01 Juni 2008

Sahabatku Mengambil Pacarku! Gimana Dong...

Gambar: chappytwife.com
PENGKHIANATAN merupakan kata yang kadang bikin kita bergidik ngebayanginnya. Apalagi, bila yang berkhianat itu orang terdekat yang semestinya kita percaya. Duuh... pasti rasanya sakit sekali ya....

Meski ngeri tapi pengkhianatan yang dilakuin sahabat sendiri banyak juga terjadi loh. Khususnya dalam dunia pacaran. Apalagi, pacaran ala remaja biasanya hanya berbentuk ikatan verbal dengan komitmen cukup "kita berdua" aja yang tahu. Ikatan itupun nggak disertai sanksi.

Soalnya, pacaran tidak berarti saling "memiliki" tapi sekadar belajar memahami antara satu dan lainnya. Jadi, bila terjadi perselingkuhan dalam ikatan pacaran benernya bisa diterangin secara logika.
"Biasanya sih, perselingkuhan terjadi karena ada sesuatu yang "tidak beres" dalam hubungan tersebut. Bisa jadi karena ikatan pacaran merenggang akibat ketidakcocokan, ada masalah atau adanya perubahan kriteria. Jadi, kalau terjadi perselingkuhan yang paling penting dilakukan adalah instropeksi diri,"ungkap Bibiana Dyah Sucahyani, Psikolog Kota Batam yang biasa disapa Mba Dhea.Instropeksi itu penting loh untuk memahami apakah pasangan yang jadi patner pacaran kita emang cocok dan sesuai keinginan kalian. Khususnya instropeksi tentang hubungan antara youngsters dan doi selama ini.

Misalnya aja dengan mempertimbangkan lagi apakah doi emang tepat dengan kriteria, apakah sudah cocok, apakah ini yang terbaik, apakah ada masalah yang timbul, dan banyak pertanyaan lain. Setelah tau jawabannya kamu tinggal menentukan apakah hubungan perlu dipertahankan atau mending pilih yang lain. Gampang kan?

"Kalau ada cerita "main dibelakang" tidak mungkin kan hanya satu pihak saja yang mau? Artinya, kita nggak bisa menilai satu pihak aja sebagai orang yang bersalah. Jadi yang paling bijak adalah melakukan instropeksi hubungan kamu dengan doi dulu baru hubungan kamu dengan sahabatmu," terang Mbak Dhea.

Saat milih pacar, kamu-kamu pasti pengen seseorang itu emang terbaik untuk kita kan? Nah, kalo ternyata di tengah jalan pacar itu lebih cocok untuk sahabat kamu ya untuk apa dipertahankan? So far, tujuan pacaran adalah untuk nentuin orang yang emang cocok dan sesuai ama kita, jadi kalo nggak cocok ya jangan dipaksa dong! (*)



Ambil Hikmah dan Segera Maafkan

RASANYA pasti sepi banget ya waktu cowok yang biasa deket dengan kita tiba-tiba nggak ada lagi waktu dibutuhin. Sedihnya lagi, sekarang doi justru sibuk ama cewek barunya yang notabene adalah sobat karib kita. Bete nggak sih???

Tapi, kehilangan orang yang kita sayangi bukan akhir segalanya kan? Jadi kamu nggak butuh yang namanya frustasi atau bahkan depresi. Meski sebenarnya, rasa frustasi bisa dibilang wajar mengingat adanya kedekatan emosi setelah sekian lama menjalin hubungan.

"Daripada frustasi atau bahkan depresi, lebih baik kita ambil saja hikmah perselingkuhan yang terjadi. Pikirkan hal positif dari kejadian itu,"kata Mbak Dhea.

Pikirkan juga bahwa hidup ini adalah milik kita, sehingga kitalah yang menentukan arah hidup kita sendiri dan bukan pacar atau teman kita. Teruslah melangkah ke masa depan. Jodoh tak akan lari kemana, dan tidak semua calon pacar kita seperti pacar kita.

Saat tahu doi "bermain" dengan sahabat kita, memang akan memunculkan perasaan tidak nyaman. Sehingga, wajar bila ekspresi emosi hingga marah mucul sebagai akibat rasa sakit kehilangan pacar maupun teman dekat.

"Yang paling penting untuk diingat saat menghadapi masalah adalah tetaplah berpikir logis dan bijak. Berpikir positif, tidak egois, akan lebih menenangkan perasaan kita,"jelasnya.

Munculnya perasaan pengen menjauh atau nggak pengen ketemu sama doi dan sahabat yang telah berkhianat juga wajar sepanjang hanya dilakukan untuk sementara waktu. Tapi yang perlu diingat, jangan sampe kamu-kamu memutuskan silaturahmi hanya gara-gara masalah itu.
Pikirkan juga bahwa jodoh ada di tangan Tuhan, sehingga bukan kita yang berhak "mengadili" hubungan yang terjadi antara kamu dan doi.

Bahkan bila memungkinkan, segera maafkan pacar maupun sahabat kamu. Ini penting loh! Terutama untuk keseimbangan emosi youngster. Apalagi, memaafkan juga bisa mempertahankan silaturahmi antara kamu, doi dan sahabat dekat. (*)



Jangan Terlalu Tergantung sama Doi

SETIAP orang pasti tak mau mengalami yang namanya pengkhianatan. Apalagi pengkhianatan yang dilakukan oleh pacar sendiri dan juga sahabat karib yang semestinya menjadi orang kepercayaan kita.

Nah, daripada membayangkan gimana rasanya mengalami pengkhianatan, kenapa youngsters nggak berpikir untuk mencegahnya lebih dini biar kejadian tak mengenakkan itu menimpa hubungan kamu dengan doi?

"Kita boleh berteman dengan siapa saja. Tapi saat ingin membangun hubungan yang "lebih" dari sekadar teman jangan lupa untuk memasang kriteria,"saran Mbak Dhea.

Memadukankan dua pribadi yang berbeda dalam sebuah komitmen memang nggak semudah yang kita bayangkan. Jadi yang paling penting banyak-banyaklah melakukan evaluasi diri, membuat hubungan lebih bermakna serta berarti, jangan mengharapkan dia 100 persen, tetap mandiri, dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik.

Selain smart memilih pasangan, youngsters juga harus pintar dalam menjalin hubungan pertemanan. Selain penting untuk mengetahui latar belakang teman maupun sahabat, kita juga harus lebih jeli menilai kemanfaatan hubungan kita.

"Kalau ternyata pacar kita ada kecenderungan dekat dengan salah satu teman kita, selidiki dulu tentang intensitasnya. Kemudian selidiki juga tentang kebutuhan kedekatan mereka. Jika ada yang kurang sreg segera komunikasikan,"katanya.

Cara mengkomunikasikannya tentu saja bukan seperti polisi, namun lebih ke diskusi. Tanyakan pada pacar tentang kegiatannya, ngapain aja sama teman kita, tanyakan pendapat dia tentang teman kita, dan lainnya. Melalui pertanyaan itu, kamu bisa menilai sejauh apa hubungan mereka.

"Selanjutnya, katakan dengan nada santai namun tetap asertif bahwa kedekatannya membuat kamu cemburu atau merasa tak enak hati. Keterbukaan ini akan membantu pacar kita untuk menentukan sikap, bahkan mungkin juga memilih,"saran Mbak Dhea. (*)



Jangan Tangisi Pengkhianatan Teman

MENGALAMI pengkhianatan dari sahabat dekat memang sangat menyakitkan. Apalagi, pengkhianatan itu menyangkut "pengambilan" perhatian orang yang kita sayangi. Tapi, kejadian itu bukan lantas bisa jadi alasan untuk murung atau bahkan ilang semangat untuk beraktivitas kan?

Nah, kali ini Mbak Dhea berbagi tips untuk ngilangin rasa kesel akibat pengkhianatan sahabat yang berhasil "memikat" perhatian doi:

1. Selalu ingat bahwa pacar bukan segala-galanya bagi kita. Lebih banyak teman akan semakin banyak yang membantu kita.

2. Memilih yang terbaik harus menjadi kriteria kita. Apalagi jodoh di tangan Tuhan, jadi pasti ada 'orang baik' yang sudah disediakanNya.

3. Masa depan kalian harus indah, sehingga melangkah ke depan lebih baik daripada menangisi pengkhianatan. (*)

2 komentar:

  1. makasih sarannya, namun tak ada manusia yg tak bisa menangis. klo menurut saya sih, menangis itu perlu untuk menstabilkan emosi.

    BalasHapus
  2. ulfa mw ngucapin makasih wat tulisan kakak di atas...
    tips yang mampu memicu semangat Fa ditengah keputus asaan yang Fa alami.
    leh ya, Fa copi wat posting di blog ulFa, biar lbh byk yang baca.
    tnang aja kan, Fa cantumin koq sumbernya,he..he..

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda