.

30 April 2008

Akhirnya Echa Masuk Daycare

Echa asyik main prosotan


TERHITUNG mulai Selasa (30/4) kemarin, Echa resmi menjadi anggota baru Jihadul Ummi Bengkong, Batam. Sebuah Taman Penitipan Anak (TPA) yang lokasinya nggak terlalu jauh dari rumah.

Karena masih baru, Echa nampaknya masih belum begitu familiar dengan suasana maupun orang-orang yang ada di daycare tersebut. Itulah kenapa Echa langsung menangis bombai begitu menyadari Mama dan Papanya udah nggak ada di tempat setelah mengantar gadis kecil itu pada Selasa pagi.

Celengan Ajaib - Uang Lenyap Tapi Celengan Utuh



HARI Minggu (27/4) kemarin, Echa dan Papa dengan penuh semangat 45 membawa sebuah celengan berbahan plastik dari kamar.

Soalnya, setelah beberapa bulan menabung dan mengumpulkan uang ke dalam celengan itu, Papa berniat membelikan Echa sebuah sepeda baru. Sepeda yang selama ini diinginkan gadis kecil Echa Diva.

Setelah membentangkan koran untuk menampung uang-uang yang diyakini Papa cukup untuk membawa pulang sebuah sepeda gaul alias sepeda model masa kini, Papa tanpa ragu langsung menghunjamkan pisau dan mulai menyembelih celengan.

"Waah....akhirnya Echa bisa beli sepeda ini," kata Papa bersemangat.

26 April 2008

Berjibaku dengan Rutinitas IRT

UDAH dua minggu ini posting blog lagi sereeeet banget. Gimana nggak seret kalo sekarang ini waktunya banyak tersita untuk ngurusin gimana caranya bisa menyelesaikan urusan kerja, urusan rumah dan urusan gadis kecil yang mulai lasak dengan sempurna.

Sejak PRT resign (busyeet...udah mirip ama temen2 di Tribun aja... hallo veby dan Min yang udah mendahului kami... resign maksudnya), semua rutinitas jadi kacau balau...

Gimana nggak kacau, urusan liput meliput harus pake shift. Pastinya berhubungan dengan masalah penjagaan si gadis kecil Echa Diva. Mana sekarang si papa lagi sibuk meeting, breafing, keliling, pusing plus pening.... kalo udah gitu...kami jadinya harus antree dan menunggu si papa selesai berpusing-pusing alias keliling. Halah....

Kayak hari Rabu kemarin. Udah janjian liputan jam lima di Nagoya Hill, eh si papa mendadak disibukkan dengan urusan pekerjaan yang nggak bisa ditunda. Alhasil, nggak cuma papa aja yang pusing-pusing alias keliling mal, kami juga harus sibuk berkeliling mal. (walau sebenarnya sambil hunting materi liputan).

Tapi bukan Echa namanya kalo nggak bersemangat mengelilingi Nagoya Hill yang akhirnya sukses membuat kaki mamanya gempor. Untungnya ada penjual es krim yang berhasil memikat perhatian gadis kecilku itu. Walau cuma beberapa menit, akhirnya berhasil juga membuat Echa duduk diam menikmati lezatnya es krim yang harganya super murah. Hanya Rp 3.500 lho. (kok jadi iklan???!!!).... hehehehehe...




Sebenarnya sih, kita udah berusaha mencari PRT baru menggantikan tujuh PRT yang udah pada resign (kesannya kami kok galak ama pembantu ya, gonta-ganti pembantu) tapi ya gitu deh. Di Batam ini mendapatkan pembantu yang awet ibarat mendapatkan pulung atau keberuntungan.

Walau terus berusaha lewat iklan di media massa, kami mulai berpikir untuk menitipkan echa di daycare alias taman penitipan anak. Ya mudah2an Echa baik2 aja....yang penting adalah mandiri dan nggak merepotkan keluarga. Ceileee.....

Resep Masakan Hotel Pelangi Tanjungpinang

MASAKAN ini sebenarnya cocok disajikan waktu perayaan Imlek alias Gong Xi Fat Cai. Tapi, kalo ada yang berminat untuk mencoba di rumah pada hari-hari biasa, nggak ada salahnya kan? Selamat Mencoba...



Kari Ayam Hijau (Jin Shang Tian Hua)



Bahan:

4 ons ayam

500 ml santan

Bumbu:

50 gram cabai hijau

2 sendok makan bumbu kari

3 ons bawang merah

1,5 ons bawang putih

5 lembar daun jeruk

Garam, penyedap rasa secukupnya

Cara Memasak:

1. Haluskan cabai hijau, bawang merah dan bawang putih

2. Tumis bumbu halus, daun jeruk dan bumbu kari hingga harum

3. Masukkan santan dan ayam. Masak hingga matang, sajikan.



Ikan Asam Manis Mangga (Nian Nian You Yu)



Bahan:

1 kilogram ikan segar

1 buah mangga

1 buah bawang bombay

2 buah cabai merah

Bahan Saus:

3 sendok makan gula

Garam secukupnya

Tepung kanji secukupnya

3 sendok makan air

Cara Memasak:

1. Bersihkan ikan, goreng dan sisihkan

2. Tumis bawang bombay, masukkan air, cabe merah dan mangga yang telah dipotong-potong

3. Tambahkan air dan gula, didihkan

4. Setelah mendidih tambahkan kanji, masak hingga kental.

5. Angkat kuah dan siramkan ke atas ikan yang sudah digoreng

6. Sajikan untuk delapan hingga 10 orang



Ketam Thailand



Bahan:

1 kilogram ketam

200 ml santan

Bumbu:

50 gram cabai merah

50 gram cabai hijau

50 gram bawang bombay

50 gram bawang putih

Minyak goreng secukupnya

Bumbu perasa secukupnya

Garam secukupnya

Cara Membuatnya:

1. Bersihkan ketam, goreng hingga matang, sisihkan

2. Cincang bumbu dan tumis hingga harum

3. Masukkan santan dan tambahkan bumbu perasa serta garam

4. Masukkan ketam, masak hingga agak kering

5. Sajikan untuk delapan hingga 10 orang



He Se




Bahan:

Daging ikan

Wortel

Lobak asin

Selada

Lobak putih

Bahan Kuah:

Kacang tanah

Wijen

Air Jeruk

Cuka

Cara Membuatnya:

1. Bersihkan ikan, buang tulangnya dan iris tipis-tipis, sisihkan

2. Wortel dan lobak putih dipotong panjang, sisihkan

3. Iris tipis lobak asin kering, sisihkan

4. Potong tipis daun selada, sisihkan

5. Campur kacang tanah yang digiling, gula, air jeruk, wijen serta air, sisihkan

5. Tata irisan tersebut dalam piring, siram dengan kuah kacang, sajikan



Huan Jin Gun Gun Lai



Bahan A:

10 buah bakso udang

10 buah bakso ikan

1 ekor Gamat (iris tipis)

1 ons daun selada,

10 ekor udang kupas

3 ons sawi putih

Bumbu Kuah:

Air secukupnya

Bumbu perasa secukupnya

10 batang daun sup

2 sendok makan bawang goreng

3 batang daun bawang

Garam dan penyedap rasa secukupnya

0,5 sendok teh merica

Cara Membuatnya:

1. Biarkan Bahan A dalam keadaan mentah dan tersusun rapi

2. Letakkan bahan untuk kuah ke dalam steamboat, kemudian masukkan air yang telah dimasak

3. Letakkan periuk steamboat di atas gas pemanas, biarkan sampai mendidih

4. Setelah mendidih, masukkan bahan mentah

5. Sajikan selagi panas (untuk 10 orang)



Sayur Manusia



Bahan:

3 ons sawi hijau

3 ons sawi putih

3 ons wortel

3 ons kol

3 ons kailan

3 ons sayur minyak

3 ons lobak putih

3 ons bawang merah

3 ons bawang putih

3 ons cabai merah

800 ml santan cair

Bumbu perasa secukupnya

Cara Memasak:

1. Haluskan bawang merah, bawang putih, serta cabai merah

2. Tumis bumbu halus sampai harum

3. Tambahkan santan

4. Tambahkan bumbu perasa

5. Masukkan sayur, masak hingga matang

6. Angkat dan sajikan

22 April 2008

Berkantor di Rumah dengan SOHO

JIKA dulu seorang wanita bekerja demi membantu keuangan keluarga agar dapur tetap mengepul, hal itu agaknya tidak berlaku lagi. Itu bisa dilihat dari makin banyaknya wanita yang memilih bekerja dan berkarya meski pendapatan suami sudah berlimpah.

Adanya persiapan matang melalui tingkat pendidikan juga cukup menerangkan bahwa pekerjaan bagi wanita bukan hanya bertujuan mendapatkan penghasilan. Tapi lebih sebagai media efektif mengaktualisasikan diri. Terlebih, jenis profesi yang dipilih juga kian beragam termasuk profesi yang identik dengan kaum lelaki.

Awalnya, wanita bekerja masih harus dihadapkan dengan pilihan antara bekerja atau keluarga. Namun kini, "beban" itu bisa sedikit dikurangi. Sebab, kecanggihan teknologi informasi memungkinkan wanita bekerja serta mengendalikan pekerjaan dari rumah. Yakni dengan konsep small office home office (SOHO).

Kiat Menulis Laporan Perjalanan

KITA semua pasti pernah melakukan perjalanan, entah ke luar kota, entah ke mancanegara, entah ke kutub selatan dan utara, atau cuma menengok kerabat di kampung sebelah. Nah, sudahkah Anda mendokumentasikan kisah perjalanan Anda dalam sebuah tulisan?
Berikut tips dari Bung Akmal, wartawan Tempo di milis apsas yang ia kelola:
Melakukan perjalanan (ke luar kota, luar negeri) baik untuk kepentingan pekerjaan atau sekadar hobi pribadi, merupakan aktivitas yang sangat menarik. Banyak manfaat yang bisa diambil. Para prosais dan penyair merekonstruksi ulang perjalanan itu dalam pelbagai bentuk kreatif. fotografer mengabadikannya dalam komposisi-komposisi visual.

Salah satu bentuk yang lebih umum, dan lebih cepat dikerjakan, adalah catatan perjalanan (bisa juga disebut "kisah perjalanan" atau apa pun nama lainnya), yang bisa dengan lekas dipublikasikan di media cetak umum.

21 April 2008

Kanker Serviks, Bahaya Laten yang Mengancam Jiwa

BAGI seorang wanita, rahim adalah organ yang sangat penting dan memberikan arti tersendiri bagi kehidupannya terutama kehidupan rumah tangga.

Bagaimana tidak, tanpa ada rahim seorang wanita pasti akan merasa tidak berarti terutama di mata suami.

Meski rahim dianggap penting, ternyata tidak sedikit wanita yang tak terlalu "peduli" kesehatan organ tubuh yang satu ini.

Dan kepedulian itu justru baru muncul saat seseorang sudah divonis kanker oleh dokter. Salah satunya adalah kanker leher rahim (kanker serviks).

Padahal, jika kepedulian diberikan sejak dini misalnya saat pertumbuhan sel kanker masih dalam tahap stadium IA, penyakit yang masuk kategori silent killer itu masih bisa disembuhkan secara total. Itu karena, kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling mudah dicegah dan diobati.

Aquascape, Pesona Tanaman Air yang Menyejukkan

Contoh Aquascape koleksi Ocean Aquarium Centre, Batam

AKUARIUM yang awalnya sangat identik dengan hobi, belakangan justru menjadi bagian dari aksentuasi sebuah hunian agar terasa lebih 'hidup'. Bahkan, tidak sedikit yang justru menjadikan benda ini sebagai point of interest ruangan dalam sebuah hunian.

Bagi Anda yang sedang mengalami kebosanan dengan tampilan akuarium yang identik dengan ikan sebagai pusat perhatian utama, kenapa tidak mencoba beralih dengan menghadirkan aquascape sebagai alternatif pilihan.

Sebab, hijaunya tanaman air akan memberikan kesegaran serta kesejukan dalam hunian. Terlebih juga ditambahkan ikan serta sentuhan lighting. Paduan tersebut pastinya akan makin membuat tampilan aquascape terlihat lebih eksotik.

"Berbeda dengan akuarium yang menjadikan ikan sebagai pusat perhatian, aquascape justru menjadikan ikan hanya sebagai hiasan atau aksen pemanis saja. Sebab, perhatian utamanya berada pada tanaman air,"ungkap Andy, Karyawan Ocean Aquarium Centre, Kompleks Citra Mas Blok A No 1-3 Batam.

Resep Masakan Harris Resort Batam

RESEP masakan dari Harris Resort Batam. Kombinasi buah dan sayur yang banyak mengandung serat dan vitamin dengan daging yang mengandung banyak protein bisa mengenyangkan tapi tidak membuat gemuk.

Dengan bahan yang mudah diperoleh, mudah-mudahan semua bisa mencobanya di rumah. Selamat Mencoba!


Prawn Etouffe Piccadilo Style




Bahan:

5 ekor (200 gram) udang segar (ukuran-2)

2 sendok makan cabai bubuk

1 sendok teh oregano

1/2 gram daun basil segar

12 April 2008

Malas Bergerak Picu Beragam Penyakit

Foto by Internet
PERKEMBANGAN dunia teknologi harus diakui memberikan efek positif dan menguntungkan bagi manusia. Sebut saja kehadiran aneka gadget yang bisa dikendalikan dengan satu jari.Cukup menekan remote control, semua fasilitas bisa didapatkan.

Tak hanya gadget, kemajuan di bidang teknologi informasi juga membuat orang lebih cenderung memilih mengendalikan aneka keperluan dari rumah. Baik transaksi dengan perbankan, layanan pesan antar bahkan mengendalikan bisnis skala internasional pun dilakukan dari dalam rumah.

Perkembangan teknologi tersebut jelas sangat menyenangkan. Karena tanpa perlu susah-susah atau capek-capek, semua kebutuhan beres di ujung jari.

Polip Bisa Rusak Mata dan Sebabkan Meningitis

DERITA polip atau tonjolan daging yang jinak pada rongga hidung ternyata memiliki cukup banyak penyakit komplikasi yang mengikutinya. Tak hanya akan mengakibatkan peradangan sinus atau sinusitis, polip juga bisa merusak struktur tulang penderitanya.

"Keberadaan polip yang tak segera diatasi bisa mengakibatkan sinusitis atau peradangan sinus yakni rongga pada area hidung dan sekitar mata. Peradangan tersebut cukup berbahaya dan bisa berdampak pada kerusakan mata serta radang otak atau meningitis," dr Agus Subagio SpTHT, dokter spesialis THT Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Kenapa Pria Harus Sunat?


SIRKUMSISI atau biasa dikenal dengan khitan bukan sesuatu yang asing lagi. Sebab, di Indonesia tindakan tersebut merupakan hal wajar bahkan menjadi ritual yang wajib dijalani oleh anak laki-laki.

Meski dianggap relatif aman, tetapi sebenarnya sirkumsisi memiliki resiko serta komplikasi yang bisa menyertainya.

Karenanya tak mengherankan bila di Amerika, Inggris maupun Canada, praktisi medis harus memberitahu keuntungan dan resiko sirkumsisi pada keluarga pasien.

Pengetahuan tersebut diharapkan akan menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan apakah akan menjalani sirkumsisi atau tidak.

Pasien harus yakin akan akibat-akibatnya dan mereka juga dapat menentukan sendiri keputusannya karena sirkumsisi adalah merupakan suatu pilihan.

Namun di kerajaan Inggris, semua putra kerajaannya harus menjalani sirkumsisi sejak bayi. Hal tersebut dilakukan karena agama mereka yakni Anglican menganjurkan untuk melakukan sirkumsisi.

05 April 2008

Infeksi atau Kelainan Bawaan bisa Sebabkan Hidrosefalus

HIDROSEFALUS atau pembesaran kepala akibat kelebihan cairan otak merupakan penyakit yang kadang membuat miris saat kita melihat kondisi penderitanya. Bagaimana tidak, penyakit yang kerap menimpa bayi dan anak-anak ini membuat kepala penderita membesar seiring pertambahan cairan otak dalam kepala.

Sebenarnya, cairan otak memiliki manfaat penting untuk tubuh. Sepanjang jumlahnya tidak melebihi kapasitas serta tidak terjadi gangguan dalam sirkulasinya. Beberapa manfaat cairan otak tersebut antara lain, sebagai shock absorber, yakni mengurangi efek trauma dari luar.

Selain itu, sebagai buoyancy yang membuat otak terapung sehingga mengurangi beban otak dari 1.400 gram menjadi 50 gram. Hal itu penting untuk mengurangi penekanan atau geseran dasar otak dengan permukaan dasar ruang tengkorak yang tidak rata.

Selanjutnya, berfungsi seperti air kencing, yakni membuang produk sisa, termasuk obat-obatan yang berbahaya. Terakhir, cairan otak juga menjadi media transportasi hormon-hormon dan nutrisi yang diperlukan oleh sel-sel otak.

"Hidrosefalus merupakan suatu keadaan dimana terjadi gangguan aliran cairan di dalam otak. Gangguan itu mengakibatkan penumpukan cairan yang selanjutnya menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital,"terang dr Dewi Metta SpA, dokter spesialis anak RS Awal Bros Batam.

Mengenai penyebab hidrosefalus itu sendiri ada beberapa macam. Bisa karena kelainan bawaan, infeksi ataupun pendarahan. Kelainan bawaan bisa terjadi akibat adanya tumor otak. Keberadaan tumor tersebut akan menghambat sirkulasi cairan otak.

Sementara infeksi atau pendarahan pada otak akan mengakibatkan gangguan dalam proses penyerapan cairan ke pembuluh darah balik. Misalnya akibat radang selaput otak (meningitis) atau pendarahan akibat trauma.

"Akibat tidak lancarnya sirkulasi cairan otak tersebut, kepala bisa membesar oleh penumpukan cairan. Terutama kepala bayi di bawah dua tahun yang kondisi ubun-ubunnya belum menutup secara sempurna. Dan jika tidak segera ditangani bisa mengganggu perkembangan anak bersangkutan bahkan kematian,"jelasnya.

Sebab, penumpukan cairan otak itu akan mengganggu kinerja saraf-saraf penting pada tubuh. Baik saraf otak maupun saraf lainnya. Akibatnya, anak tidak akan bisa tumbuh secara normal dan maksimal sebagaimana anak seusianya. Bahkan, bila tak lekas ditangani, hidrosefalus bisa juga mengancam keselamatan jiwa penderitanya. (*)



Pantau Terus Perkembangan Lingkar Kepala

MENCEGAH lebih baik dibanding mengobati. Mengingat hidrosefalus merupakan satu keadaan di mana terjadi penumpukan cairan otak, maka mewaspadai tanda-tanda yang biasa menyertai derita hidrosefalus bisa menjadi langkah tepat.

"Salah satu gejala klinis hidrosefalus adalah pembesaran kepala akibat penumpukan cairan. Sehingga, setiap orang hendaknya lebih waspada bila anaknya mengalami perkembangan lingkar kepala yang melebihi angka normal,"terang dr Dewi Metta SpA.

Karenanya, penting untuk melakukan pengukuran lingkar kepala secara serial dan teratur guna mendeteksi sejak dini penyakit ini. Normalnya, perkembangan lingkar kepala bayi adalah dua sentimeter per bulan untuk 3 bulan pertama, 1 cm per bulan untuk 3 bulan kedua, dan 0,5 cm per bulan untuk 6 bulan berikutnya.

Gejala klinis lainnya adalah, ubun-ubun yang melebar dan menonjol, pembuluh darah di kulit kepala makin jelas, gangguan sensorik-motorik, gangguan penglihatan (buta), gerakkan bola mata terganggu (juling), terjadi penurunan aktivitas mental yang progresif.

Bayi juga akan lebih rewel, kejang, muntah-muntah, panas badan yang sulit dikendalikan, dan akhirnya gangguan pada fungsi vital akibat peninggian tekanan dalam ruang tengkorak berupa pernapasan lambat, denyut nadi turun dan naiknya tekanan darah sistolik.

"Bila orangtua masih ragu dengan gejala klinis yang biasa menyertai penyakit ini, bisa dilakukan pemeriksaan computerized tomography scan (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI). Pemeriksaan ini dapat mendeteksi struktur anatomi otak, dan penyebab hidrosefalus,"katanya.

Bila hidrosefalus yang dialami merupakan kelainan bawaan, bisa dideteksi sejak dalam kandungan. Yakni melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Saat dilakukan pemeriksaan, akan diketahui apakah perkembangan lingkar kepala janin normal atau tidak.

Lain halnya bila hidrosefalus merupakan akibat infeksi atau pendarahan. Kondisi ini biasanya terjadi ketika anak sudah lahir ke dunia. Sehingga, pemeriksaan medis perlu dilakukan untuk memastikan apakah anak memang terkena hidrosefalus atau tidak. (*)



Pembedahan hingga Pemasangan Shunt

UNTUK mengatasi derita hidrosefalus pada seseorang ada sejumlah cara yang bisa ditempuh. Tergantung kondisi penyakit serta kemampuan orang bersangkutan untuk mendapatkan penanganan medis.

"Hidrosefalus bisa juga diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan. Hanya saja konsumsi obat tersebut sifatnya hanya untuk memperlambat proses produksi cairan otak agar tidak memenuhi kepala,"terang dr Dewi Metta SpA.

Sedangkan penanganan yang paling mungkin untuk menyembuhkan hidrosefalus adalah tindakan pembedahan. Dalam proses pembedahan ini akan dibuat shunt atau pintasan untuk mengalirkan cairan otak di ruang tengkorak yang tersumbat ke tempat lain dengan menggunakan alat sejenis kateter berdiameter kecil.

"Melalui shunt tersebut, cairan otak yang menumpuk pada jaringan otak akan dialirkan sehingga tidak menekan otak serta saraf-saraf penting yang ada di kepala,"katanya.
Untuk menghindari efek reaksi pada tubuh, shunt ini dibuat dengan bahan yang inert seperti silikon. Dan dalam proses pembuatan shunt, selang tersebut akan ditanam pada jaringan otak, kulit, dan rongga perut.

Saat ini, produk selang pintasan semakin canggih. Mulai shunt yang dilengkapi klep sehingga tekanan aliran cairan otak dapat diatur. Ada juga yang dilapisi bahan antibakteri serta campuran materi khusus sehingga selang lebih awet, lentur, dan tidak mudah putus. (*)

Anggaran Rekreasi Perlu tapi Tak Wajib


LIBURAN atau rekreasi memang bukan sesuatu kebutuhan primer yang wajib untuk dilakukan setiap orang. Tapi bukan berarti liburan tidak diperlukan lho. Sebab, rutinitas yang dilakukan setiap hari pastinya akan membuat otak merasa lelah, jenuh atau bosan sehingga membutuhkan penyegaran. Salah satunya ya dengan berlibur.

Namun, bagaimana bila dana yang dimiliki tidak mencukupi untuk bisa berlibur?
Perencanaan pastinya menjadi solusi yang bisa dipilih. Sebab, meskipun labelnya berlibur, bukan berarti harus pergi ke luar negeri atau pergi ke tempat jauh yang otomatis akan menguras kantong.

02 April 2008

Wiranto Mendengar Aspirasi Rakyat

MUNGKIN ada yang berminat untuk mengikuti lomba ini. Lumayan, hadiahnya umroh atau uang tunai. Serunya lagi ada grand prize senilai Rp 50 juta. Woow...

Sayembara penulisan dengan tema "Saatnya Rakyat Bicara Soal Kemiskinan" ini bisa diikuti wartawan, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum.

Syarat lomba:

1. Tulisan berupa artikel sepanjang tiga halaman ukuran kertas A4

2. Diketik dengan spasi 2, ukuran huruf 12

3. Khusus wartawan, tulisan sebelumnya sudah harus dimuat di media.

4. Pengiriman naskah paling lambat 20 Juli 2008 ditujukan ke alamat Po Box 3000 Jakarta 13000.

Hadiah:

1. Tiga pemenang akan mendapatkan paket umrah atau uang tunai masing-masing Rp 15 juta.

2. Bantuan kesehatan bagi 16 pemenang masing-masing Rp 3 juta.

3. Khusus pelajar dan mahasiswa, tersedia 32 beasiswa masing-masing senilai Rp 3 juta

4. 48 bantuan modal kerja masing-masing Rp 3 juta.

5. Pemenang utama akan mendapatkan hadiah Rp 50 juta dan trophy "Wiranto Mendengar Aspirasi Rakyat".


Dikutip dari www.hanura.com

Jepit Cantik untuk 'Abang'





BEBERAPA waktu lalu, di sela pemotretan di Golden Truly Batam, iseng2 aku liat2 koleksi aksesori yang dijual di salah satu counter aksesori department store ini. Wuuihhh...koleksinya lucu2 banget. Khususnya bagi anak balita..

Nggak cuma warnanya aja yang ngejreng, modelnya juga chic habis. Cuma, sayang banget...jepit yang super cantik itu nggak bisa aku boyong kerumah. Meskipun aku punya putri kecil yang pasti akan keliatan lucu pake jepit2 itu. Secara, dia adalah gadis kecil yang punya rambut tipiiiiss habis.

Kalopun aku paksain pake jepit rambut, pasti akan langsung melorot dan jatuh. Itu karena, aku udah bereksperimen dengan banyak model jepit di rambutnya. Alhasil, koleksi jepit yang pernah aku beli untuk 'anak gadis' justru jadi aksesori jilbab mommy nya... hehehehe...lumayan berhemat

Walau berguna bagi si mommy, tapi tetap aja aku pengen beli jepit2 cute yang bertebaran di seantero mal buat putri kecilku. Mmmmm....gimana kira2 ya wajahnya kalo dia punya rambut panjang dan hitam berhias jepit warna-warni??????!!!@@@@##%%%

Pernah sih, mo beli topi atau bandana yang ada rambut palsu yang kriwil2. Tapi, hihihihi.... suami langsung protes keras... HARAM katanya!!! (hehehehe...becanda, nggak segitunya kaleee).

Saking tipisnya rambut bocah kecil yang satu ini, banyak orang yang sering salah sebut lho!! ada yang bilang abang atau tole....Mulai tetangga baru, tukang sayur, tukang jamu, temen bokap and nyokap dia (alias temen kami), dan banyak lagi. Bahkan pengasuhnya aja baru ngeh kalo dia cewek setelah beberapa waktu ngobrol ama dia. Wuuuihhhh...

Karna banyak banget yang suka salah, aku menumpahkan 'kesalahan' itu dalam coretan (eh ketikan maksudnya) dan mengirimkannya ke Majalah Wanita Femina. Eh, tak taunya dimuat. hihihi...lumayan honornya bisa untuk beli DVD player Echa...




Ini dia hasil coretan yang dimuat di Femina No.04/XXXVI. 24-30 Januari 2008



SI ABANG

SEJAK tahu hamil, suami sudah ingin punya anak perempuan. Jadi walau dokter sudah bilang berkali-kali bahwa anak kami perempuan, tetap saja suami bertanya. “Takut Dokter salah,”kilahnya, suatu ketika.

Dan benar saja…yang lahir bayi perempuan. Kelahiran si Dedek, begitu kemudian kami menyapanya, membuat kami senang. Apalagi, di keluarga besar kami banyak yang menginginkan anak cewek tapi belum ada yang dikabulkan...

Bahkan, saking gemes karena ketiga anaknya laki-laki, kakak ipar nekat memberi nama anak bungsunya dengan nama cewek. Waduh segitunya….

Walau lahir cewek seperti keinginan kami, ternyata tak membuat suami jadi suka mendandani Dedek dengan pakaian perempuan. Baju cantik dengan tali satu yang mahal-mahal kubeli nggak boleh dipakein.

“Jangan didandani aneh-aneh lah… pake kaos ama celana pendek aja biar simple! Pakai baju seksi nanti masuk angin,”kata suami saat melihat aku sibuk mendandani si Dedek.
“Lho, kan dia cewek. Ya pake baju cewek lah… masak pake baju cowok gitu. Gimana mau kelihatan cantik,”kataku, ngotot.

Tapi, karena malas ribut, akhirnya si Dedek yang belum bisa protes (karena umurnya belum genap setahun) tetap didandani ala cowok. Pake kaos oblong plus celana pendek atau celana panjang.

Karena keseringan pake kaos plus celana akhirnya sebutan si Dedek pun berubah jadi si abang. Kok bisa? Ya terang aja karena putri kami memang rambutnya tipis hingga sangat mirip laki-laki. Makin mirip karena dandanannya yang cenderung ala cowok.

Untuk ‘menjelaskan’ ke publik kalau Dedek adalah anak perempuan, kami sempat memasang anting-anting di telinganya. Tapi belum seminggu dipasang, ia sudah sibuk menarik-narik perhiasan wanita itu, sampai copot. Alhasil, karena takut luka, akhirnya kami mengalah dan melepas lagi anting-anting itu.

“O… mungkin kalau anakku rambutnya lebat bisa keliatan kayak cewek,”begitu pikirku.
Untuk merangsang pertumbuhan rambut dedek, berbagai cara kulakukan. Ngolesin lidah buaya, daun seledri, sampe minyak kemiri yang kubuat sendiri.

Tapi, boro-boro rambut jadi lebat, yang ada juga kepala si dedek malah hitam-hitam kena angus yang berasal dari bakaran kemiri. Karena nggak ada hasil, akhirnya aku menyerah membuat aneka ramuan yang katanya manjur untuk melebatkan rambut.

“Kalau sering digundul, rambut bisa lebat lho! Jadi digundulin aja,”saran mertua suatu hari.

Walau sebenarnya nggak tega melihatnya tampil plontos kayak pak Ogah, akhirnya kami menuruti kata mertua dan menggunduli rambut dedek. Padahal, awalnya kami bertahan tak mau mencukur habis rambutnya bahkan juga di awal kelahirannya.

Tapi karena ingin melihatnya punya rambut panjang sebagaimana anak perempuan, Kami membabat habis rambut tipis putri kami tepat di ulangtahunnya yang pertama.

Hanya setelah digundul, rambut bukannya tambah lebat tapi wajah dedek jadi makin kelihatan kayak laki-laki. Plus kepala yang plontos dan ‘gaya busana’-nya cenderung laki-laki. Maka makin membuat orang berpikir kalau ia adalah seorang anak laki-laki, dan karena itu pantas dipanggil Abang.

“Ih anaknya lucu ya, sebesar anak saya. Tapi anak saya cewek,”komentar seorang ibu, di klinik. “Ini cewek juga kok bu,”ujarku agak kurang senang.

Makin hari jadi makin banyak orang yang menyapanya Abang. Misalnya saja, “Abang mau kemana? Abang lagi makan ya?” dan banyak komentar lain yang menggunakan panggilan… Abang… Abang… dan Abang….Bahkan ada juga yang saling berbisik “Itu anak cowok atau cewek sih?”. Uuughf…

Kadang-kadang saking kesalnya, Tante Ade yang bertugas mengasuh Dedek nggak lagi menyahuti panggilan para ibu yang memanggil Dedek dengan sebutan abang. “Capek jelasinnya!”jawabnya, manyun, saat kutanyakan kenapa nggak dijelasin kalau Dedek anak cewek.

Paling-paling si Tante buru-buru ngajak dedek pergi sambil menyebut namanya. “Ayo Echa kita pulang sayang”.

“Kok cowok namanya Echa?”selidik para ibu lagi . Cape deh…

Akhirnya, untuk menghindari salah persepsi, pola kostum harian Dedek kuubah jadi pakaian yang bener-bener mencitrakan sosok anak perempuan. Kerap kupakaikan ia baju terusam atau rok yang cewek banget.

Tapi cara itu juga bukan solusi jitu menjawab salah persepsi para ibu. Bahkan, justru celetukan orang semakin bikin jengkel.
“Kok anak cowok didandani kayak cewek sih!” Nah loh….

Melihat kejengkelanku karena orang selalu salah sebut, suami hanya senyum-senyum saja. “Kalau orang nggak percaya Dedek perempuan buka aja bajunya. Kan cowok ama cewek beda,”katanya enteng. Uh….. (*)