14 Juni 2008

Cara Smart Pilih Jurusan Sebelum Kuliah


SETIAP orang pasti punya cita-cita hidup di masa mendatang. Nggak terkecuali cita-cita di bidang karir. Dan untuk mewujudkan cita-cita itu tentunya butuh perjuangan panjang yang nggak mudah. Nggak sebatas perjuangan, persiapan secara matang sejak dini juga jadi faktor penentu keberhasilan karir di masa mendatang.

Nah, bagi  yang udah punya cita-cita karir untuk diraih, jangan ragu untuk mempersiapkan sejak saat ini. Terlebih, memilih jurusan di bangku kuliah, ibarat menentukan 'nasib' di masa depan. Karena, saat seseorang salah pilih bidang, akibatnya akan sangat merugikan. Baik rugi waktu, materi maupun beban mental.

Sebut saja, pilih jurusan kuliah hanya karena lagi tren, ikutan temen, perintah orangtua, atau alasan lain yang punya kondisi sama yakni bukan hasil pilihan sendiri. Yang terjadi akhirnya, kuliah berhenti di tengah jalan, kuliah asal kuliah entah apa yang dipelajari atau asal bisa dapat gelar. Ohh... no...
Nah, sebelum semua itu menimpa, kenapa kamu-kamu nggak mencoba untuk merancang keinginan di masa mendatang mulai dari sekarang. Pikirkan dengan lebih matang, apa sebenarnya yang kamu inginkan dan pastinya sesuai dengan kemampuan kamu.

"Nggak sedikit siswa yang baru lulus SMA lebih mengedepankan emosi dalam menentukan pilihan jurusan yang akan dijalani di bangku kuliah nanti. Misalnya aja pengaruh teman atau media massa,"ungkap Pak Syahyudi, Konselor Pendidikan Kota Batam.

Menurut Pak Yudhi yang juga berprofesi sebagai Master of Ceremoni (MC) ini, cara yang paling bijak adalah membuka diskusi dengan orang-orang yang paham untuk menjawab masalah intellegency question ini.

Sebab, jika tanpa panduan dari orang yang mengerti di bidangnya, Youngsters justru bisa kebingungan nentuin bidang apa yang pas ama kemampuan dan keinginan. Terlebih, kalo kamu- kamu nggak mau membekali diri dengan pengetahuan yang cukup tentang profesi yang paling Youngsters inginkan.

"Biar nggak bingung dalam mengambil keputusan, Youngsters bisa berkonsultasi dengan guru bimbingan konseling di sekolah atau konselor independen. Berdasarkan hasil diskusi itulah, kamu-kamu bisa menentukan pilihan apa yang paling tepat sesuai kompetensi diri,"sarannya.

Pentingnya berkonsultasi sebelum menentukan pilihan itu ternyata nggak cuma bagi kamu-kamu yang mau kuliah aja lho. Sebab, para orangtua yang bakal menguliahkan anaknya juga butuh memperluas wawasan lewat diskusi dengan konselor.

Apalagi, kalo orangtua tipe orang yang suka memaksakan kehendak agar anak mau menuruti keinginan mereka mengambil jurusan tertentu di bangku kuliah. Sebut saja akibat korban mitos kalo kuliah di bidang tertentu hidupnya akan lebih enak. Atau sebaliknya, bidang tertentu bakal bikin anak sengsara.

"Padahal sebenarnya, apapun bidang yang akan digeluti, jika sesuai dengan kompetensi diri, minat serta ditekuni secara serius, hasilnya pasti juga akan bisa maksimal. Itulah kenapa penting memahami bidang yang paling tepat dipilih sebelum menjatuhkan pilihan,"jelas Pak Yudhi yang mengaku menerima jasa konsultasi pendidikan secara cuma-cuma alias gratis ini. (*)



Jangan Memaksa Kuliah Kalo Nggak Ada Biaya

MENEMPUH pendidikan di bangku kuliah, adalah hal yang diimpikan banyak orang. Sebab, seiring ketatnya dunia kerja, lulusan SMA dan sederajat pastinya akan memiliki daya jual lebih rendah dibandingkan sarjana.

Sayangnya, tidak semua orang beruntung dan bisa mengenyam bangku kuliah. Sebab, seiring perkembangan waktu, biaya pendidikan khususnya pendidikan di perguruan tinggi makin melambung. Bahkan, Universitas Negeri yang dulu terkenal murah, sekarang juga butuh biaya yang nggak sedikit.

Bagi yang orangtuanya punya kemampuan di bidang finansial, pastinya nggak perlu pusing mikirin melambungnya biaya pendidikan tersebut. Tinggal mempersiapkan kemampuan diri agar bisa menimba ilmu dengan benar, masalah sudah teratasi.

Lain halnya dengan  yang berasal dari keluarga pas-pasan, impian mengenyam pendidikan di bangku kuliah pastinya butuh usaha yang ekstra keras. Sebut saja dengan mengumpulkan tabungan lebih dulu sebelum kuliah atau bisa juga dengan berburu beasiswa.

"Bagi yang punya kemampuan finansial terbatas, sebaiknya nggak memaksakan diri untuk tetap kuliah. Sebab, pendidikan di bangku kuliah butuh modal yang tidak sedikit,"ungkap Pak Syahyudi Psi, Konselor Pendidikan Kota Batam.

Tetap memaksakan diri untuk kuliah hanya akan mendatangkan sejumlah kerugian. Baik itu kerugian di bidang materi yakni biaya yang dikeluarkan sia-sia akibat terhenti di tengah jalan, rugi usia karena akhirnya hasilnya nggak ada serta beban mental akibat terbengkelainya cita- cita.

Cara yang paling mungkin ditempuh untuk mensiasati keterbatasan itu adalah dengan memperkuat modal sebelum mulai kuliah. Sebut aja dengan bekerja dan menabung. Atau bisa juga membekali diri dengan ketrampilan lewat kursus. Sebut saja kursus menjahit, kursus komputer, atau kursus lain yang bisa jadi 'senjata' mencari uang di masa mendatang.

"Orang nggak hanya bisa sukses lewat bangku kuliah. Sebab, pembekalan diri melalui kursus bila dijalani secara serius juga bisa mendatangkan hasil yang juga besar,"jelas Pak Yudhi yang pernah mengajar di SMAN 1 Batam dan MAN Negeri Batam ini. (*)



Nggak Cukup Modal Gelar Sarjana

UNTUK sukses di dunia karir, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Bukan saja pendidikan formal seperti bangku kuliah dari berbagai strata, skill atau kemampuan tambahan juga penting dimiliki.

"Agar bisa bersaing di dunia kerja, penting juga membekali diri dengan kemampuan bahasa. Kalo dulu orang cukup menguasai bahasa Inggris untuk mengungguli oranglain, sekarang kemampuan itu nggak mencukupi,"kata Pak Yudhi.

Sebab, saat ini kemampuan bahasa asing lain di samping Bahasa Inggris akan menjadi poin plus dalam persaingan dunia kerja. Sebut aja, kemampuan Bahasa Mandarin dan Bahasa Jepang. Kenapa Mandarin, itu karena saat ini dunia bisnis sudah mulai berada di tangan Cina dan Jepang. Sehingga, penting sekali untuk membekali diri dengan kemampuan bahasa asing selain kemampuan akademik yang didapatkan lewat bangku kuliah.

Itu karena, kemampuan bahasa bisa jadi modal saat seseorang ingin bersaing dan memiliki nilai jual secara global. Sebab, sepintar apapun orang terhadap bidang tertentu, tapi bila tidak memiliki kemampuan bahasa asing dengan baik, pastinya akan membatasi nilai jual terhadap kemampuan diri. Yang seharusnya bisa go internasional, akhirnya hanya akan jadi jago kandang. Youngsters pastinya nggak mau kan? (*)



Perhitungkan Prospek Karir yang Bakal Digeluti

UNTUK menentukan bidang apa yang paling tepat dipilih di bangku kuliah, bukanlah perkara mudah. Sebab, jika salah pilih, bukan hanya kegagalan yang membayangi masa depan tapi juga rasa jenuh, bosan dan benci karena harus berhadapan dengan hal-hal yang tak disukai.

Nah, sebenarnya apa aja sih yang harus diperhatikan sebelum kita menjatuhkan pilihan terkait jurusan yang akan dipilih di bangku kuliah? Berikut tips singkat dari Pak Yudhi:

1. Sebelum menjatuhkan pilihan pada satu bidang tertentu, pastikan Youngsters sudah membekali diri dengan pengetahuan serta wawasan cukup terkait bidang bersangkutan. Dan yang terpenting, luangkan waktu berdiskusi dengan guru bimbingan konsultasi di sekolah atau konselor independen untuk membantu menentukan pilihan.

2. Bayangkan dan perhitungkan secara cermat prospek pendidikan yang akan ditempuh nantinya. Sebab, seiring ketatnya persaingan di dunia kerja, kalian harus jeli melihat profesi yang punya nilai jual tinggi dan prospek cerah di masa mendatang.

3. Jangan sekali-kali memilih jurusan hanya karena ikut-ikutan teman, hasil paksaan orangtua, daripada nggak kuliah, atau alasan yang nggak jelas lainnya. Jatuhkan pilihan karena memang kamu yakin punya kemampuan dan minat yang serius.

4. Tanamkan prinsip, sekali memilih harus ditekuni secara serius.

5. Bagi kamu-kamu yang lebih tertarik dengan dunia sosial dan networking, lebih baik pilih jurusan non eksakta yang tidak dipenuhi hitung-hitungan, penelitian atau hal-hal yang berbau science. Seperti Fisipol, Hukum, Administrasi Negara, dan sebagainya.

6. Sebaliknya, bagi penyuka rumus, angka dan hal-hal berbau science, sebaiknya kuliah di fakultas yang berhubungan dengan hal-hal yang disukainya. Misalnya kedokteran, MIPA, ekonomi, dan sebagainya.

7. Kalo kalian punya minat di bidang seni, bahasa, kerja lapangan serta memiliki sifat supel dan ceria, kuliah di fakultas seni, perhotelan, desain bisa jadi pilihan yang lebih tepat.

8. Saat kamu-kamu bingung dengan kemampuan diri, lihat di cermin dan lihatlah apa kira-kira potensi yang dimiliki. Tanyakan juga pada diri sendiri kemana harus pergi dan langsung tentukan tujuan itu. Jangan ragu mengembangkan kekurangan diri. Sebab, bisa jadi kekurangan itu bakal jadi kelebihan di kemudian hari. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda