12 Mei 2008

Jangan Paksa Anak Membaca Sebelum Waktunya

SETIAP orangtua pasti akan bangga memiliki anak bawah tiga tahun (batita) sudah lancar membaca buku atau koran. Sebab, dengan modal kemampuan tersebut diharapkan anak bisa lebih mudah bersaing di masa mendatang.

Hanya saja, terkadang banyak orangtua yang cenderung memaksa anak untuk cepat belajar membaca, menulis bahkan berhitung sebelum anak siap secara fisik dan mental. Jika sudah begitu biasanya bukan kepandaian yang ditunjukkan anak tapi justru rasa trauma.

"Sekarang ini ada kecenderungan orangtua lebih cepat mengajarkan membaca dan menulis pada anak. Dengan harapan anak sudah siap saat masuk sekolah dasar. Hal ini sah-sah saja jika memang anak telah siap dan dilakukan dengan cara yang benar," jelas Evy Rakryani, Psikolog anak kota Batam.

Namun yang patut diingat oleh orangtua adalah jangan pernah memaksa anak untuk duduk diam mempelajari berbagai materi yang diinginkan orangtua. Sebab, tindakan ini akan membuat anak trauma dan biasanya anak justru menolak untuk belajar.

"Tugas orangtua hanya memberikan stimulasi pada anak. Stimulasi seperti mengenalkan huruf, angka, bisa dilakukan sejak dini tapi tak boleh dipaksakan. Apakah anak akan merespon orangtua atau tidak saat mengenalkan huruf dan angka hal itu mutlak hak anak," jelasnya.

Jika anak merespon berarti anak memiliki minat dan siap belajar. Namun bila anak tak merespon berarti belum ada minat dari anak atau belum saatnya anak untuk belajar. Proses stimulasi yang diberikan juga harus bersifat ringan. Misalnya dengan pengenalan lewat lagu atau menyanyi bersama.

"Orangtua tak boleh marah jika anak tidak memberikan perhatian saat orangtua mengenalkan huruf. Karenanya agar anak memberi perhatian pilihlah momen yang paling tepat di mana anak memang tidak sedang memperhatikan hal lain," jelas Evy.

Sebenarnya pemberian stimulasi sudah bisa dilakukan sejak anak dalam kandungan yakni dengan membacakan cerita. Setelah anak lahir, pembacaan cerita bisa tetap dilanjutkan dengan ditambahi pengenalan huruf atau angka bila anak sudah siap yakni sekitar umur dua tahun.

Lantas, apa sebenarnya tanda-tanda anak siap untuk belajar? Menurut Evy, kesiapan anak bisa dilihat jika anak sudah bisa duduk diam atau tidak banyak berlarian dan bergerak. Tanda lainnya adalah anak merespon ketika diberikan stimulasi.

"Saat mulai mengenalkan huruf mulailah dengan huruf kecil bukan huruf kapital. Hal ini dimaksudkan karena ada empat huruf yang harus dibedakan anak. Yakni b,d,p, dan q. Keempat huruf ini memiliki bentuk yang hampir mirip dan dibolak-balik. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda