12 April 2008

Malas Bergerak Picu Beragam Penyakit

Foto by Internet
PERKEMBANGAN dunia teknologi harus diakui memberikan efek positif dan menguntungkan bagi manusia. Sebut saja kehadiran aneka gadget yang bisa dikendalikan dengan satu jari.Cukup menekan remote control, semua fasilitas bisa didapatkan.

Tak hanya gadget, kemajuan di bidang teknologi informasi juga membuat orang lebih cenderung memilih mengendalikan aneka keperluan dari rumah. Baik transaksi dengan perbankan, layanan pesan antar bahkan mengendalikan bisnis skala internasional pun dilakukan dari dalam rumah.

Perkembangan teknologi tersebut jelas sangat menyenangkan. Karena tanpa perlu susah-susah atau capek-capek, semua kebutuhan beres di ujung jari.

Hanya saja, sisi positif kemajuan teknologi tersebut kadang berimbas pada keengganan orang untuk bergerak atau melakukan aktifitas fisik. Padahal, aktivitas fisik sangat penting untuk kesehatan. Bahkan boleh dibilang, tubuh manusia telah didesain untuk digerakkan dan bukan untuk didiamkan.

"Kehidupan modern membuat orang jadi malas bergerak. Mereka menghabiskan waktu dengan menonton TV atau bekerja di belakang meja delapan hingga sembilan sehari. Sampai akhirnya mereka baru tersadar setelah didiagnosa menderita penyakit mematikan,"terang dr Fisher Iwan SpRM, dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RS Awal Bros Batam.

Berdasarkan penelitian University of Hong Kong and the Department of Health, gaya hidup tidak aktif atau biasa disebut sedentari merupakan penyebab kematian, penyebab penyakit dan disability terbesar. Bahkan melebihi kematian akibat merokok.

Fisik yang tidak aktif juga menyebabkan gangguan kardiovaskuler atau jantung dan pembuluh darah dua kali lebih besar dibanding orang yang aktif bergerak. Bahkan peluangnya lebih besar dibandingkan penderita diabetes tipe II, maupun kegemukan.

Tak hanya itu, gaya hidup ini bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker usus besar, payudara, tekanan darah tinggi, penyakit saluran nafas, gangguan lemak darah, kelemahan otot, osteoporosis, depresi dan kecemasan.

"Saat seseorang menggerakkan otot, ligamen dan anggota badan, sesungguhnya organ dan jaringan tubuh tersebut sedang "dipijat". Sehingga, oksigen lancar mengaliri mereka dan fleksibilitas akan meningkat,"jelasnya.

Bergerak juga akan menggerakkan cairan limfe yang tidak bergerak saat kita tidak aktif. Hal itu karena tidak ada pompa khusus untuk sirkulasi cairan limfe dalam tubuh kita. Mengingat pentingnya aktivitas fisik untuk tubuh, setiap orang seharusnya menyadari bahwa gaya hidup aktif sudah harus jadi pilihan agar lebih sehat dan terbebas penyakit.

"Aktifitas fisik merupakan pilihan satu-satunya untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Dan tidak akan ada yang bisa menggantikannya. Karena tak ada resep obat ataupun operasi yang bisa menggantikan aktivitas fisik ini,"terang dr Fisher. (*)



Menyapu juga Olahraga

UNTUK menghilangkan gaya hidup sedentari sebenarnya bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Selain membutuhkan waktu yang tidak lama, aktivitas yang dilakukan pun bukan aktifitas khusus. Sebab, aktivitas harian pun bisa menjadi olah gerak tubuh kita.

"Yang paling penting, aktivitas dilakukan secara rutin dan teratur. Cukup luangkan waktu selama 15 hingga 30 menit sehari, dengan frekuensi tiga hingga lima kali seminggu. Dengan waktu selama itu saja kondisi badan sudah akan lebih baik,"terang dr Fisher Iwan SpRM, dokter spesialis Rehabilitasi Medik RS Awal Bros Batam.

Agar hasilnya lebih maksimal, aktivitas fisik sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Itu karena udara masih bersih, badan juga masih menyimpan banyak energi setelah beristirahat. Namun, bila waktu yang ada hanya siang atau malam hari saja, jangan ragu untuk tetap melakukan aktifitas fisik.

Jenis aktivitas fisik itu sendiri bisa dimulai dengan jalan atau berenang. Tingkatkan intensitas latihan hingga maksimal 60 menit dengan frekuensi lima kali sehari. Olah raga kompetisi dapat pula menyenangkan, tetapi harus hati-hati agar tidak cedera.

"Sebaiknya lakukan pemanasan dulu lewat peregangan otot-otot seluruh badan selama lima hingga 10 menit. Setelah itu lakukan latihan inti selama 15 hingga 60 menit. Selanjutnya, lakukan pendinginan selama lima hingga 10 menit guna mencegah nyeri otot akibat gerakan-gerakan mendadak,"saran dia.

Bagi ibu rumah tangga yang tidak punya banyak waktu untuk melakukan latihan fisik, bisa memanfaatkan kegiatan rumah tangga sehari-hari sebagai sarana olahraga. Sebut saja, memasak, mengepel, menyapu lantai, dan menggosok baju. Itu karena kegiatan ini juga dapat mengeluarkan energi yang cukup banyak.

Hanya saja, untuk semakin meningkatkan kebugaran tubuh, sebaiknya ada penambahan intensitas aktifitas yang dilakukan. Sebab, bila aktifitas harian itu merupakan kegiatan rutin, aktifitas tersebut selanjutnya hanya akan menjadi olahraga ringan saja.

"Para ibu rumah tangga sebaiknya juga menambah aktifitas dengan melakukan olahraga ringan seperti jalan, senam aerobik, berenang, dan sebagainya,"jelasnya.(*)



Jalan Berkeliling Saat Menelepon

MENYADARI betapa pentingnya hidup lebih aktif bagi kesehatan, bukan saatnya lagi Anda memanjakan diri dan bermalas-malasan untuk bergerak. Apalagi, ada banyak hal yang bisa sedikit membantu mengurangi efek buruk gaya hidup sedentari. Apa saja hal kecil yang bisa membakar kalori?

1. Jalan berkeliling saat Anda menelpon

2. Berpikir sambil berjalan

3. Bermain dengan anak-anak

4. Berjalan-jalan dengan anjing

5. Hindari penggunaan remote control

6. Membersihkan rumah atau taman

7. Mencuci mobil

8. Parkir agak jauh dari tempat yang dituju

9. Gunakan tangga daripada eskalator. (*)



Minum Air Putih Dua Liter Sehari

MENJALANI pola hidup sehat juga harus menjadi pilihan selain upaya peningkatan aktifitas fisik tubuh. Sebab, bagaimanapun juga gaya hidup sehat akan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Apa saja yang bisa dilakukan agar badan lebih sehat dan bugar?

1. Minum air putih dua liter sehari.

2. Berhenti merokok dan minum alkohol

3. Jangan sekali-kali menyentuh obat narkotika

4. Istirahat cukup

5. Konsumsi makanan yang baik dan bergizi seimbang.(*)



Manfaat Hidup Aktif:

*Lebih rileks

*Tidur lebih nyenyak

*Hidup lebih bervariasi.

*Hidup lebih berenergi

*Hilang nyeri otot dan sendi

*Pemeliharaan berat badan

*Otot dan tulang yang lebih kuat

*Relaksasi dan mengurangi stress.



Penyakit Bukan Penghalang Aktivitas

TERKADANG orang merasa enggan untuk melakukan aktifitas fisik karena takut membahayakan kondisi fisiknya. Tak hanya itu, aktifitas pekerjaan yang tinggi juga membuat orang merasa malas untuk berolahraga. Berikut beberapa tips untuk menghilangkan kekhawatiran

1. Saat Malas:

Sebenarnya olahraga bisa membuat tubuh lebih rileks. Untuk mengatasi rasa malas, lakukan aktivitas fisik secara rutin dan menjadi kegiatan sehari-hari. Buat tujuan kecil dan berpikirlah bahwa aktivitas fisik merupakan tabungan di hari tua.

2. Takut sendi nyeri atau kaku:

Penting untuk melakukan gerakan-gerakan ringan setiap hari untuk membuat sendi lebih fleksibel. Aktivitas fisik walaupun ringan, dapat membuat perbedaan besar dan membuat Anda tetap bergerak. Aktivitas yang dianjurkan adalah peregangan otot rutin, berjalan di air, bersepeda, tai chi, line dancing.

3. Penderita Osteoporosis:

Meski menderita osteoporosis, otot dan tulang harus tetap kuat. Lakukan peregangan atau senam ringan. Gunakan alat bantu untuk mengurangi nyeri dan mencegah cedera seperti korset, tongkat, dan lainnya.

4. Penderita Sakit Jantung:

Aktivitas yang dianjurkan adalah berjalan. Itu karena aktivitas ini paling baik dalam menstimulasi sirkulasi darah, memperbaiki aktivitas pompa jantung, meningkatkan fungsi paru-paru, dan energi dalam otot.

5. Keseimbangan Buruk:

Lakukan aktivitas di tempat tidur atau kursi dahulu, atau disupport oleh dinding. Perhatikan kekuatan dan keseimbangan akan meningkat sejalan dengan progresifitas aktivitas Anda. Jika Anda tidak yakin, konsultasilah dulu dengan dokter.

6. Penderita Tekanan Darah Tinggi:

Hidup aktif dan berolah raga justru dapat menurunkan tekanan darah, ini sudah terbukti. Tetapi Anda harus menunda olahraga jika tekanan darah lebih dari 200/120.

7. Penderita Diabetes:

Tunda olahraga jika gula darah berada diatas 250 mg/dl (jika Anda menggunakan insulin), dan diatas 300 mg/dl (jika Anda menggunakan obat minum (per oral) anti diabetes). (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda