkan harus melakukan rutinitas mandi atau bisa juga karena adanya trauma tertentu pada anak," jelas Evy Rakyani, Psikolog anak Kota Batam.

Untuk mengatasi permasalahan ini ada banyak cara yang bisa ditempuh. Pastinya disesuaikan dengan penyebab utama kenapa anak susah mandi. Misalnya penyebab anak susah mandi karena keasikan melihat tayangan televisi, maka perlu dibuat kesepakatan antara orangtua dengan anak bersangkutan.
"Kesepakatan waktu mandi perlu dibuat agar anak tak memiliki alasan untuk tidak mandi hanya karena sedang asik melihat televisi. Sehingga kesepakatan apakah anak akan mandi sebelum acara televisi atau setelahnya bisa ditentukan secara bersama," jelasnya.
Perlunya jadwal karena anak biasanya akan marah bila di tengah aktivitas yang menyenangkan diganggu dengan sesuatu yang kurang disukainya. Termasuk harus mandi di saat sedang melihat televisi atau harus mandi saat sedang tidur di pagi hari menjelang berangkat sekolah.
Sementara, untuk mengatasi kesulitan mandi akibat trauma, harus dilakukan secara bertahap. Misalnya karena anak takut mandi gara-gara takut air, cobalah untuk memandikan anak dengan cara mengelap badan terlebih dulu. Jika anak sudah nggak takut lagi, baru dicoba dengan mandi dalam bak tapi dengan air sedikit.
"Bila anak masih tetap takut air dan nggak mau mandi dalam bak bisa dicoba dengan memandikannya di wastafel. Atau bisa juga dengan memandikan anak dengan posisi berdiri dan disiram perlahan," kata Evy.
Ketakutan anak pada air juga bisa diatasi dengan mengajak anak bermain air yang diletakkan dalam wadah tertentu seperti ember besar atau baskom. Melalui kegiatan menyenangkan memainkan air dengan tangan diharapkan secara perlahan anak tidak akan takut lagi dengan air.
"Untuk menghilangkan rasa trauma anak pada air yang paling penting adalah jangan pernah memaksa anak untuk langsung bersentuhan dengan air tetapi lakukan secara bertahap. Sebab, pemaksaan justru akan memperparah trauma," pungkas Evy. (ndy)

Jadikan Sebagai Aktivitas Menyenangkan

BAGI anak yang memiliki pikiran bahwa mandi merupakan aktivitas yang mengerikan, bagaimana pun juga bentuk bujukan yang diberikan orangtua, anak pasti akan tetap berpikir bahwa aktivitas ini memang benar-benar tidak menyenangkan. Tapi meski demikian bukan berarti tidak ada cara lagi agar anak mengubah persepsinya terhadap aktivitas bersih-bersih badan ini.
"Sebisa mungkin jadikan mandi sebagai aktivitas yang menyenangkan. Misalnya dengan memberikan mainan yang disukai anak atau membuat suasana mandi itu memang benar-benar disukai anak," terang Evy Rakyani.
Sekarang ini, cukup banyak mainan anak yang tahan air dan bisa dijadikan sebagai teman selama anak berada dalam bak mandi. Misalnya boneka berbentuk binatang yang akan mengapung saat berada dalam air. Selain itu, ada juga buku yang dilapisi plastik tahan air dan bisa dibawa serta saat mandi.
Keberadaan mainan tersebut bisa menjadi pengisi waktu selama anak dimandikan oleh orangtuanya. Sehingga, anak bisa lupa kalau sedang mandi saking sibuknya dengan mainan yang ada di tangannya.
Selanjutnya, peran orangtua untuk membuat suasana mandi menjadi sangat menyenangkan juga penting. Misalnya dengan selalu mengajak anak untuk berbicara atau bercerita tentang hal-hal yang menyenangkan.
"Tidak jarang orangtua malas mengajak buah hatinya berbicara atau bercerita dengan anggapan anak tak akan mengerti apa yang dibicarakan. Padahal, bila komunikasi antara orangtua dan anak dijalin sejak dini akan tercipta kedekatan yang erat antara keduanya," jelasnya. (ndy)

Ajak Anak Mandi Bersama

MEMBUJUK anak untuk mandi memang gampang-gampang susah. Meski rasanya semua jurus sudah dikeluarkan tetap saja anak susah untuk diajak mandi. Kalau sudah begitu biasanya orangtua akan menjadi cara lain agar anak menjadi suka dengan aktivitas yang sebenarnya bisa membuat badan lebih rilek ini.
"Mengajak anak untuk mandi bersama juga bisa menjadi solusi untuk membantu anak mengatasi rasa takut atau keengganan untuk mandi," jelas Evy Rakyani.
Dengan mandi bersama, acara mandi akan menjadi lebih menyenangkan dan 'terarah'. Tak hanya akan menciptakan peluang kebersamaan antara anak dan orangtua, mandi bersama juga bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan betapa penting dan menyenangkannya acara mandi.
Selain itu, ajarkan juga cara membersihkan tubuh, memakai sabun dan menggunakan shampo agar tidak sampai masuk ke matanya. Banyaknya topi yang ditawarkan di pasaran untuk menjaga agar shampo tidak masuk ke mata juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi rasa takut anak saat mandi.
Saat mandi bersama tersebut anak juga bisa diberikan waktu untuk menikmati acara mandinya dengan memberikan jeda bagi anak untuk main air saat mandi dan santai terhadap lamanya waktu mandi. Dengan begitu anak dapat semakin menikmati acaranya mandinya dengan lebih menyenangkan. (ndy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda