06 September 2008

Remaja Juga Wajib Paham Agama



ISTILAH muda hura-hura, tua foya-foya dan mati masuk surga, pasti udah sering banget Youngsters dengar. Soalnya, istilah ini sering banget diucapin waktu seseorang ditanya cita-cita. Kalau disimak dengan baik, istilah itu pastinya nggak masuk akal banget kan?

Soalnya, segala sesuatu itu pasti butuh perjuangan yang nggak mudah. Biar masa tua bisa hidup enak, semasa muda pasti butuh perjuangan keras. Begitu juga bagi yang pengen masuk surga, selama di dunia pastinya nggak bisa dihabiskan dengan hura-hura.

Karena untuk bisa masuk surga dibutuhkan proses yang baik dalam kehidupan rohani. Artinya, kehidupan rohani alias ibadah harus jadi bagian dari target dalam kehidupan bagi yang pengen masuk surga. Apalagi, sebagai manusia normal, setiap orang termasuk Youngsters pastinya butuh keseimbangan dalam hidup.

"Keseimbangan mutlak dibutuhkan dalam kehidupan. Termasuk keseimbangan jasmani dan rohani,"ungkap Mbak Bibiana Dyah Sucahyani, Psikolog Remaja Kota Batam yang akrab disapa Mbak Dhea.

Apalagi, di tengah ancaman yang bersifat moral, baik dari media maupun dari lingkungan sekarang ini. Membekali diri dengan lebih banyak pengetahuan agama, jadi hal penting dilakuin. Dan tentu saja, terus-menerus mempertebal dan memperbesar ruang rohaninya.

Nggak hanya akan jadi pagar bagi moralitasnya sendiri, tapi lebih dari itu untuk menjawab berbagai tantangan duniawi yang tipis batasnya antara kebenaran dan kemungkaran.

"Lewat ilmu agama, seseorang akan mendapat pemahaman yang benar tentang pribadi, diri dan tentu saja paham dengan ajaran agamanya sendiri. Dan remaja pun perlu berpikir tentang arti pentingnya kehidupan,"ungkap Mbak Dhea.

Lewat ajaran agama, kalian juga akan berbuat dengan benar dan tak menyimpang baik secara sosial, kultural, maupun seksual. Bukan itu aja, kamu-kamu juga akan punya kesadaran dan bekerja dengan rasa penuh tanggung jawab.

Pentingnya mempertebal ruang rohani pastinya juga nggak lepas dari fase perkembangan yang lagi kalian jalani. Matangnya organ-organ fisik alias seksual sehingga mampu berproduksi, juga masa perkembangan sikap kemandirian, minat-minat seksual, juga pencarian jati diri membuat kamu butuh arah yang tepat biar nggak terjerumus di kemudian hari.

Terlebih, di masa pencarian jati diri, kamu-kamu biasanya punya idola. Nah, tanpa bekal ilmu agama yang cukup, idola yang kamu panut biasanya lebih mengarah kepada duniawi dan sikap-sikap hedonis alias mendewakan uang.

Yang tak akan mencapai kepuasan, selalu mencari yang lebih, dan cenderung mengakibatkan frustasi. Itulah kenapa seorang remaja penting untuk belajar agama.

"Sekarang ini belajar agama nggak lagi menggunakan metode kolot dengan mengungkung aktivitas remaja. Justru pusat-pusat ibadah kini sudah menjadi tempat kegiatan remaja,"ungkap Mbak Dhea.

Kelompok remaja berbasis rohani spiritual pun sudah banyak menyebar di berbagai aspek. Misalnya ESQ teens, remaja masjid, remaja gereja, remaja vihara, dan sebagainya. Kegiatan kelompok-kelompok remaja berbasis spiritual ini pun sarat ekspresi gaul remaja.

Sebut aja, nonton film dan mendiskusikannya, lomba MTQ, kunjungan-kunjungan, bakti sosial dan sebagainya, dengan tidak menghilangkan cirri khas remaja yang terus ingin mengeksplor potensinya. Jadi, belajar agama nggak lantas jadi nggak gaul kan? (*)


Bila Perlu Gabung dengan Remaja Masjid

JIKA pengen menjadi orang sholeh maka kumpulilah orang yang sholeh. Istilah itu bisa jadi panutan bagi yang masih gamang dalam memilih lingkungan pergaulan. Soalnya, dengan siapa Youngsters bergaul, seperti itulah biasanya hasil yang bakal kamu capai.

"Lingkunganmu menentukan sispakah dirimu. Sehingga pemilihan perkumpulan atau organisasi di mana terdiri dari orang-orang dengan berbagai latar belakang, akan mempengaruhi sikap dan cara berpikir remaja,"ungkap Mbak Dhea.

Seleksi dan pemilihan lingkungan yang tepat, bakal membantu Youngsters dalam membentuk akhlak yang positif. Disamping itu, lingkunganlah yang akan menjaga kamu, mengingatkan, serta terus menerus bisa berbagi dalam peningkatan keimanan.

Artinya, kalo kamu-kamu berada di lingkungan yang selalu mengingatkan kamu untuk beribadah, setidaknya kamu bisa meminimalisir kemungkinan lalai menjalankan kewajiban agama kan?

Nah, menjelang Ramadan ini, hal yang paling mungkin kamu manfaatin untuk membekali diri dengan pengetahuan agama yang lebih banyak adalah pesantren kilat. Soalnya, ajang ini kerap dibuat oleh sekolah selama Ramadan.

"Pesantren kilat bisa berfungsi sebagai charger dalam kehidupan agama remaja. Di pesantren Ramadan, remaja bakal diingatkan kembali tentang kaidah-kaidah agama yang mungkin saja selama ini makin menjauh dari kehidupan para remaja,"jelasnya.

Apalagi, pesantren kilat pun sekarang udah mulai dikemas sesuai perkembangan remaja. Bahkan, nggak sedikit juga yang udah mulai dikelola remaja itu sendiri lho. (*)



Jadikan Agama Kompas Kehidupan

HIDUP di dunia yang cuma sekali ini, jangan sampai dibiarkan berlalu begitu saja dan berujung pada penyesalan. Apalagi, yang namanya menyesal, pastilah selalu terjadi di akhir.

Nah, sebelum penyesalan itu terjadi, kenapa nggak dari sekarang aja Youngsters mulai menyeimbangkan hidup?

Sebagai panduan, Mbak Dhea memberikan tipsnya bagi Youngsters bagaimana caranya membuat hidup lebih seimbang. Kita simak aja yuk!

1. Memahami agama dengan sebenar-benarnya adalah kompas bagi kehidupan seseorang. Dan remaja mutlak perlu mempelajarinya

2. Pilih lingkungan yang akan membuat hidup kita lebih baik dan mempunyai visi misi bersama dalam mendapatkan hikmah dari dunia dan akhirat

3. Terus menerus mengkampanyekan bersama kelompok remaja dalam meningkatkan kehidupan rohani.

4. Remaja yang gaul adalah remaja yang mengerti bahwa kehidupan di dunia adalah bekal untuk kehidupan di akhirat. Ini sejalan dengan teori seven habits dari Steven Covey, bahwa `mulailah dari akhir', di mana bermakna bahwa tentukan kehidupan akhirmu, kemudian mulailah untuk mencapainya. Ingin jadi apa kita, ingin dianggap apa kita, ingin dikenang sebagai apa kita nanti, tentukan dari sekarang, susun langkah-langkah untuk mencapainya, dan mulailah sekarang. (*)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir, silahkan tinggalkan komentar Anda