07 Maret 2008

Bebas Kerutan Kulit Wajah Lebih Cling Lewat Skin Resurfacing



MEMASUKI usia 35 tahun ke atas, baik pria maupun wanita kerap mengalami berbagai masalah kulit yang cukup mengganggu. Sebut saja, kusam, flek hitam, hiperpigmentasi, kerutan, bekas jerawat dan sebagainya. Kehadiran masalah pada kulit tersebut kerap memunculkan rasa khawatir orang yang mengalaminya.

Jika ditinjau dari sisi medis, gangguan pada kulit tersebut memang tidak membahayakan kesehatan apalagi mengancam jiwa. Namun, dari sisi estetika dan kecantikan wajah, masalah kulit tersebut sudah pasti sangat mengganggu.

Di zaman modern seperti sekarang ini, sebenarnya bukan masalah sulit untuk menghilangkan masalah kulit dan "menyulap" kembali kulit agar tampak lebih halus, kencang dan bercahaya. Bahkan, kulit yang awalnya memiliki warna tidak merata serta berkerut juga bisa jadi lebih cantik bebas kerut.

"Untuk membebaskan kulit wajah dari masalah serta menjadikannya kembali mulus, kencang dan dengan warna merata tak cukup dilakukan dengan facial saja. Sebab, permasalahan kulit tersebut harus ditangani dengan teknik yang lebih efektif seperti Skin Resurfacing,"ungkap dr Mila D Legowo, MARS, dokter Kecantikan RS Awal Bros Batam.

Skin Resurfacing itu sendiri merupakan teknik pengelupasan kulit untuk merangsang kulit agar tampak lebih baik lagi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan permukaan kulit dan jaringan penunjang atau dermis yang lebih lentur dan lebih merata.

Pada usia muda, secara alamiah kulit akan mengalami kematian sel yang teratur selama 28 hari sekali dan akan berganti sel kulit baru. Pergantian itulah yang membuat permukaan kulit tampak lebih sehat dan cerah.

Tapi sayangnya, begitu seseorang memasuki usia 35 tahun ke atas, siklus tersebut menjadi lebih lama atau lebih panjang dari siklus yang semestinya. Bahkan pada usia ini, proses pergantian kulit bisa terjadi 40 hari sekali.

Selain semakin panjangnya siklus pergantian sel kulit, masalah lain yang terjadi adalah pergantian kulit yang tidak merata. Misalnya di bagian atas belum berganti, tapi bagian bawah sudah berganti. Akibatnya, warna kulit jadi tidak merata.

"Skin Resurfacing dapat membantu mengatasi lambatnya siklus pergantian sel serta masalah warna kulit yang tidak merata. Bukan itu saja, Skin Resurfacing juga dapat mengatasi berbagai masalah kulit, seperti flek, hiperpigmentasi, lubang bekas jerawat (scar), kulit yang kendur dan keriput,"jelas dr Mila.

Mengingat metode ini membutuhkan banyak proses yang bertahap, bagi yang ingin mengatasi permasalahan kulit dengan cara ini sudah pasti harus memiliki kesabaran ekstra. Sebab, meskipun menggunakan teknologi canggih, tetap saja butuh proses dan waktu untuk mendapatkan hasil maksimal. (*)



Kencangkan Jaringan Kolagen 

SEIRING semakin canggihnya teknologi kecantikan, kini setiap orang memiliki lebih banyak pilihan terkait teknik apa yang paling tepat untuk mengatasi masalah kulit yang dialaminya. Selain itu, pemilihan teknik yang paling tepat juga sangat terkait dengan kemampuan secara finansial.

Sebab, harus diakui bila untuk mendapatkan kulit yang kembali mulus, kencang serta bebas kerutan pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Nah, bagi Anda yang ingin mendapatkan hasil dalam waktu yang relatif singkat, bisa mencoba teknik skin resurfacing dengan laser. Sebab, alat ini diklaim sangat potensial untuk mengencangkan jaringan kollagen di dalam dermis sekaligus merangsang pembentukan kollagen baru.

Jenis alat laser yang ada sekarang ini pun cukup beragam. Mulai laser dengan harga termurah hingga termahal. Namun, jenis laser yang kerap digunakan untuk Skin Resurfacing adalah Laser CO2, Laser Erbium YAG, Laser Q Switch & Long Pulse Nd YAG.
"Namun alat laser jenis apa pun, yang menentukan cocok atau tidak yang digunakan pada
pasien sangat tergantung pada keahlian Dokter yang menggunakannya,"ungkap dr Mila D Legowo MARS. (*)



Obat 3000 Kali Lebih Meresap


TEKNIK Skin Resurfacing yang paling terbaru serta paling banyak diminati saat ini adalah teknik menggunakan alat Microneedle Therapy System (MTS) Roller. Itu karena alat ini mampu menghilangkan bekas jerawat, keriput, flek dan stretch marks dalam waktu yang relatif cepat serta aman.

"Meski menggunakan 200 jarum mikro yang sangat kecil yakni 70 mm tapi jangan khawatir akan merasa sakit saat menggunakan alat ini. Bahkan, alat ini bisa juga diaplikasikan pada kulit wajah serta tubuh,"jelas dr Mila D Legowo MARS.

MTS Roller itu sendiri merupakan teknik terbaru untuk memasukkan obat ke dalam kulit yang lebih dalam. Alat ini pastinya akan memberikan hasil yang lebih maksimal dibandingkan dengan obat yang hanya dioleskan saja.

"Berdasarkan hasil riset dokter serta pakar kecantikan, MTS Roller dinyatakan memberikan hasil 3000 kali lebih baik dibandingkan obat yang hanya dioleskan. Sebab, penggunaan alat ini akan membantu obat 3.000 kali lebih meresap ke dalam kulit,"ungkapnya.

Jarum yang digunakan pada MTS Roller ini memiliki ukuran yang berbeda-beda. Yakni 0,2 mm, 0,5 mm, 1 mm, 1,5 mm dan 2 mm. Namun proses terapi menggunakan alat ini hanya boleh dilakukan dokter yang terlatih.

Selain ukuran jarum, jenis obat yang digunakan pada treatment ini juga sangat beragam. Mulai obat untuk mengatasi masalah bekas jerawat, memutihkan kulit, flek dan sebagainya. Tentunya disesuaikan jenis kulit serta berat ringan masalah kulit pada wajah pasien.

"Sedangkan untuk mempercepat proses penyembuhan luka biasa digunakan obat yang mengandung Growth Factor, vitamin A, vitamin C dan sebagainya,"katanya. (*)



Gunakan Bahan Kimia


SELAIN Laser dan Microneedle Therapy System (MTS) Roller ada teknik lain Skin Resurfacing. Yakni dengan teknik Peeling. Untuk terapi yang satu ini, dokter akan menggunakan bahan kimia atau chemical seperti AHA (Alpha Hydroxylacetic Acid) atau GA (Glycolic Acid) dan TCA (Tri Chloracetic Acid).

"Skin Resurfacing dengan chemical akan melalui beberapa proses dan harus dilakukan Dokter yang benar-benar berpengalaman. Kedalaman Skin Resurfacing juga harus diperhatikan dengan baik serta disesuaikan masalah dan kondisi kulit pasien,"ungkap dr Mila D Legowo MARS.

Namun, pada awal terapi tetap harus dimulai dengan konsentrasi obat yang ringan dulu baru bisa ditambah.

"Skin Resurfacing dengan teknik ini dilakukan sampai lapisan sedikit di atas dermis atau sub- epidermis. Jika dilakukan secara benar, peeling akan mengatasi beberapa permasalahan kulit seperti scar, bekas cacar, flek, hiperpigmentasi dan kerutan halus,"katanya.

Peeling itu sendiri memiliki beberapa tingkatan yang bisa dipilih sesuai permasalahan kulit orang bersangkutan serta kedalaman kulit yang akan diperbaiki. Mulai Deep Peeling (peeling dalam atau chemical peeling), medium peeling dan superficial peeling (clear peel).

Selama proses Skin Resurfacing menggunakan teknik ini, dokter akan memberikan salep anastesi serta krim neutralisir untuk mengurangi rasa sakit dan menetralisir efek asam. Sebab, semakin merah proses treatment ini akan semakin sakit rasanya. Sehingga pasien perlu diberikan penghilang rasa sakit.

"Setelah treatment, kulit pasien akan sedikit kemerahan. Namun hal itu tidak akan berlangsung lama karena hanya beberapa jam saja. Hasilnya kulit akan tampak lebih muda, bersih dan bercahaya. Itu karena kulitnya bertambah kencang dan mengkilat akibat pengencangan pada lapisan dermis dan pengelupasan di lapisan epidermis,"katanya.

Proses Skin Resurfacing menggunakan teknik peeling ini hanya butuh waktu kurang lebih satu jam saja Setelah itu, pasien akan mendapatkan tampilan wajah yang lebih segar, lebih cerah serta tentu saja lebih muda. Penasaran? Selamat mencoba! (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda