14 Juni 2008

Beli Rumah Jangan Asal Murah

foto by internet
RUMAH adalah kebutuhan primer yang sangat penting bagi setiap orang. Sehingga, sangat wajar bila setiap orang khususnya yang sudah berumahtangga sangat mengidamkan memiliki sebuah rumah sebagai "istana" mereka.

Sekarang ini, untuk mendapatkan sebuah rumah idaman memang bukan perkara sulit. Sebab, banyak pengembang yang menawarkan rumah dalam berbagai pilihan. Baik dari sisi lokasi, model, juga harga. Banyaknya pilihan itu sudah pasti semakin memudahkan konsumen menentukan sendiri poin apa yang menjadi prioritas dalam menentukan pilihan mereka.

Dalam memilih sebuah rumah, ada banyak hal yang bisa menjadi pertimbangan. Itu karena, selain terkait kebutuhan, pemilihan rumah juga sangat berhubungan dengan dana yang mesti disiapkan.

Sebab harus diakui, semakin strategis sebuah rumah, harganya juga akan semakin melambung. Sebaliknya, semakin jauh sebuah rumah dari pusat keramaian baik pusat bisnis, pemerintahan, dan sebagainya, harga rumah biasanya juga akan semakin murah.

Baca Juga:
Renovasi Rumah dengan Dana Terbatas
Kiat Membuka Usaha Sampingan


Lantas, apa sebenarnya yang bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum seseorang menjatuhkan pilihan terkait rumah mana yang paling tepat untuk dihuni?

"Sebelum membeli sebuah rumah, ada baiknya kita mempertimbangkan kebutuhan apa yang paling prioritas. Misalnya pertimbangan mobilitas untuk aktivitas sehari-hari. Sebut saja, kebutuhan mobilitas saat bekerja,"jelas Lusiana, pengamat keuangan keluarga kota Batam.

Hingga kini tak jarang orang lebih mempertimbangkan harga rumah saja tanpa mempertimbangkan lokasi rumah bersangkutan apakah jauh dari jangkauan ataukah dekat dari aktivitas sehari-hari. "Misalnya saja, nggak apa-apa lokasi agak jauh yang penting harganya murah,"terang Lusi.

Jika dilihat sekilas, keputusan membeli rumah dengan harga beli murah meski jauh dari tempat kerja memang lebih irit. Tapi sesungguhnya jika dihitung-hitung secara jeli, pilihan itu justru akan memunculkan biaya lain yang jika dikalkulasikan jumlahnya bisa lumayan besar.

Sebut saja biaya transportasi untuk menjangkau kantor. Baik biaya untuk membeli bensin jika menggunakan kendaraan pribadi maupun ongkos jika menggunakan kendaraan umum. Artinya, semakin jauh lokasi rumah dari kantor atau aktivitas sehari-hari, akan semakin besar juga biaya transportasi yang harus ditanggung.

Tak hanya biaya transportasi, biaya lain yang juga kerap mengikutinya antara lain, biaya perawatan kendaraan bagi yang menggunakan kendaraan pribadi. Sebab, semakin sering kendaraan digunakan dengan jarak tempuh yang jauh secara otomatis lebih membutuhkan perawatan secara intens.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, seseorang hendaknya lebih jeli lagi mempertimbangkan apakah lokasi rumah yang akan dipilih memang benar-benar sesuai kebutuhan. Terutama berhubungan dengan lokasi terkait aktivitas harian. Jangan asal murah akhirnya justru membuat keuangan jebol. (*)



Pikirkan juga Dana Kesehatan dan Leisure

MEMILIKI rumah dengan lokasi yang jauh dari pusat rutinitas harian (baca:bekerja) memang merupakan pilihan yang sifatnya pribadi. Hal itu tentunya terkait dengan ketersediaan dana maupun selera masing-masing orang.

Dan bila memiliki rumah jauh dari kantor adalah pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar, sebaiknya Anda bersiap memikirkan biaya tambahan yang mungkin akan ditanggung terkait keputusan tinggal jauh dari tempat kerja.

Tentunya di luar biaya transportasi atau biaya perawatan kendaraan yang merupakan biaya rutin yang harus dikeluarkan sebagai konsekuensi adanya jarak antara rumah dengan pusat aktivitas harian yakni kantor.

"Biaya kelelahan atau biasa disebut biaya capek juga perlu diperhitungkan. Sebab, jarak tempuh yang jauh tak jarang membuat kondisi tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Sehingga, pos anggaran kesehatan harus mendapat perhatian secara khusus," ungkap Lusiana.

Selain biaya kelelahan secara fisik (dalam bentuk pos anggaran kesehatan), pos lain yang perlu juga disiapkan adalah biaya kelelahan dari sisi psikogis. Sebab, kepenatan dan rasa lelah terkadang bisa berimbas pada munculnya rasa stres. Sehingga sebagai konpensasinya, perlu adanya relaksasi berbentuk rekreasi atau leisure.

"Perlunya leisure sebagai dampak kelelahan psikis tersebut mengharuskan seseorang untuk menyiapkan dana rekreasi. Bisa dalam bentuk jalan-jalan, makan di luar, nonton di bioskop, dan sebagainya. Yang paling penting aktivitas tersebut bisa menghilangkan kepenatan serta kelelahan psikis,"jelasnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda