.

04 Mei 2018

(DIY) Membuat Rak Bunga Tempel Dinding Praktis dan Murmer

DIY Rak Bunga
Rak Bunga Tempel Dinding. Foto by: Rumah Bunga Neisha
SETIAP pulang kampung kadang sering takjub dengan halaman orang-orang yang terbentang luas dan penuh pohon hijau.

Dan saat melihat tanah yang luas selalu berkhayal ingin menanam aneka pohon, tanaman bahkan bunga aneka warna.

Sayangnya, halaman yang dimiliki tidaklah seluas halaman orang di kampung-kampung.

Tinggal di kota dengan lahan terbatas, memang harus pintar-pintar dalam memanfaatkannya.

Meskipun nggak luas tapi bukan berarti harus membatasi hobi kita bertanam bunga kan? Karena ada banyak cara untuk memaksimalkan lahan yang ada.

Bisa dengan membuat vertical garden (baca juga: Tips Membuat Vertical Garden Sederhana), memanfaatkan area rooftop sebagai kebun dan ruang berekspresi hobi berkebun dengan membuat rooftop garden (baca Cara Memanfaatkan Area Rooftop sebagai Kebun) atau berbagai cara praktis lainnya.

Namun, hal yang paling praktis dilakukan adalah dengan menempelkan rak di dinding pagar atau dinding rumah (asal bukan tembok tetangga ya. hehehe).

Apalagi, sekarang ini banyak banget cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan area dinding sebagai 'taman' darurat menyiasati keterbatasan lahan.


Yang paling sederhana adalah dengan memasang paku dan menempelkan pot tempel di paku-paku tersebut dengan susunan sesuai selera.

Tapi tentu saja, cara ini ada kekurangannya juga. Selain terlihat kurang praktis, banyaknya paku yang menempel bisa merusak dinding.

Sebenarnya, dengan sedikit kreatifitas, membuat sendiri rak tempel dinding bukan hal yang sulit lho. Bermodalkan besi L yang biasa dijadikan sebagai bahan rak atau etalase dagangan di warung-warung, bisa disulap menjadi sebuah rak bunga cantik lho.

Untuk membuat rak tempel dengan panjang sekitar 1,5 meter dua tingkat membutuhkan sekitar 4 batang besi siku dengan ukuran per batangnya sekitar 2 meter.

Menariknya, rak ini tak perlu dicat lho karena dari sananya besi siku biasanya sudah dicat dari sana. Artinya, kita bisa menghemat budget untuk  pembelian cat.

Setelah jadi, rak ini tak terlihat murahan padahal modalnya cukup minim dibandingkan rak bunga berbahan besi lain.

Bagi yang tak punya mesin las atau malas nge-las,  rak ini bisa menjadi solusi karena cukup dipasang menggunakan baut untuk menyatukan besi sehingga berbentuk rak bunga.

Untuk menghindari kesan penuh, sebaiknya rak ini dibuat model melayang pada layer kedua alias tak menggunakan kaki-kaki rak.

Sehingga bagian bawah rak bisa dimanfaatkan untuk meletakkan barang lain atau bahkan bunga jika memungkinkan.

Agar rak tidak ambrol saat diisi pot bunga, perkirakan kekuatan besi dengan beban yang akan ditanggungnya.

Sebaiknya memasang rak dengan Fischer agar lebih kuat. Selain itu, pilih tanaman dengan media tanam yang ringan.

Tanaman yang paling cocok menggunakan rak bunga ini adalah tanaman anggrek.

Selain akan terlihat rapi dan terlihat menarik saat tanaman mekar, media tanam anggrek juga relatif ringan yakni menggunakan arang, pakis cacah  ataupun moss.

Namun, bunga-bunga lain yang ditanam menggunakan media tanam coco peat atau peat moss juga bisa dipertimbangkan untuk menempati rak bunga ini.

Sebab, media tanam tersebut juga relatif ringan sehingga tak akan membuat rak bunga rentan tumbang.

Misalnya saja, bunga krisan (baca: Cara Merawat Krisan di Dataran Rendah). Krisan yang memiliki kelopak bunga berwarna-warni sangat cantik saat diletakkan berbaris pada rak tersebut.

Bunga lain yang bisa dipertimbangkan adalah petunia. Bunga gantung cantik ini pasti akan terlihat maksimal saat bunganya menjuntai ke bawah menutupi besi rak sehingga terlihat eksotis. (Baca: Perawatan Petunia Agar Rajin Berbunga).

Agar tanaman tetap mendapatkan cahaya dan udara yang maksimal, usahakan jarak antara rak atas dengan bawahnya cukup lapang alias tak menumpuk.

Hal tersebut juga untuk menghindari tanaman di rak bagian bawah tak mengalami over watering karena mendapatkan aliran air dari atas sehingga memicu hama penyakit seperti jamur.

Meski praktis, namun rak bunga ini sebaiknya hanya dibuat dengan dua tingkat saja.

Sebab, jika terlalu banyak tingkatan akan membuat rak tak terlalu kuat menopang pot bunga di atasnya mengingat bagian bawah dibuat melayang dan tak disangga dengan kaki-kaki rak.

Dan jika rak akan dibuat memanjang, maka pastikan juga diberikan besi penyangga yang lebih banyak ditempelkan di tembok agar lebih kuat.

Hal yang tak kalah penting adalah dengan memilih material besi yang kuat agar bisa tahan lama.

Meskipun rak tersebut terbuat dari besi, namun jika terus menerus terpapar air saat menyiram bisa berkarat apalagi jika tak rutin dicat ulang.

Akibatnya, lama kelamaan besi menjadi keropos dan bisa saja ambruk.

Pemilihan material yang bagus setidaknya akan membuat umur rak bunga tersebut lebih lama sehingga tak harus sering menggantinya.


Baca Juga:
Membuat Rak Bunga Berbahan Paralon

DIY Gantungan Anggrek Cantik dan Mudah


Nah gimana? tertarik untuk membuat rak bunga tempel dinding tersebut? Coba yuk!! Salam Berkebun...

Rumah Bunga Neisha

28 komentar:

  1. Wah, dari kemarin istri saya mau dibuatkan pot bunga seperti ini. Terima kasih mbak utk tipsnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mas, silahkan dicoba. Gampang dan murmer. Lumayan daripada beli. Hehehe...

      Hapus
  2. Emang harus pinter-pinter nih kalo punya halaman yang super mini. Inspiratif. Makasih ya kak infonya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Kadang karena alasan space orang jadi males mau bercocok tanam padahal masih banyak cara untuk mengakalinya.

      Hapus
  3. Bagus juga ya menempelkan rak bunga ke pagar, menfaatkan sesuatu yang sudah ada. Saya dulu pernah buat rak sendiri dari kayu-kayu bekas yang ada dirumah, saya menggergaji sendiri dan memaku sendiri. Haha...hebat ya saya, sampe-sampe tetangga sebelah punya adik lajang mau di jodohin karena melihat saya pintar bertukang hahaha, ngakak guling-guling

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, keren mbak, semangat berkreasi memanfaatkan barang bekas. Nggak cuma senang lihat hasilnya, DIY juga bikin kantong aman. Hehehe..

      Hapus
  4. Ide bagus nih buat halaman rumah saya yang semenan semua. Thanks, Mbak........

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok mbak dicoba. Gampang kok caranya..

      Hapus
  5. tertarik banget mbak. makasih banyak udah share ini ke kita

    BalasHapus
  6. Wah cocok nih buat yang punya rumah dengan halaman kecil kayak saya.. Makasih idenya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Cocok untuk lahan sempit. Saatnya memanfaatkan power of kepepet. Wkwkwk...kepepet lahannya sempit ya disempilin aja rak nya di tembok.

      Hapus
  7. Wah bisa diterapkan untuk lokasi rumah yang gak Punya halaman luas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, keterbatasan lahan bukan halangan untuk go green. Yuk kita hijaukan rumah.

      Hapus
  8. Cocoknya pakai besi apa ya Bunda? Galpaniskah? Kemudian sepertinya besinya perlu dicat dulu ya agar tidak mudah berkarat. Share yang sangat bermanfaat untuk menghijaukan dan mempercantik rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau simple pakai besi yang biasa dipakai bikin rak jualan di warung aja bunda. Karena kalau pakai galvanis agak ribet dan harus dicat lagi. Kalau ini sudah dicat dari sananya dan tinggal pasang baut aja untuk menyatukan antar besi.

      Hapus
  9. Suka banget dengan konsep vertikal Garden kaya gini hemat tempat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bener kak. Vertical Garden nggak cuma hemat tempat tapi juga keliatan lebih unik.

      Hapus
  10. Kreatif mba !
    Pas ini utk mini garden di dalam rumah.
    Gk makan banyak ruang.
    Keren !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Paling pas bagi yang suka rumah dengan konsep urban jungle.

      Hapus
  11. Mbak indy bisikin alamatnya via WA ke saya ya.. saya seneng gardening semasa SD-SMP. Pas gedean malah teralihkan dengan hobi-hobi lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah di wa ya mbak. Iya dulu saya juga gak terlalu minat mbak. Sejak punya rumah sendiri dan waktu itu masih gersang jadi rajin tanam bunga akhirnya keterusan jadi penyuka bunga sampe penuh rumahnya. Sekarang udah mulai dikurangi karena udah gak sanggup lagi merawat tanaman banyak2.

      Hapus
  12. Tandai dulu ah. Besok kalau saya udah pindah rumah, coba buat deh. tfs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat mencoba mbak. inshaaAllah gampang kok cara bikinnya.

      Hapus
  13. Suka liat bunga
    Tp ga suka ngerawat hehehe
    Bolehlah nti komporin suami biar buat seperti ini di tembok samping

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu juga gak terlalu suka bunga, tapi karena sering Googling taman2 bunga sama liat rumah2 berkonsep urban jungle jadi makin suka sama tanaman. Kayaknya kalau rumah tanpa tanaman kurang sempurna. Menurut saya sih... hehehe...

      Hapus
  14. sekarang banyak emang kreatfitas dalam hal membuat rak bunga, kakak saya juga skrg lagi suka. kreatif kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yang jual rak bunga aneka bentuk juga banyak sekarang terutama rak untuk indoor plant. Tapi kalau bisa bikin sendiri kenapa harus beli. Iya kan? Ini mah prinsip emak-emak. Hehehe...

      Hapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda