31 Maret 2008

Lemari Tanam untuk Ruangan Kecil

Foto: dokumentasi V'Image Design

LEMARI merupakan benda yang rasanya bisa dibilang wajib ada dalam sebuah hunian khususnya di ruang tidur. Sebab, selain dibutuhkan dari sisi fungsinya yakni untuk menyimpan barang penting, lemari belakangan juga sudah menjadi bagian elemen dekoratif.

"Dari sisi fungsional, kehadiran lemari sangat erat kaitannya sebagai media penyimpanan barang berharga serta pakaian. Sehingga rumah menjadi lebih rapi tanpa barang yang berserakan atau bahkan berceceran,"ungkap Herman Tan, Desainer Interior sekaligus pemilik V'Image Design, Kompleks Wijaya Kusuma Blok B No 7 Nagoya Batam.

Sementara, dari sisi estetika ruangan, kehadiran lemari terutama lemari yang diberikan sentuhan art serta memiliki desain yang tidak "biasa" akan memberikan nuansa yang berbeda pada sebuah ruangan. Sebab, kehadiran lemari tersebut akan menutupi kekosongan dinding agar tidak terlihat "kering" dari sisi desain interior.


Untuk menghasilkan sebuah media penyimpanan sekaligus elemen dekoratif yang sempurna, desain lemari tentu saja tak bisa dilakukan secara asal-asalan. Selain harus disesuaikan dengan konsep hunian, penting juga memperhatikan ukuran ruang serta kebutuhan akan media penyimpanan.

"Jika ukuran kamar tidur kecil, akan lebih tepat jika kita menempatkan lemari model tanam dengan pintu sliding. Tentunya dengan ketinggian hingga ke ceiling. Dengan begitu, ruangan akan terlihat lebih rapi sekaligus menawarkan ruang yang lebih luas sebagai media penyimpanan,"ungkap Herman.

Sebagai pemanis, permainan interior bisa disiasati dengan pemilihan material. Misalnya pemberian sentuhan kaca sebagai pemanis ataupun pemberian sentuhan art pada sisi-sisi lemari. Dengan begitu, lemari tak hanya terlihat kokoh (karena menempel di dinding) tapi juga memberikan kesan berbeda dari lemari biasa.

Sebaliknya, bagi pemilik ruangan dengan ukuran lebih besar atau minimal 8x6 meter, bisa lebih banyak "bermain" dalam pemberian sentuhan pada media penyimpanan ini. Sebab, keberadaan space yang lega membuat pemilik hunian bisa lebih leluasa dalam berkreasi.

"Untuk ruangan luas bisa menggunakan konsep mini butik. Layaknya butik atau toko pakaian, sistem penyimpanan pada lemari ini dipisahkan sesuai jenis barang. Misalnya rak khusus pakaian berbeda dengan rak khusus ikat pinggang, rak khusus sepatu, dan seterusnya,"ungkapnya.

Dibandingkan lemari model lain, lemari dengan konsep mini butik ini tentu saja akan membuat barang-barang yang ada di dalamnya tertata dengan rapi. Sehingga, ketika pemilik membutuhkan segala sesuatunya lebih mudah untuk mendapatkannya. (*)



Terkesan Futuristik dengan Material Kaca

Foto: Dokumentasi V Image Design
JIKA dulu material utama lemari masih sebatas kayu atau multipleks, kini seiring perkembangan waktu dan pergeseran tren interior, semakin banyak jenis material yang bisa menjadi pilihan. Sebut saja material kaca.

Awalnya, kaca hanya jadi pemanis serta pemberi sentuhan agar tampilan lemari terlihat berbeda atau jauh dari kesan standar. Namun saat ini kaca sudah mulai dijadikan material utama lemari. Terutama kaca warna yang tentu saja menawarkan tampilan yang lebih indah dibandingkan kaca biasa.

"Dulu material kaca tidak banyak diaplikasikan sebagai bahan utama pembuat lemari karena pertimbangan keamanan. Itu wajar mengingat kaca cukup rentan pecah atau retak yang bisa membahayakan orang di sekitarnya. Namun, kehadiran stiker kaca sekarang ini menjadikan kaca sebagai primadona baru material utama lemari,"ungkap Herman Tan.

Keberadaan stiker kaca tersebut, akan membuat kaca relatif lebih aman dan cenderung tidak membahayakan. Sebab, jika kaca terkena benturan, stiker akan menahan kaca agar tidak berhamburan atau bahkan melukai orang.

Selanjutnya, dari sisi permainan interior, kejernihan serta kekilatan kaca tentu saja menawarkan nuansa yang berbeda bagi pemilik hunian. Bukan saja memunculkan kesan modern, kehadiran kaca juga akan memberikan efek lega bagi hunian.

"Lemari kaca sangat cocok diaplikasikan pada hunian berkonsep modern atau futuristik. Kilatan serta kejernihan kaca pastinya akan makin menguatkan permainan interior untuk menciptakan kesan tersebut,"jelasnya.

Selain kaca, alternatif lain menjadikan lemari terkesan tidak "biasa" adalah penambahan sentuhan list aluminium pada lemari. Bukan itu saja, penggunaan material formica atau anti gores juga kian diminati untuk memunculkan kesan berbeda pada lemari. (*)


Lemari Terbuka System Internal Accessories


BAGI Anda yang hobi shopping khususnya terkait pernak-pernik penampilan, sudah pasti membutuhkan ruang yang lebih lega untuk menyimpan barang-barang buruan hasil shopping.

Sebab, sungguh sayang bila barang-barang tersebut hanya disimpan secara sembarangan tanpa dibarengi storage management secara tepat. Terlebih bila barang-barang itu nantinya bakal dijadikan barang koleksi pribadi sebagai bagian kegemaran.

"Untuk mensiasati perubahan kebutuhan akan media penyimpanan atau lemari, kita bisa memanfaatkan keberadaan lemari terbuka dengan system internal accessories. Selain terlihat keren dan modern, lemari ini juga cukup fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya,"jelas Herman Tan.

Jika dilihat dari sisi fisik, lemari terbuka ini menerapkan sistem laci sebagai media penyimpanan. Dan guna memudahkan dalam pengaturannya, tiap laci hendaknya dijadikan media penyimpanan barang yang satu jenis. Misalnya laci A khusus handuk, laci B khusus kemeja, laci C khusus aksesori, dan seterusnya.

"Saat kebutuhan ruang akan media penyimpanan berkurang, sekat-sekat yang ada pada lemari bisa dikurangi. Sebaliknya, jika kebutuhan akan ruang penyimpanan bertambah, maka pemilik hunian bisa menambahkan sendiri tentunya disesuaikan dengan kebutuhan,"katanya.

Bukan saja kemudahan dalam hal penambahan ataupun pengurangan ruang penyimpanan, lemari dengan sistem internal accessories ini juga menawarkan kemudahan dalam perubahan model dan bentuk sesuai selera pemiliknya. (*)



Tempatkan di Dekat Kamar Mandi

FAKTOR lain yang harus diperhatikan terkait keberadaan lemari dalam hunian adalah soal penempatannya secara fisik. Hal tersebut tentu saja berhubungan dengan kemudahan akses saat membutuhkan barang-barang yang ada di dalam lemari.

"Isi lemari biasanya sangat berhubungan dengan kebutuhan penghuni rumah akan barang-barang penunjang penampilan. Sehingga, akan lebih tepat bila lemari ditempatkan berdekatan dengan kamar mandi atau memiliki akses yang mudah dari kamar mandi,"kata Herman Tan.

Untuk mensiasati agar keberadaan pintu kamar mandi tidak "merusak" keindahan lemari, pemilik hunian bisa melapisi pintu kamar mandi dengan pintu yang senada dengan pintu lemari. Sehingga, saat pintu ditutup orang tidak akan menyangka kalau di antara pintu lemari tersebut ada kamar mandi.

"Secara estetika ruangan, "penyembunyian" kamar mandi dengan pintu lemari itu akan membuat ruangan terlihat lebih rapi tanpa harus menghilangkan fungsi kamar mandi yang ada dalam ruangan tersebut,"jelasnya. (*)

1 komentar:

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda