03 Mei 2008

Waspadai Peradangan Amandel

PERADANGAN amandel merupakan hal yang kerap dikeluhkan anak-anak. Meskipun ada juga orang dewasa yang mengalaminya. Terutama bila orang bersangkutan memiliki kekebalan tubuh yang kurang bagus.

Jika ditinjau secara medis, amandel itu sendiri merupakan kumpulan jaringan limfoid yang berfungsi mempertahankan kekebalan tubuh. Secara anatomi, amandel jumlahnya ada lima buah. Yakni dua berada di kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut, dua lainnya berada di bawah lidah dan satu lagi berada di hidung.

Tapi seiring pertambahan usia, amandel di hidung akan mengecil yakni ketika usia seseorang sekitar 12 tahun. Itu karena amandel sebagai jaringan limfoid tak lagi memberikan manfaat bagi tubuh.

"Amandel atau tonsil berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan. Itulah kenapa tonsil kerap mengalami peradangan saat ada infeksi,"ungkap dr Asih Yuliati SpTHT, dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan RS Awal Bros Batam.

Peradangan pada tonsil atau amandel tersebut disebut tonsilitis. Tonsilitis dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak parah biasanya berlangsung sekitar 4 hingga 6 hari, dan umumnya menyerang anak-anak usia 5 hingga 10 tahun. Sedangkan radang amandel atau tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama.

Mengenai penyebab radang amandel atau tonsilitas itu sendiri cukup beragam. Misalnya infeksi bakteri kelompok A streptokokus beta hemolitik, atau bisa juga bakteri jenis lain atau karena infeksi virus.

Mengenai gejala klinis yang menyertai peradangan ini antara lain panas, demam, nyeri menelan,, disertai suara serak, batuk pilek, serta ngorok sebagai dampak OSAS atau Obstruction Sleep Apnea Syndrom.

Pada radang amandel akut, biasanya diawali dengan gejala sakit tenggorokan ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan, kadang-kadang muntah.

Tonsilitis dapat menyebabkan amandel bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga. Kelenjar getah bening melemah di dalam daerah submandibuler. Bagian belakang tenggorokan akan terasa mengerut sehingga sukar menelan.

Pada tonsilitis kronis dapat mengakibatkan kekambuhan sakit tenggorokan dan keluar nanah pada lekukan tonsil. Serangan terjadi secara berulang-ulang, tonsil kelihatan membesar, merah, dan terjadi abses (berbintik-bintik nanah berwarna putih kekuning-kuningan).

Pembesaran tonsil atau amandel bisa sangat besar. Bahkan, tonsil kiri dan kanan bisa saling bertemu sehingga dapat mengganggu jalan pernapasan.

"Seringnya amandel mengalami peradangan juga bisa mengakibatkan ukuran amandel semakin membesar. Itu karena setiap pembesaran yang terjadi akan menambah ukuran amandel dibandingkan sebelumnya. Termasuk saat amandel sudah mengecil atau tidak sedang mengalami peradangan,"terangnya.

Asih mencontohkan, jika awalnya amandel hanya berukuran 3 milimeter, usai mengalami peradangan dan pembengkakan, ukuran tonsil bisa bertambah menjadi 4 milimeter. Itu artinya bila infeksi terjadi berkali-kali, ukuran amandel akan semakin besar meskipun tidak sedang mengalami peradangan. (*)



Harus Operasi bila Setahun Lima Kali Infeksi

ADA sejumlah cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi pembengkakan amandel. Baik itu pengobatan maupun tindakan pengangkatan melalui tindakan operasi. Semuanya tentu saja disesuaikan dengan kondisi amandel yang mengalami pembesaran.

"Bila terjadi pembesaran amandel, biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasinya. Tapi jika infeksi terjadi lima kali dalam setahun, maka tindakan operasi guna mengangkat amandel harus segera dilakukan,"ungkap dr Asih Yuliati SpTHT.

Tindakan pengangkatan perlu dilakukan mengingat fungsi amandel tak lagi ada. Yakni amandel nggak bisa lagi berperan sebagai penahan agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh. Bahkan, keberadaan tonsil tersebut justru bisa menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan serta pertumbuhan.

Sebut saja, pembesaran amandel yang memunculkan OSAS. Jika OSAS menimpa anak-anak, mereka akan cenderung mengalami gangguan pertumbuhan. Sebab, kurangnya suplai oksigen akan mengakibatkan anak menjadi sering ngantuk, tidak fresh dan cenderung malas beraktivitas.

"Pembesaran amandel tersebut juga akan membuat anak mengalami kesulitan saat makan. Karena keberadaan tonsil tersebut akan membuat makanan atau bahkan duri ikan yang dimakan bisa nyangkut dan melukai tonsil sehingga berpeluang mengakibatkan peradangan,"terangnya.

Selanjutnya, jika peradangan amandel yang terjadi terus berlanjut, kuman yang ada di amandel bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung, tulang, ginjal, otot, dan sebagainya. Sehingga, tindakan pengangkatan amandel melalui operasi merupakan hal yang paling mungkin untuk dilakukan.

"Jika pembengkakan yang terjadi tidak terlalu besar, tak menghalangi jalan pernapasan, serta tidak menimbulkan komplikasi, maka pembedahan atau operasi tak perlu dilakukan. Itu karena tonsil yang terbuat dari jaringan getah bening dapat berfungsi mencegah tubuh agar tidak terkena penyakit yang berhubungan dengan infeksi,"jelasnya.

Mengenai prosedur proses pembedahan itu sendiri tidak harus dilakukan jika anak sudah berumur tertentu. Sebab, meski anak masih berusia sekitar tiga hingga tiga setengah tahun, tapi bila pembesaran amandel tersebut sudah disertai OSAS maka mau tidak mau harus dilakukan pengangkatan.amandel. Tentunya setelah terlebih dulu dilakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak. (*)



Tips Perawatan Radang Amandel

1. Usahakan minum banyak air atau cairan seperti sari buah terutama selama demam

2. Hindari minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan yang menggunakan bahan pengawet, pewarna maupun perasa yang kuat. Termasuk asinan maupun manisan

3. Berkumur dengan air garam hangat 3 hingga 4 kali sehari.

4. Kompres leher dengan air hangat setiap hari

5. Diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter) jika terjadi infeksi bakteri serta untuk mencegah komplikasi.

6. Beristirahat yang cukup. (*)



Cegah dengan Konsumsi Makanan Bergizi

MENGINGAT pentingnya manfaat amandel bagi tubuh yakni sebagai jaringan limfoid, hal bijak yang harus dilakukan adalah mencegah agar tidak terjadi peradangan maupun pembesaran amandel.

Lantas, apa saja yang sebenarnya bisa dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya peradangan serta pembesaran amandel?

1. Tingkatkan sistem kekebalan tubuh anak dengan memberikan makanan yang bergizi dan istirahat dengan cukup. Jika tubuh sehat, maka kemungkinan terkena infeksi yang bisa mengakibatkan peradangan serta pembesaran amandel bisa diminimalkan.

2. Menghindari makanan atau faktor lingkungan pencetus alergi karena menjadi salah satu pemicu sering kambuhnya peradangan amandel. Sebut saja, makanan yang mengandung pengawet, pewarna, perasa, MSG, dan sebagainya.

3. Jika diperlukan vitamin atau antibiotika untuk mengatasi peradangan amandel sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter agar tidak semakin parah. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda