17 Mei 2008

Saat Tepat Ambil Cuti

Foto by internet
RASANYA jenuh sekali saat harus memulai hari baru dengan menjalani rutinitas di kantor. Pekerjaan yang sama, ketemu orang yang sama dan bla bla bla yang semuanya memunculkan rasa enggan untuk melangkahkan kaki menuju kantor.

Jika sudah begitu, mengambil cuti merupakan langkah yang paling bijak. Sebab, bagaimana pun juga bila seseorang tetap memaksakan diri untuk bekerja di saat rasa jenuh mendera pekerjaan yang dihasilkan juga tak akan maksimal.

"Ketika seseorang berada di titik jenuh sebaiknya segera mengambil cuti untuk menyegarkan kembali pikiran serta menghilangkan kepenatan yang ada," jelas Rostina Tonggo Morito, HR Consultant dan Praktisi di PT Tunaskarya Indoswasta Batam.


Mengenai berapa lamanya waktu ideal masa pengambilan cuti, menurut Rostina, semua itu tergantung kemampuan orang bersangkutan untuk menyegarkan kembali pikirannya. Hanya saja, untuk menghindari habisnya jatah masa cuti sebelum datangnya kembali masa cuti baru, sebaiknya jangan menghabiskan masa cuti sekaligus dalam satu waktu.

"Dalam dunia kerja mood bekerja sering hilang timbul. Sehingga bila masa cuti langsung dihabiskan dalam satu waktu dikhawatirkan saat mood sedang jelek kita tak memiliki lagi hak cuti untuk memulihkan kembali mood kerja," terangnya.

Bukan hanya itu, habisnya masa cuti juga akan menyulitkan kita saat memiliki kepentingan mendesak. Kalaupun ada perusahaan yang memberikan kesempatan cuti tanpa digaji, tetapi hal itu sifatnya kebijakan dan bukan menjadi hak mutlak pekerja. Sehingga, bila manajemen tidak meloloskan permintaan cuti tak bergaji, kita akan mengalami kesulitan untuk bisa mendapat cuti.

Pengambilan masa cuti sekaligus dalam satu waktu sebaiknya hanya dilakukan ketika ada rencana perjalanan dalam jangka waktu lama. Misalnya pulang kampung atau libur tahunan. Sebab, bila cuti diambil dalam jangka waktu pendek misalnya satu atau dua hari saja, dikhawatirkan acara akan terganggu.

Selain itu, pengambilan masa cuti lama juga bisa dilakukan bila cuti yang diambil mendekati pergantian masa cuti dari tahun sebelumnya ke tahun selanjutnya. Menghabiskan masa cuti di akhir periode ini justru langkah tepat menghindari hangusnya masa cuti lama.

Dan bila kita membutuhkan masa cuti lagi beberapa bulan kemudian, tak perlu khawatir karena pergantian periode telah memberikan kesempatan seseorang mendapatkan masa cuti periode baru untuk tahun yang baru. (*)



Digabung Hari Libur Biar Cuti Lebih Panjang

MEMILIKI masa cuti selama 12 hari selama satu tahun rasanya masih kurang untuk bisa menyegarkan pikiran, liburan atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga. Tetapi dengan pengelolaan yang baik sebenarnya masa cuti tersebut bisa menjadi saat yang berarti baik bagi diri sendiri maupun keluarga.

"Untuk memperpanjang libur yang diambil tanpa harus menghabiskan masa cuti yang menjadi hak kita, sebaiknya pengambilan cuti dilakukan berdekatan dengan hari off atau libur mingguan. Selain itu, bisa juga dengan mengambil cuti berdekatan dengan libur nasional. Sebab, libur nasional tidak dihitung dalam jumlah cuti yang diambil," terang Rostina Tonggo Morito.


Hanya saja, agar perpanjangan masa libur yang kita ambil nantinya tidak berlalu sia-sia, sebaiknya kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama cuti sudah dipikirkan matang-matang. Sehingga, begitu masa cuti tiba kita tahu apa yang harus dilakukan untuk mengisinya.

Misalnya bagi orang yang senang menyendiri untuk mengembalikan kesegaran pikiran, tentukan lokasi menyendiri yang pas untuk dipilih. Begitu juga bagi orang yang suka berlibur, pastikan dulu tujuan yang akan dipilih. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda