28 Juni 2008

Renovasi Rumah dengan Dana Terbatas


Foto by : housesrenovation.com
RENOVASI rumah adalah hal yang kerap dilakukan pemilik rumah untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Baik kebutuhan akan ruang atau kebutuhan akan estetika yang pastinya sesuai selera pemilik rumah.

Terlebih, jika melihat kondisi perumahan siap huni yang ditawarkan developer di Batam saat ini, kebanyakan masih membutuhkan sentuhan renovasi agar terasa lebih nyaman dan sesuai kebutuhan. Sehingga, tak mengherankan bila hampir setiap rumah selalu memiliki rencana untuk melakukan renovasi.

Namun, meski renovasi hampir pasti menjadi kebutuhan setiap pemilik rumah, bukan berarti tidak butuh perencanaan matang. Apalagi, sekarang ini harga bahan bangunan dan ongkos tukang kian melambung dan butuh dana yang tak sedikit.

"Sebelum melakukan renovasi, pemilik rumah sebaiknya menentukan prioritas terlebih dulu. Apakah renovasi itu dilakukan karena keperluan saat ini, jangka panjang atau alasan estetis untuk memenuhi selera. Dengan pertimbangan itu, pemilik rumah akan lebih mudah menyusun rencana renovasi,"jelas Lusiana, Pengamat Keuangan Keluarga Kota Batam.


Jika renovasi terkait keperluan saat ini (sebut saja karena butuh kamar tidur tambahan), akan jauh lebih baik jika yang bersangkutan memenuhi kebutuhan kamar dengan membeli rumah dengan jumlah kamar sesuai kebutuhan. Terlebih bila selisih harganya beda tipis.

Namun, jika renovasi untuk keperluan jangka panjang, sebaiknya dilakukan dengan metode bertumbuh atau bertahap. Tentunya disesuaikan antara design plan dengan kecukupan anggaran yang dimiliki. Dengan begitu, hasil dalam setiap tahapnya akan lebih baik dan lebih estetis.

"General Design Plan atau rencana desain secara keseluruhan harus terdiri dari beberapa tahap pengerjaan yang baik. Dimana dalam setiap tahap sebisa mungkin tidak menyisakan bentuk kurang nyaman atau tak bermanfaat. Setiap tahap juga harus disesuaikan anggaran dana maupun jangka waktunya,"ungkap wanita berjilbab ini.

Untuk tahap selanjutnya, harus ditetapkan kapan kira-kira renovasi akan dilaksanakan dan berapa perkiraan anggaran dana yang dibutuhkan. Sehingga, proses renovasi dapat dilakukan sesuai rencana tanpa harus menghadapi masalah dana, fungsi maupun estetika.

"Jika renovasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan estetis, maka hal ini perlu pertimbangan matang. Terlebih jika ketersediaan dana terbatas. Karena jika kita mengikuti keinginan estetis sementara dana kurang, bisa berdampak pada beban keuangan serta masalah di kemudian hari,"jelas Lusi.

Sebut saja hasilnya seadanya atau tidak maksimal. Misalnya karena ada perbedaan yang sangat signifikan antara rencana awal dengan kemampuan keuangan. Itulah kenapa, perencanaan menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung kelancaran proses renovasi rumah. (*)



Gunakan Jasa Konsultan atau Arsitek

JASA konsultan atau arsitek belakangan ini kian familiar dimanfaatkan konsumen yang akan melakukan renovasi rumah. Sebab, keberadaan jasa tersebut dinilai bisa menjadi solusi mengurangi masalah dalam proses renovasi rumah.

foto by internet
"Kepercayaan para pemilik rumah terhadap konsultan atau arsitek tersebut pastinya tak lepas dari berbagai keuntungan yang bisa didapatkan pemilik rumah,"terang Lusiana, Pengamat Keuangan Keluarga Kota Batam.

Sebut saja, perencanaan renovasi akan lebih terorganisir dengan baik. Sehingga, jangka waktu penyelesaian dapat terencana dengan baik, maupun layout atau tata letak hasil renovasi memenuhi standar rumah sehat dan estetis. Bukan itu saja, kebutuhan material dan anggaran dana yang diperlukan juga akan lebih terkendali.

"Konsultan atau arsitek lebih mampu menerjemahkan keinginan konsumennya lewat desain yang konkret dibandingkan jika pemilik rumah mendesain layout renovasi sendiri. Tukang bangunan pun tak jarang kurang begitu memahami masalah arsitektur rumah,"jelas Lusi.

Terorganisirnya perencanaan itu pastinya akan membantu pemilik rumah dalam merencanakan biaya yang dibutuhkan demi meminimalkan pembengkakan biaya. Seperti yang diketahui, membengkaknya anggaran pembangunan rumah atau renovasi rumah kebanyakan dipicu kesalahan perencanaan yang berbuntut pada pembongkaran.

Meski punya banyak keuntungan, tapi bukan berarti jasa konsultan atau arsitek tidak memiliki kelemahan tersendiri. Khususnya berkaitan anggaran yang dibutuhkan untuk mendapatkan jasa tersebut. Apalagi, untuk mendapatkan jasa baik konsultan, arsitek maupun desainer interior tersebut harus dibayar dengan ukuran per meter persegi.

Itu artinya, semakin besar ukuran rumah yang akan dibangun atau direnovasi, biaya yang harus dikeluarkan sebagai jasa konsultasi dan pengawasan pembangunan rumah akan semakin besar.

"Jika renovasi rumah dilakukan secara bertahap, biaya konsultan dan pengawasan yang dibutuhkan juga akan lebih besar lagi,"kata Lusi. (*)



Tips Menyusun Anggaran Renovasi Rumah

DANA adalah faktor penting untuk memuluskan keinginan seseorang merenovasi rumah. Sehingga, membuat perencanaan secara matang adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Terlebih, saat ini harga bahan bangunan dan ongkos tukang kian melonjak.

Nah, bagi Anda yang sedang berencana melakukan renovasi rumah, Lusiana bersedia berbagi tips untuk menyiasati kebutuhan dana dalam merenovasi rumah. Berikut beberapa di antaranya:

1. Tetapkan prioritas dalam melakukan renovasi. Artinya, renovasi rumah harus disesuaikan dengan tingkat keutamaan (urgency)

2. Utamakan renovasi berdasarkan kepentingan atau fungsi dan bukan gengsi (estetika)

3. Pilih material yang dapat digunakan untuk jangka panjang. Jangan ragu menggunakan material yang lebih mahal tapi berkualitas dan punya masa pakai lebih panjang dibanding material murah, bentuknya bagus tapi tidak tahan lama. Sebut saja cat, kayu untuk kusen, material untuk pintu atau jendela, kunci pintu atau jendela, dan sebagainya.

4. Lakukan survei harga material dan upah terlebih dahulu sebelum memutuskan memilih suatu jenis bahan material tertentu.

5. Lakukan konsultasi atau survei pada rekan atau pemilik rumah yang sudah direnovasi. Berdasarkan hasil konsultasi dan survei itu, Anda bisa melakukan perbandingan harga.

6. Usahakan untuk selalu berpedoman pada anggaran asal yang sudah ditetapkan. Jangan melakukan perubahan di tengah-tengah progress renovasi. Sebab, hal itu justru bisa membuat dana renovasi membengkak dan tidak terkendali.

7. Bagi Anda yang menggunakan dana pinjaman untuk merenovasi rumah ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Antara lain:

a. Sesuaikan besaran pinjaman dengan tingkat pendapatan kita. Jika rumah yang akan direnovasi hasil kredit, maka pinjaman akan makin menyulitkan kondisi keuangan keluarga.

b. Perhatikan tingkat bunga pinjaman dan tempo waktu pengembalian dana

c. Pastikan bahwa keputusan renovasi itu memang memiliki alasan kuat. (*)

1 komentar:

  1. mba mau nanya tahu gak konsultan keuangan keluarg di batam yang independent?kaya safir senduk gitu.txs

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda