23 September 2008

Suami Lebih Muda? Siapa Takut?

FOTO: funmozar.com
SETIAP wanita pasti ingin menikah dan memiliki pasangan hidup yang dijadikan tempat berbagi dan juga untuk mendapatkan keturunan. Dan sudah sewajarnya bila dalam proses penemuan pasangan hidup tersebut orang akan memasang kriteria tertentu termasuk dari sisi usia.

Lazimnya, seorang perempuan lebih condong memilih pria yang berusia lebih tua dari dirinya sebagai pasangan hidup. Sebab, dengan usia lebih tua biasanya lelaki akan lebih matang baik dari sisi fisik, materi, maupun pemikiran.

Hanya saja yang namanya cinta, semua kriteria yang telah tertanam terkadang tidak semuanya bisa terpenuhi. Sebab, cinta kadang datangnya tak terduga. Hal itulah kenapa banyak orang bilang cinta itu buta.

Begitu pula ketika seorang wanita harus jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang lebih muda dari usianya. Walau dari sisi budaya hal tersebut masih dianggap "aneh", tapi tetap saja tidak sedikit wanita yang berani mengambil keputusan ini.
"Keputusan menikah sebaiknya dilalui dengan banyak pertimbangan secara matang. Termasuk di dalamnya membuat komitmen, menentukan visi misi serta tujuan pernikahan. Sehingga, jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari," jelas Bibiana Dyah Sucahyani, Psikolog Batam.

Pertimbangan yang diambil bisa berdasarkan kriteria yang memang sesuai dengan keinginannya. Sebab, seseorang yang akan menikah berhak memilih calon pasangan yang bakal menjadi pendamping hidupnya. Sehingga, setelah kehidupan perkawinan dimulai tidak akan ada pikiran berpaling pada yang lain.

"Komitmen ini nantinya akan menjadi ikatan agar pasangan suami istri bisa saling mengisi dan menerima kekurangan serta kelebihan masing-masing. Dan dalam menerima kekurangan ini bukan berarti pasrah pada keadaan loh," jelas Dea, panggilan akrab Bibiana.

Sebab, tugas pasangan adalah mengisi kekurangan itu agar menjadi seimbang. Dan jangan justru sebaliknya, menjadikan kekurangan pasangan sebagai satu kesempatan menyalahkan dan menyudutkannya. Karena kondisi ini akan memunculkan ketidakharmonisan.

Kuatnya komitmen itu nantinya juga akan menjadi penolong saat menghadapi lingkungan yang hingga kini masih mengganggap pernikahan beda usia dengan posisi usia suami lebih muda adalah sesuatu yang aneh. (*)



Jika Kemampuan Seksual Jadi Kendala

KEBUTUHAN seksual merupakan satu hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan rumah tangga seseorang. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi dan sekaligus berperan sebagai jembatan membangun keharmonisan rumah tangga.

Dan harus diakui kalau hingga kini usia masih disebut-sebut sebagai faktor penting yang memberikan kontribusi terhadap kelangsungan kehidupan seksual. Anggapan bahwa gairah seorang wanita akan lebih mudah menurun memang nyaris tak terelakkan. Hal inilah yang terkadang membuat istri lebih tua dianggap kurang mampu memuaskan suami.

"Sekarang ini dunia medis sudah lebih maju dibandingkan sebelumnya. Banyak juga peralatan serta obat yang bisa membantu meningkatkan kemampuan seksual seseorang. Yang paling penting untuk menghadapi kendala ini adalah terjalinnya komunikasi antara kedua pasangan," jelas Bibiana Dyah Sucahyani, Psikolog Batam.

Melalui komunikasi akan ditemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga, segala persoalan besar sekalipun tak akan mengganggu keharmonisan kehidupan rumah tangga.

Bukan hanya itu, peran komunikasi dalam kehidupan rumah tangga juga akan membantu menghilangkan negative thinking terhadap pasangan. Misalnya saja pikiran buruk kalau-kalau suami akan mencari wanita lain akibat ketidakmampuan istri melayani suami, dan sebagainya.

"Dalam kehidupan rumah tangga, negative thinking juga harus dibuang jauh-jauh agar bisa tercipta keharmonisan. Sebab, pikiran buruk itu nantinya hanya akan membuat seseorang menjadi paranoid yang akhirnya justru membuat ketakutan tersebut berubah menjadi kenyataan," terang Dea, panggilan akrab Bibiana.

Mengenai anggapan suami lebih muda gampang berpaling dari istrinya dan mencari wanita muda, menurut Dea hal itu bukan patokan yang bisa disamaratakan. Sebab, selingkuh sama sekali tidak dipengaruhi oleh usia tetapi lebih pada kurang kuatnya komitmen yang dimiliki pria atas pasangannya. Begitu pula sebaliknya.

Sehingga yang paling penting untuk menghindari munculnya perselingkuhan adalah memperkuat komitmen serta melancarkan komunikasi yang bertujuan menemukan solusi atas masalah yang terjadi. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda