31 Oktober 2014

Menanam Paprika di Rumah

Bentuknya cantik bisa jadi penghias rumah
SAAT masih hobi menanam sayuran dan cabe-cabean, hihihi...maksudnya cabe beneran lho, saya juga sempat menanam paprika.

Dulu, saya kira menanam paprika yang masih satu famili dengan cabe besar ini susah. Harus di dataran tinggi dan butuh tempat yang dingin. Tapi, ternyata tidak.

Soalnya, saya sempat memanen paprika yang saya tanam di polybag.

Perawatan tanaman paprika juga tidak terlalu ribet, karena mirip dengan cabai.

Benihnya pun cuma saya dapatkan dari buah paprika merah yang saya beli di pasar saat lagi pengen bikin pizza untuk anak-anak.

Caranya, setelah saya belah buahnya, kemudian saya keluarkan isi paprika.
Sebelum ditanam, biji paprika saya rendam di dalam air sebentar. Karena jumlah biji paprika waktu itu cukup banyak, saya menyemai banyak biji dalam satu polybag. Sebagai media tanam, saya menggunakan full kompos agar subur.
Paprika kecil mulai muncul

Setelah biji tumbuh, pohon-pohon tersebut dipisahkan ke dalam polybag agar bisa lebih subur karena tidak perlu berebut nutrisi. Namun, karena harga kompos di Batam lumayan mahal, pemisahan bibit tersebut akhirnya menggunakan media tanam kompos dicampur tanah hitam.

Soalnya, kalau harus pakai kompos semua, rasanya berat di ongkos :D. Sayangnya, pohon-pohon tersebut akhirnya kurang subur.

Beda banget dengan satu pohon yang ditanam dengan media tanam full kompos. Pohon paprika tersebut sangat subur hingga akhirnya mengeluarkan bunga yang terus berkembang menjadi buah paprika.

Hmm...memang pemilihan media tanam yang tepat sangat berpengaruh terhadap perkembangan tanaman. Hihihi...ya iyalah....nutrisinya tercukupi..

Soal hama dan penyakit tanaman paprika, tak berbeda dengan hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman cabai. Misalnya, ulat pemakan daun dan buah, kutu putih, juga trips.

Baca Juga:
Mangga Thailand, Rasanya Semanis Madu dan Berbuah Tanpa Kenal Musim
Mengatasi Buah Berulat dan Busuk Diserang Lalat Buah
Rahasia Agar Tambulapot Cepat Berbuah

Ciri tanaman terserang trips adalah daun dan pucuk tanaman keriput karena cairan tanaman dihisap oleh hama ini.

Jika tanaman sudah terserang tetapi belum parah, bagian yang terkena dipotong/dipetik dan dibuang jauh dari tanaman. Selama ini, untuk mengatasi hama yang menyerang tanaman sayur dan cabe di rumah, saya hanya mengandalkan pembasmian manual alias tak menggunakan pestisida.

Misalnya, langsung membuang ulat, membuang daun yang terserang hama, atau membersihkan kutu putih atau semut. Gampang kan? Ayo, beli paprika, ambil bijinya dan ditanam di pot. :)

Paprika merah siap panen...^_^
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda