05 April 2008

Anggaran Rekreasi Perlu tapi Tak Wajib


LIBURAN atau rekreasi memang bukan sesuatu kebutuhan primer yang wajib untuk dilakukan setiap orang. Tapi bukan berarti liburan tidak diperlukan lho. Sebab, rutinitas yang dilakukan setiap hari pastinya akan membuat otak merasa lelah, jenuh atau bosan sehingga membutuhkan penyegaran. Salah satunya ya dengan berlibur.

Namun, bagaimana bila dana yang dimiliki tidak mencukupi untuk bisa berlibur?
Perencanaan pastinya menjadi solusi yang bisa dipilih. Sebab, meskipun labelnya berlibur, bukan berarti harus pergi ke luar negeri atau pergi ke tempat jauh yang otomatis akan menguras kantong.


Bersantai di pantai di beberapa sudut Batam bersama keluarga juga bisa menjadi saat berlibur yang menyenangkan. Hanya saja, sekali-kali boleh dong liburan yang agak jauh misalnya keluar kota atau keluar negeri. Nah, bila Anda sekeluarga berencana untuk berlibur ke suatu tempat ada baiknya melakukan hitung-hitungan biaya yang akan diperlukan selama liburan.

"Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk pergi berlibur. Mulai dari tujuan liburan itu sendiri apakah di dalam kota, luar kota atau luar negeri, berapa anggota keluarga yang akan ikut, berapa biaya yang dibutuhkan dan sebagainya. Perhitungan ini penting agar semua anggaran bisa terpenuhi," jelas dr Ratna Istiastuti membagi pengalamannya.

Persiapan dana itu sendiri bisa dilakukan dengan membuat anggaran secara khusus setiap bulannya. Misalnya dengan menyisihkan 10 persen dari penghasilan per bulan. Selain menabung, program penghematan serta pencarian dana tambahan juga bisa ditempuh sebagai upaya memenuhi jumlah anggaran yang dibutuhkan.

"Untuk mengurangi pengeluaran agar bisa digunakan untuk liburan panjang, sebisa mungkin manfaatkan liburan yang singkat misalnya hanya satu atau dua hari dengan berlibur di dalam kota atau melakukan aktifitas di rumah saja. Dengan begitu, pengeluaran bisa ditekan agar bisa ditabung untuk liburan panjang," ujar pemilik Klinik Batavia ini.

Selain perhitungan biaya-biaya yang dibutuhkan baik biaya transportasi, akomodasi, makan, oleh-oleh, atau biaya-biaya lainnya, keberadaan dana cadangan selama berlibur tak boleh diabaikan. Hal ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang terjadi di luar perkiraan. Sehingga, jangan sampai judul awalnya liburan akhirnya menjadi pengalaman buruk hanya gara-gara kehabisan dana di tengah jalan.

"Dana cadangan bisa diantisipasi melalui kartu kredit atau kartu debit. Kedua kartu ini akan sangat membantu kita saat tidak sedang memegang uang tunai di tangan. Hanya saja, untuk menghindari pembengkakan pengeluaran menggunakan kartu kredit sebaiknya perhitungkan secara masak sebelum menggunakan kartu tersebut," saran Nana, sapaan akrab dr Ratna.(*)



Sesuaikan dengan Anggaran Tersedia

SIAPA sih yang tak ingin berlibur ke Disney Land Hongkong atau keliling Eropa? Pasti semua ingin bisa menghabiskan masa liburan di tempat yang terkenal indah tersebut. Hanya saja, semua keinginan yang dimiliki harus realistis. Termasuk dalam hal kepemilikan dana untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Kalau memang dana yang tersedia hanya bisa berlibur ke Singapura, kenapa harus memaksakan diri untuk bisa berlibur ke tempat yang lebih jauh. Karena semakin jauh tujuan rekreasi yang akan didatangi, secara otomatis biaya yang dibutuhkan juga akan semakin besar.

Ke manapun tujuan rekreasi yang kita pilih, yang paling penting adalah makna dari liburan itu sendiri yakni penyegaran pikiran dan menyenangkan hati. Kalau misalnya kita memaksakan diri pergi ke tempat jauh yang menghabiskan banyak dana, bukan rasa segar pada otak yang didapatkan tapi justru beban untuk mengembalikan dana yang telah terpakai tersebut.

"Saat memutuskan ingin berlibur, biasanya kita menentukan dulu tujuan liburan yang dipilih. Selanjutnya baru kita sediakan dana yang bakal dibutuhkan untuk bisa menghabiskan waktu di tempat tersebut," jelas dr Ratna Istiastuti.

Hanya saja, jika memang anggaran yang dimiliki masih belum bisa mewujudkan impian ke suatu tempat, sebaiknya kita menyesuaikan besarnya anggaran yang dimiliki dengan tujuan mana yang bisa didatangi. Dengan begitu, selepas liburan kita tak perlu pusing memikirkan besarnya biaya yang harus diganti.

"Kalaupun kita ingin sedikit memaksakan diri untuk tetap berlibur ke tempat yang diinginkan, maka langkah terbaik adalah dengan mengencangkan ikat pinggang dan berhemat agar cita-cita bisa terpenuhi," katanya. (*)



Pastikan Fasilitas Paket Wisata yang Dipilih Sesuai

BILA Anda ingin menghabiskan liburan dengan mengikuti paket wisata yang banyak ditawarkan tour and travel, ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Sebab, yang namanya paket, pasti ada fasilitas yang diberikan dan ada juga yang tidak.

"Dalam setiap tawaran paket wisata, biasanya tour and travel membuat paket dengan fasilitas yang berbeda. Semuanya tergantung kebijakan tour and travel bersangkutan. Sehingga, sebelum memilih paket wisata yang akan diambil, ada baiknya meneliti secara jeli apa saja fasilitas yang ditawarkan," ungkap Ade Syarifah, pemilik Fantastik Tour and Travel Batam.

Perlunya meneliti tawaran fasilitas yang diberikan tersebut sangat terkait dengan besarnya dana yang harus disiapkan di luar harga paket wisata yang harus dibayarkan. Misalnya saja, paket wisata yang ditawarkan apakah sudah termasuk, makan, akomodasi, tiket masuk obyek wisata, serta fasilitas lainnya.

Jika harga yang harus dibayar sudah masuk semua fasilitas di luar kebutuhan pribadi seperti shopping, maka yang harus dipersiapkan adalah anggaran untuk shopping, beli oleh-oleh atau souvenir, dan dana cadangan sebagai pegangan selama masa liburan.

"Bila kita tidak jeli meneliti tawaran dalam paket, bisa-bisa liburan terganggu gara-gara tak bisa masuk obyek wisata lantaran uang habis, atau tak bisa beli oleh-oleh karena dana untuk oleh-oleh digunakan untuk membayar biaya masuk obyek wisata," jelasnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda