12 April 2008

Kenapa Pria Harus Sunat?

*Penting untuk Buang Kotoran dan Tingkatkan Sensitifitas

SIRKUMSISI atau biasa dikenal dengan khitan bukan sesuatu yang asing lagi. Sebab, di Indonesia tindakan tersebut merupakan hal wajar bahkan menjadi ritual yang wajib dijalani oleh anak laki-laki.

Meski dianggap relatif aman, tetapi sebenarnya sirkumsisi memiliki resiko serta komplikasi yang bisa menyertainya. Karenanya tak mengherankan bila di Amerika, Inggris maupun Canada, praktisi medis harus memberitahu keuntungan dan resiko sirkumsisi pada keluarga pasien.

Pengetahuan tersebut diharapkan akan menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan apakah akan menjalani sirkumsisi atau tidak. Pasien harus yakin akan akibat-akibatnya dan mereka juga dapat menentukan sendiri keputusannya karena sirkumsisi adalah merupakan suatu pilihan.

Namun di kerajaan Inggris, semua putra kerajaannya harus menjalani sirkumsisi sejak bayi. Hal tersebut dilakukan karena agama mereka yakni Anglican menganjurkan untuk melakukan sirkumsisi.

Sirkumsisi atau khitan biasanya dilakukan pada pria. Pengertiannya adalah pemotongan sekitar 25 hingga 50 persen bagian kulit dari batang penis. Tujuannya adalah untuk membuang lapisan kulit yang bisa mengandung kotoran. Fungsi lainnya adalah untuk meningkatkan sensitifitas saat berhubungan suami istri.

"Penting bagi orang awam untuk mengerti dan memahami kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Akibat sirkumsisi. Dan komplikasi yang terjadi pada anak-anak justru akan lebih besar dibandingkan orang dewasa" ujar dr Syamsuhadi SpU, dokter spesialis Urologi RS Awal Bros Batam.

Hal ini dikarenakan pelekatan kulit pada ujung batang penis pada anak-anak masih sangat lekat dan cenderung lebih harus hati-hati dibandingkan dengan kulit pada ujung penis pria dewasa yang lebih mudah lepas karena tidak terlalu lekat lagi.

Sirkumsisi biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal pada batang penis, kecuali pasien meminta untuk dibius umum. Penjahitan luka yang benar tidak akan menimbulkan efek apapun. Bahkan pada orang dewasa bisa langsung melakukan aktifitas maupun pekerjaan setelah selesai disirkumsisi. (*)



Khitan juga Bisa Munculkan Komplikasi

MENGINGAT banyaknya komplikasi yang bisa saja muncul setelah dilakukannya sirkumsisi terutama bila proses tidak berjalan secara benar, ada baiknya kita mengetahui apa saja yang dapat terjadi sebagai resiko dilakukannya sirkumsisi.

Berikut beberapa komplikasi yang mungkin saja muncul pasca dilakukannya sirkumsisi:

1. Infeksi karena luka yang tidak kering

2. Kesulitan buang air kecil karena terjadi sumbatan oleh luka

3. Luka bakar apabila menggunakan teknik seperti laser

4. Gangguan saluran pernafasan karena infeksi yang ditimbulkan menimbulkan alergi

5. Gangguan saluran pencernaan karena adanya gangguan pengeluaran air seni atau saluran kemih

6. Phimosis atau gangguan pada saluran pembuangan kencing yang tidak normal karena lubang saluran urethralnya berubah

7. Keloid atau bekas luka yang tidak mau hilang atau sifatnya menetap atau menghitam. (*)



Wanita Nggak Perlu Dikhitan

SELAIN pria, sirkumsisi atau khitan juga ada yang dilakukan pada wanita. Hanya saja, sirkumsisi pada wanita biasanya dilakukan atas dasar kepercayaan saja, namun sekarang umumnya sudah tidak dilakukan lagi.

"Sirkumsisi pada wanita dilakukan dengan hanya memotong sedikit bagian pada bagian klitoris di vagina. Dengan demikian para wanita saat berhubungan suami istri juga akan lebih terangsang dan cepat mencapai kepuasan," ujar dr Syamsuhadi SpU, dokter spesialis Urologi RS Awal Bros Batam.

Berbeda dengan sirkumsisi pada laki-laki, sirkumsisi pada wanita tidak dianjurkan secara medis. Selain karena dasar agamanya tidak ada, sirkumsisi pada wanita juga terbukti tidak membawa manfaat apa-apa untuk kesehatan.

Malah jika terlalu banyak bagian klitoris yang terbuang, dapat menyebabkan disfungsi seksual pada si anak kelak, sehingga tentu menurunkan kualitas hidupnya. Itulah makanya sekarang ini sirkumsisi pada wanita tidak dilakukan lagi.

Lain halnya dengan sirkumsisi pada wanita, sirkumsisi pada pria justru membawa manfaat yang cukup banyak. Termasuk dalam hal pencegahan penyakit berbahaya seperti kanker. Itu karena sirkumsisi dapat menurunkan risiko kanker penis.

Tak hanya menurunkan risiko terinfeksi HPV, khitan yang bermanfaat menghilangkan tumpukan kotoran akibat terhalang kulit juga mencegah peradangan kronis. Sebagaimana diketahui, peradangan kronis pada penis dapat memicu timbulnya kanker penis.

Perlu diketahui juga bahwa infeksi HPV merupakan salah satu penyebab terjadinya kanker leher rahim. Sehingga sunat akan menurunkan risiko kanker leher rahim pada pasangan karena menurunkan risiko infeksi HPV pada penis. (*)

6 komentar:

  1. iyah sunat sebenarnya baik. di luar masalah agama. saya juga belom lama ini baru saja menjalankan sunat walau memang sudah dewasa. hehehe.. tapi teman2 bilang dari pada tidak ya lebih baik sunat.. walau juga saya bukan muslim.

    BalasHapus
  2. mbak saya umur 22 belum sunat dan ingin di sunat...
    saya mau tanya donk :
    1. manfaat sunat?
    2. metode yang sebaiknya saya pilih karena saya sudah dewasa?
    3 saya trauma dengan dokter laki2 waktu kecil, ada info mengenai dokter wanita yang bisa sunat ga? di jakarta?
    4 efek samping sunat karena saya sudah dewasa?

    bls via e-mail saja ya...

    bima.senopati@gmail.com

    trims

    BalasHapus
  3. mBak setuju gak kalo di bilang pada dasarnya lelaki itu takut disunat?
    ref=
    http://radesya.com/2008/08/akhirnya-temanku-berani-di-sunat/

    BalasHapus
  4. Ya pasti lah smua cwo jg takut dsuanat.Makin dewasa ia akan disunat otomatis makin besar rasa takutnya. Cz bgmn nggak, cwo harus ngejalanin operasi pemotongan bagian yg sensitif diujung alat kelaminnya. Belom lg harus ngerasain sakit plus ngliat operasi sunatnya.

    BalasHapus
  5. Hehee..jadi inget teman kuliah ku waktu mau disunat, secara fisiknya sudah sempurna seperti laki2 dewasa. Trauma sama dokter cowo yg kurang ramah, dia milihnya sama dokter cewe, nah pas mau diperiksa sama perawat (cewe juga). Maaf (batang penisnya) membesar dan mengeras, terus perawat lapor dokter, dokternya sambil senyum2 gitu bilang." mba tolong 'dikeluarin' dulu krn sirkumsisi tak blh dilakukan pada saat penis tegang, bisa bleeding dan beresiko tinggi.
    Beruntung banget tuh temen gw, 'dikeluarin' gratis, hahaha

    BalasHapus
  6. Ada untungnya sih disunat sama dokter cewe ;)

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda