10 Mei 2008

Aqiqah tak Perlu Mewah


Foto: Ilustrasi/Internet
BAGI umat muslim, menggelar aqiqah sebagai bentuk rasa syukur setelah mendapatkan momongan bukanlah sesuatu yang aneh. Sebab, bersedekah pada hari ke tujuh kelahiran anak dengan dua ekor kambing jika lelaki dan seekor kambing jika perempuan tersebut merupakan ajaran agama yang hukumnya sunah muakad.

"Sunnah muakad merupakan sunah yang dituntut tapi bukan sesuatu yang wajib untuk dilakukan. Sehingga, aqiqah hukumnya tidak wajib sama seperti ber-qurban," jelas Asyari Abbas, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepri.

Penyembelihan kambing untuk aqiqah diutamakan dilakukan pada hari ketujuh sesudah kelahiran. Ini jika sanggup. Kalau tidak, boleh pada hari kedua puluh satu dari hari kelahirannya. Jika tidak sanggup pula, boleh kapan-kapan saja.

Baca Juga:
Batuk Pilek tak Diobati bisa Sebabkan Radang Telinga
Menghadapi Suami Genit Suka Merayu Wanita

"Aqiqah merupakan bentuk syukur yang dilakukan orangtua untuk anaknya. Berbeda dengan qurban yang boleh dilakukan anak untuk orangtuanya. Bila usia anak sudah tahunan disarankan untuk melakukan qurban saja," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, daging aqiqah dianjurkan untuk dimasak dengan bahan yang manis. Dengan harapan akan tercipta kemanisan akhlak bayi. Dan yang lebih utama ialah mengirimkan kepada kaum fakir miskin dalam keadaan yang sudah masak.

Menurut Imam Syafi'i boleh juga kita mengundang fakir miskin datang ke rumah kita untuk menikmati daging aqiqah tersebut. Sedangkan daging aqiqah boleh dimakan oleh orang yang melakukan aqiqah dan disedekahkan kepada fakir miskin dan boleh juga diberi dalam keadaan sudah masak.

Mengingat aqiqah membutuhkan dana untuk merealisasikannya, pasangan orangtua yang ingin menggelar walimah aqiqah hendaknya mempersiapkan anggaran secara matang. Sehingga, acara bisa berlangsung secara baik.

"Karena aqiqah dapat dilakukan pada waktu-waktu keutamaan seperti hari ketujuh sesuadah kelahiran dan juga pada waktu lain di luar waktu keutamaan, orangtua bisa menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan tingkat kemampuan orang tua anak bersangkutan," terang Lusiana, pengamat keuangan keluarga kota Batam.

Sebelum mempersiapkan biaya aqiqah, orang tua sebaiknya mengutamakan biaya-biaya terkait proses kelahiran anak terlebih dulu. Sebab, biaya yang dibutuhkan pada saat tersebut biasanya tidak sedikit. Apalagi bila ada biaya tak terduga.

Misalnya biaya kemungkinan untuk operasi caesar, biaya-biaya perawatan bayi serta biaya lain di luar perkiraan. Setelah biaya-biaya tersebut dipertimbangkan barulah kita mempertimbangkan biaya untuk akikah anak yang baru dilahirkan tersebut.

Bagi yang memiliki anggaran terbatas bisa menggelar acara aqiqah secara sederhana saja. Misalnya dengan mengolah daging aqiqah dan mendistribusikan pada pihak yang berhak menerimanya.

"Semuanya tergantung kepada kemampuan orang tua dari anak tersebut. Namun hal ini bukan berarti kita menjadi boleh boros dan melakukan pengeluaran yang tidak terkendali yakni menggelar aqiqah secara mewah. Karena yang terpenting adalah tujuan utama menggelar aqiqah sebagai bentuk rasa syukur," terangnya. (*)



Manfaatkan Pengelolaan Pihak Ketiga

BAGI orangtua yang memang sudah berniat menggelar aqiqah bagi anaknya bisa melakukan perencanaan sejak anak masih dalam kandungan. Apalagi, saat ini alat medis yang ada sudah mampu memprediksikan jenis kelamin anak yang bakal lahir.

"Kecanggihan teknologi memudahkan orangtua untuk mempersiapkan anggaran untuk membeli kambing. Apakah harus membeli satu kambing atau dua kambing disesuaikan jenis kelamin anak," ungkap Lusiana, pengamat keuangan keluarga kota Batam.

Selain anggaran pembelian kambing, orangtua juga bisa mulai menghitung-hitung anggaran yang dibutuhkan sebagai biaya pengolahan serta biaya pendukung lainnya. Jika aqiqah ingin dilaksanakan di rumah bersamaan dengan doa selamat atas kelahiran anak tersebut, maka perlu juga dipertimbangkan biaya konsumsi lainnya yang akan timbul.

"Pertimbangkan juga biaya untuk memasak bahan makanan lainnya, seperti nasi dan lauk pendukung lainnya. Sebab, biasanya dalam satu acara aqiqah kerap didampingi hidangan lainnya selain masakan daging kambing. Kecuali orangtua hanya mengolah daging aqiqah dan mendistribusikannya pada pihak yang berhak," ungkapnya.

Bagi yang memiliki waktu banyak serta tenaga cukup untuk mempersiapkan sendiri acara aqiqah, tak ada salahnya untuk melakukannya sendiri. Tapi ada hal yang patut dicermati bahwa perlu kontrol pengeluaran keuangan yang baik. Sebab, bila tidak dikontrol maka pengeluaran yang dikeluarkan akan jauh lebih besar dibanding bila diserahkan kepada pihak ketiga.

"Namun bagi yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan tenaga maupun dana akan lebih efisien menyerahkan pengurusan pelaksanaan aqiqah pada pihak ketiga. Itu karena kita dapat mengontrol budget yang akan kita keluarkan. Sehingga dapat membantu dalam menghindari pengeluaran tidak terduga dan tidak terkendali," jelasnya. (*)



Variasikan Menu Hidangan

TERKADANG aqiqah merupakan saat yang sekaligus dijadikan momen syukuran setelah mendapatkan momongan. Dan sebagaimana layaknya acara syukuran, acara ini biasanya digelar dengan menyajikan hidangan bagi para tamu.

Mengingat dalam acara aqiqah, daging yang dimasak boleh dinikmati siapa saja termasuk keluarga maupun orangtua anak yang diaqiqah sebaiknya tak perlu ada penambahan jumlah kambing.

"Terkadang ada orang yang berfikir untuk menambah jumlah kambing agar hidangan daging kambing untuk syukuran bisa lebih banyak. Tapi mengingat harga kambing di Batam sudah cukup mahal, penambahan kambing tersebut sebaiknya dipertimbangkan," jelas Lusiana.

Sebagai gambaran, untuk mendapatkan seekor kambing di Batam pembeliannya dihitung dalam satuan kilogram berat kambing. Dan harganya berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogramnya (berat kotor kambing hidup).

Jika jumlah kambing ditambah lagi, maka besarnya anggaran yang harus disiapkan akan jauh lebih besar. Selain itu, menu yang dihadirkan sebagai sajian juga akan lebih monoton yakni hidangan berbahan dasar.

"Sebagai alternatif, anggaran yang akan dijadikan dana untuk membeli kambing tambahan dapat dialihkan untuk menambah variasi hidangan dengan menu yang lain. Jadi tamu yang ingin menikmati hidangan selain kambing memiliki pilihan. Termasuk orang yang memang tak bisa mengkonsumsi daging kambing," sarannya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda