19 Juli 2008

Mata Merah dan Berair Bisa Jadi Sindroma Mata Kering

FOTO: abcnews.go.com
MATA merupakan jendela hati. Begitu pentingnya mata, orang pasti akan sangat menjaga organ tubuh yang satu ini dari berbagai penyakit yang membahayakan. Dari sejumlah penyakit yang mengenai mata, sindroma mata kering merupakan jenis penyakit yang cukup banyak ditemui di Batam.

"Sindroma mata kering merupakan keluhan atau gejala pada mata yang disebabkan abnormalitas lapisan air mata," jelas dr Hafizah SpM, dokter spesialis mata Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Pada mata normal, lapisan air mata ( tear film ) yang membasahi permukaan bola mata kita, sebenarnya terdiri dari tiga lapisan. Di antaranya lapisan lemak atau minyak, lapisan akuos atau air, dan lapisan musin atau lendir.

Lapisan minyak berfungsi mencegah penguapan air mata yang berlebihan, disamping sebagai pelicin. Sedangkan lapisan Akuos atau air berfungsi membersihkan dan mengeluarkan benda asing atau iritan dari permukaan mata. Dan terakhir lapisan musin atau lendir memungkinkan air mata secara keseluruhan dapat menempel di permukaan mata dalam jangka waktu tertentu.
Selain itu air mata juga mengandung berbagai macam zat, elektrolit yang sangat penting untuk nutrisi dan kesehatan sel-sel di permukaan bola mata.

"Bila salah satu saja dari ketiga lapisan ini tidak normal baik dalam kuantitas dan kualitasnya akan menyebabkan gangguan yang disebut Sindroma Mata Kering," jelasnya.

Berbicara soal penyebabnya, sindroma yang dapat diderita oleh semua usia, baik pria maupun wanita ini bisa terjadi akibat keadaan atau penyakit. Di antaranya, kelainan kongenital, rematik, leukemia, hormonal (menopause ), diabetes mellitus, trauma kelenjar air mata, defisiensi vitamin A, C, trauma bahan kimia atau panas, dan sebagainya. Selain itu, produksi air mata secara normal akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia atau ketika memasuki masa menepouse.

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena sindroma mata kering atau tidak, bisa dilakukan dengan mengenal keluhan yang dirasakan. Di antaranya, sensasi benda asing seperti berpasir atau mengganjal, terasa terbakar, silau, berair, penglihatan terkadang kabur, mata merah, banyak kotoran, dan mata terasa lengket.

Selain tanda-tanda tersebut, pengenalan gejala bisa dilakukan dengan beberapa tes. Misalnya Schirmer tes untuk mengetahui produksi air mata. Atau bisa juga dengan alat khusus seperti Tearscope untuk mengetahui kualitas air mata. (*)



Jika Dibiarkan Bisa Picu Infeksi

SEKILAS sindroma mata kering terkesan sepele. Hanya saja, bila kondisi ini dibiarkan lama-lama bisa berpeluang mengganggu penglihatan penderitanya. Itu karena kurangnya cairan pada mata akan membuat mata kering. Akibatnya, kornea mata bisa infeksi lantaran selalu kering akibat kurang cairan.

Untuk mencegah dampak yang lebih buruk lagi, penderita sindroma mata kering sebaiknya segera mengambil tindakan medis melalui pengobatan. Dan dasar pengobatan Sindroma Mata Kering adalah mempertahankan permukaan bola mata agar tetap dalam keadaan basah.

"Ada beberapa alternatif yang bisa diambil untuk mempertahankan permukaan bola mata agar tetap basah. Misalnya menutup saluran air mata yang ke arah hidung atau memakai kacamata khusus untuk mengurangi penguapan air mata," terang dr Hafizah SpM, dokter spesialis mata Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Hal penting lainnya adalah selalu memperhatikan faktor lingkungan. Misalnya udara yang panas dan kering, angin, debu, asap rokok, dan sebagainya. Apalagi, Batam merupakan daerah yang cukup banyak angin, debu serta memiliki suhu udara yang panas.

Alternatif yang paling mudah dilakukan untuk mempertahankan permukaan bola mata tetap basah adalah dengan pemberian air mata buatan. Biasanya dokter mata akan memberikan jenis air mata buatan yang paling cocok dan sesuai dengan keadaan atau kondisi mata saat pemeriksaan. (*)



Selalu Gunakan Kacamata Pelindung

MENCEGAH selalu lebih baik daripada mengobati. Hal inilah yang bisa diterapkan agar seseorang tidak sampai terkena sindroma mata kering. Atau bila sudah terlanjur kena penyakit mata ini, setidaknya pencegahan dilakukan untuk mengatasi gejala-gejalanya (simptomatic treatment).

Apalagi, sindroma mata kering adalah kondisi penyakit yang kronis, yang tidak dapat disembuhkan tapi dapat di atasi gejala-gejalanya. Penanganannya juga sangat bergantung dengan penyebab dari sindroma mata kering tersebut.

Jika penyebabnya lingkungan seperti iklim yang terlalu panas atau sangat dingin, maka penanganannya adalah dengan menggunakan kaca mata hitam atau sun glasses saat berada di luar ruangan.

Usahakan kaca mata hitam yang dipakai adalah yang mempunyai bentuk yang cukup lebar dan menutupi daerah samping mata, sehingga penguapan air mata dapat dihindari. Apabila berada dalam ruangan, maka air cleaner dan humidifier akan sangat membantu menangani masalah ini.

"Pencegahan Sindroma Mata Kering terutama terhadap faktor-faktor yang dapat dikendalikan bisa juga dilakukan. Misalnya menghindari debu, udara kering, asap rokok, asap kendaraan. Paling tidak pakailah kacamata pelindung," ungkap dr Hafizah SpM.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah agar tidak berlama-lama di depan monitor. Dan penting juga untuk selalu memperhatikan kebersihan bulu mata dan kulit di sekitar mata supaya tidak mudah timbul infeksi.

Suplemen nutrisi yang mengandung asam lemak esensial (linoleic and gamma-linolenic) dikatakan dapat mengurangi gejala-gejala dari Sindroma Mata Kering. Kita dapat memakan ikan-ikan yang mengandung Omega 3 seperti: Salmon, Herring, ikan Cod, Sardine dan Tuna. (*)



Gejala awal Sindroma Mata Kering

1. Mata sering gatal, rasa seperti terbakar, panas, dan pedih

2. Mata sering merah dan iritasi

3. Pandangan kabur yang sering membaik dengan kedipan

4. Mata berair

5. Sering timbul perasaan tidak nyaman setelah membaca, komputer maupun melihat televisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda