21 Mei 2008

Wajah Lebam Echa


HARI Rabu (21/5) kemarin, Echa kembali masuk daycare setelah hampir dua minggu libur nggak dititip. Rencananya, gadis kecilku dititip mulai Selasa (20/5). Tapi karena nggak mau ditinggal akhirnya Echa balik lagi ke rumah.

Hari Selasa itu sebenarnya mama lagi sibuk dan banyak kerjaan. Apalagi, sorenya janjian mau pemotretan untuk posteral Youngsters. Tapi gimana lagi, daripada Echa menangis bombai karena ditinggal di penitipan, akhirnya dia ikutan mama pemotretan.

Selama pemotretan di Golden Truly, Echa nggak pernah rewel ataupun minta gendong. Gadis kecil yang jarang banget jalan di mal ini justru keliatan begitu riang. bahkan, saking riangnya, dia jadi antusian memegang barang2 yang ada di mal.

Karena takut mecahin barang, mama terpaksa harus teriak2 untuk mengalihkan perhatian gadisku. Apalagi, kalo Echa udah mendekati area parfum branded yang lagi sale... aduh... kalo sampe pecah pasti bakalan mama kena tahan nggak boleh pulang. Gimana nggak? harganya jauh banget dari kemampuan kantong. Bayangin aja kalo dia sempat mecahin lima botol. Ohh... nooo.... ngebayangin aja udah serem.
Pulang pemotretan, ternyata kami harus ngikutin om fotografer mengambil foto di beberapa lokasi ampe malam. Karena sejak pagi, Echa kurang istirahat dan ikutan kerja, gadis kecilku itu udah mulai bete, haus, lapar, lengket (karena belum mandi). Kalo udah gitu, dia pasti akan mencari gara2 dan nangis.

Nah, nggak pengen Echa kecapean lagi gara2 ikut mama kerja, akhirnya Rabu pagi Echa kembali ke daycare. Maksudnya sih, biar dia bisa lebih tenang dan nggak perlu bercapek-capek ria keliling mal. Soalnya, hari Rabu mama kembali ada pemotretan untuk smart woman. Walau nangis waktu ditinggal, tapi Echa harus tetap 'sekolah' di daycare.

Sorenya, sepulang kerja, kami menjemput Echa untuk diajak pulang. Karena udah kemaleman, kami nggak sempat mampir lama di daycare.

Entah kenapa sampai di rumah, Echa tiba2 merengek minta nenen (maklum dia baru akan disapih tepat usia dua tahun atau empat hari lagi). Tapi, berhubung waktu maghrib udah mau habis, Echa harus menunggu mama sholat dulu. Nggak tau karena emang udah haus banget atau karena cari perhatian, Echa tetap aja nangis dan nggak mau nunggu. Sampe akhirnya mama 'marah' dan ngambek diam. Ngeliat mamanya ngambek, Echa langsung terdiam dekat mama sambil memegang botol susu.

Dengan tetep diam, air matanya menetes walau tanpa ada suara. Karena nggak pengen Echa bandel, mama tetep diam sampai akhirnya papa bikin susu untuk Echa.

Habis minum susu, Echa diajak papa beli makan dan akhirnya mama dan echa 'berdamai'. Tapi karena sepulang beli makan listrik mati, akhirnya kami harus candle light dinner alias makan ditemani lilin.

Nggak seperti biasa, malam itu Echa benar-benar nggak mau makan. Dia cuma mau pegang bola-bola nasi yang dibuat papa. Mungkin karena capek, akhirnya gadis kecilku tertidur di lantai selanjutnya dipindah papa ke kamar.

Paginya, setelah bangun tidur, Mama terkejut mendapati wajah Echa ternyata ada yang lebam di bagian dagu. Setelah diperiksa ternyata lebam tembus sampai bibir dalam, gusi hingga kena ke lidah. Luka itu jelas bikin kaget karena malamnya nggak pernah ketauan (mungkin karena gelap akibat listrik mati).

Melihat luka yang cukup menyedihkan itu bikin mama ngerasa bersalah karena malamnya udah bikin Echa sedih dan menangis. Maafkan Mama ya dek.... Mama udah bikin Echa sedih. Ternyata Echa yang belum bisa mengadu itu lagi sakit dan perih. SEdihnya lagi, luka itu ada karena mama nggak bisa jaga Echa karena harus bekerja. Dan setelah diusut, ternyata Echa jatuh dari atas meja dan mungkin terkena sudut meja waktu di daycare.

Akhirnya, dari semua kejadian yang dialami Echa, mulai sikap Echa yang berubah jadi agresif (suka menyerang), suka ketakutan saat mendengar teriakan orang, trauma saat ditinggal sendiri, suka dipukul, dicakar dan dijambak temen di daycare, Echa memang harus tetap berada di rumah.

Walau agak repot tapi mama dan papa Echa harus bertukar peran menjaga Echa. Papa yang memutuskan kerja sore mulai jam 15.00 sampe 23.00 akan menjaga Echa selama mama kerja. Saat papa mau kerja, baru mama yang bertugas menjaga Echa.

SEmoga semua yang dialami ini akan menjadi kenangan dan cerita setelah Echa besar nanti. Bahwa tidak mudah untuk belajar mandiri. Tidak mudah juga menjalani proses untuk mencapai satu titik bahagia. Setiap orang pasti memiliki jalan berbeda dalam menjalani hidup. Itu yang harus disadari dan harus dijalani.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda