06 September 2008

Alkohol Bisa Serang Pusat Saraf


MINUMAN beralkohol bukan hal yang asing dan cukup mudah ditemui bahkan di warung- warung tertentu. Padahal, semestinya minuman memabukkan ini hanya bisa ditemui di tempat- tempat khusus yang mengantongi izin.

Tapi kenyataannya bukan hal sulit untuk mendapatkan minuman ini secara bebas di Kepri. Kondisi itu diperparah kurangnya kesadaran orang tentang bahaya alkohol bagi tubuh. Terutama jika sudah pada tahap alcoholic. Yakni kecenderungan meminum lebih dari yang diinginkan akibat gagal berhenti meminum minuman keras atau alkohol.

Akibatnya, alkohol akan mempengaruhi kerja tubuh dan pikiran. Pengaruh alkohol juga sangat berbahaya, tak hanya dari segi kesehatan, tetapi juga menganggu pertumbuhan, menambah kondisi stres, memperlambat aktivitas dan dapat mengubah emosi.

Zat dalam alkohol segera menekan fungsi otak dan seberapa berat efek yang ditimbulkannya, tergantung kadar alkohol dalam darah. Artinya, semakin tinggi kadarnya, semakin berat juga gangguan yang terjadi.

Celakanya, alkohol cenderung menyebabkan toleransi. Sehingga seseorang yang secara teratur minum lebih dari dua gelas alkohol per hari, bisa mengkonsumsi alkohol lebih banyak daripada non alkoholik tanpa mengalami intoksikasi.
"Semakin lama orang meminum alkohol, biasanya dosisnya akan semakin bertambah. Sebab, jika dosis tidak ditambah, minuman ini tidak akan memberikan kenikmatan"jelas dr Arif Koswandi SpPD, dokter spesialis penyakit dalam RS Awal Bros.

Padahal, jika minuman memabukkan itu terus-terusan dikosumsi, toksin yang dihasilkan alkohol sangat membahayakan kesehatan khususnya liver. Yakni liver akan mengalamai perlemakan, kemudian berkembang menjadi hepatitis dan biasanya akan berakibat fatal yaitu sirosis hati atau pengecilan organ hati.

Tak hanya itu, tanpa disadari organ lain seperti pankreas, otak dan sistem saraf pusat perlahan akan rusak tanpa disertai rasa sakit. Demikian juga pada wanita hamil yang alkoholisme, dapat melahirkan bayi autis, abnormal dan keterbelakangan mental.

Jika dilihat dari prosesnya, dampak konsumsi alkohol memang dibedakan menjadi dua yakni dampak secara langsung dan tak langsung. Secara langsung, pengaruh alkohol biasanya ditandai gejala fisiologisnya seperti bicara cadel, jalan limbung, mata jereng, muka merah, mudah marah dan tersinggung, bicara melantur, dan kehilangan kemampuan berkonsentrasi.

Sedangkan pengaruh tak langsung atau secara terakumulasi tentu saja berkaitan dengan kondisi tubuh. Yakni akibat penumpukan racun yang masuk dalam tubuh selanjutnya menyerang saraf. Dan dalam jangka waktu tertentu, sel-sel saraf akan mengalami kerusakan hebat.

"Dampak terburuk alkohol adalah rusaknya susunan saraf pusat. Sebab, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan akan menyebabkan gangguan mental organik (GMO) dan berujung pada kerusakan sel-sel saraf. Kalau sudah begini tentu mental dan perilaku peminum menjadi aneh atau bahkan gila,"ungkap dr Arief. (*)



1 komentar:

  1. Halo..Salam kenal sebelumnya ya..Tulisannya berbobot dan lengkap.Mbak punya latar belakang di dunia kesehatan kah?Efek negatif alkohol benar2 dikupas tuntas dari A sampai Z.

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda