31 Mei 2008

Tabungan Bersama, Pentingkah?

www.talkmarkets.com
MEMILIKI tabungan atau rekening bersama bukan sesuatu yang asing terutama untuk pasangan yang telah menikah. Karena, keberadaan tabungan ini jelas akan membantu mempermudah pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga.

"Yang paling penting dipikirkan sebelum memutuskan untuk membuka rekening atau tabungan bersama adalah konsep keuangan keluarga itu sendiri. Bila memang sudah terjadi kesepakatan bahwa uang yang dihasilkan pasangan akan dijadikan satu, pembuatan rekening bersama tidak akan menjadi masalah," terang Riginoto Wijaya, Pengamat Keuangan Kota Batam.


Sebab, tidak semua pasangan mau menyatukan penghasilan dan menganggap sebagai uang bersama. Bila hal itu terjadi, maka pembuatan tabungan bersama harus didasari komitmen yang kuat. Sehingga, saat tabungan sudah berisi dana tidak akan terjadi masalah terutama terkait pengeluaran uang.


Apalagi, sesuai konsep tabungan bersama, biasanya tabungan ini dapat diambil oleh keduanya. Baik oleh istri maupun oleh suami. Karenanya, bila tidak dilandasi komitmen bersama, bisa-bisa terjadi 'kebocoran' pengeluaran di luar perencanaan.

"Saat akan membuat tabungan bersama, biasanya pasangan sudah menetapkan anggaran apa yang akan dibiayai menggunakan tabungan tersebut. Bila komitmen sudah terjalin, maka tidak akan terjadi penggunaan dana di luar kebutuhan bersangkutan kecuali berdasarkan kesepakatan sebelumnya," ungkapnya.

Selain komitmen, komunikasi juga diperlukan. Komunikasi menjadi satu hal penting untuk menghindari konflik. Apalagi, bila pasangan tersebut kerap menghadapi pengeluaran yang mendadak. Sehingga, segala pengeluaran yang dilakukan harus selalu dikomunikasikan serta atas sepengetahuan keduanya. (*)



Pasangan Belum Menikah Sebaiknya Tabungan Terpisah


BAGI pasangan yang belum menikah tetapi telah merencanakan untuk menikah memang tidak ada salahnya untuk membuat rekening bersama. Misalnya saja sebagai biaya melangsungkan pernikahan, membeli rumah bersama atau keperluan lainnya.

Tetapi, dengan status yang masih belum terikat secara hukum, pembuatan tabungan bersama bagi pasangan belum menikah tentu memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan pasangan menikah.
"Memang tidak ada salahnya pasangan yang belum menikah membuat rekening atau tabungan.
bersama. Sepanjang sudah terjalin kesepakatan serta kepercayaan yang besar di antara keduanya. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya rekening dibuat atas nama masing-masing," kata Riginoto.

Masih belum adanya kekuatan hukum terhadap ikatan antara keduanya, menjadi alasan utama yang harus dipertimbangkan saat akan memutuskan membuka rekening bersama. Sebab, bila ke depannya terjadi masalah, pemecahannya hanya bisa dilakukan berdasarkan kesepakatan. Berbeda bila pasangan sudah menikah, pembagian uang bisa dilakukan berdasarkan hukum. (*)



Tentukan Tujuan Pembukaan Rekening Bersama

SEBELUM memutuskan untuk membuka tabungan bersama, banyak hal yang harus diperhatikan oleh setiap pasangan. Baik pasangan yang telah menikah maupun pasangan yang belum menikah. Sehingga, ke depannya tidak akan ditemui masalah yang berpeluang menimbulkan konflik.

Mendiskusikan tujuan pembukaan rekening bersama sangat perlu dilakukan sebelum keputusan diambil. Misalnya saja, apa yang akan diraih dengan pembukaan rekening tersebut serta rencana ke depan terhadap rekening jika ternyata terjadi perpisahan.

Selain itu, konfirmasikan sekali lagi untuk keperluan apa uang dalam rekening itu akan digunakan. Hal yang tak kalah penting adalah siapa yang harus memasukkan uang ke dalam rekening tersebut dan berapa besarnya. Apakah pasangan Anda saja, atau patungan. Jika dilakukan secara patungan, tentukan pula berapa persen komposisinya agar adil dan merata.

Bila rekening bersama itu digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran bulanan, maka saldo uang yang ada dalam rekening bersama sebaiknya sebesar minimal sebulan pengeluaran rutin mereka.

Bagi yang sudah memiliki rekening bersama, dianjurkan untuk melakukan evaluasi setiap bulan terhadap pengeluaran-pengeluaran yang telah dilakukan. Anda bisa mengeceknya dengan rekening koran yang dikeluarkan bank.

Mempersiapkan diri untuk menghadapi hal terburuk yang mungkin terjadi juga harus dilakukan. Misalnya penggunaan uang yang tidak sesuai kesepakatan. Jika memang harus terjadi demikian, sebaiknya tetaplah hadapi dengan kepala dingin. Jangan sampai karena masalah uang, hubungan Anda harus hancur berantakan. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda