23 September 2008

Bersahabat dengan Penyakit Selama Puasa

foto by Neisha Diva
SELAMA Ramadan seluruh umat muslim wajib menjalani ibadah puasa yakni menahan lapar dan haus serta mengendalikan hawa nafsu. Walau sudah menjadi rutinitas yang harus dijalani setiap tahunnya tapi tetap saja butuh persiapan baik fisik maupun mental.

Terutama bagi orang yang memiliki penyakit yang berpotensi kambuh selama menjalankan puasa. Misalnya penyakit lambung baik asam lambung atau tukak lambung, migrain, diabetes melitus dan sebagainya.

"Ibadah puasa akan bisa dijalankan dengan nyaman meskipun sedang menderita penyakit tertentu. Sepanjang orang bersangkutan bisa menjaga pola makan serta pola hidup yang sehat,"terang dr Fani Farhansyah, dokter umum RS Awal Bros Batam.

Penyakit lambung misalnya. Penyakit yang kerap dialami karena penderitanya memiliki pola makan dan pola hidup yang tidak benar ini tidak akan menjadi masalah berarti sepanjang dikelola dengan baik.

"Bagi yang memiliki penyakit lambung baik asam lambung maupun tukak lambung bisa tetap berpuasa. Tapi sebaiknya tetap meminum obat secara rutin yakni saat sahur dan berbuka,"jelasnya.

Bukan itu saja, penting juga untuk menghindari pencetus yang bisa menyebabkan kambuhnya penyakit tersebut. Seperti makanan pedas, makanan bersantan, soda, kopi, serta makanan lain yang bisa menyebabkan penyakit kambuh.

"Untuk menghindari kekambuhan atau gangguan kesehatan selama puasa, ada baiknya memeriksakan kesehatan menjelang puasa. Namun biasanya penyakit lambung jarang kambuh selama menjalankan puasa. Sebab, pola makan yang dijalani selama puasa justru menjadi lebih teratur,"kata dr Fani.

Penyakit lain yang juga rentan kambuh saat puasa adalah migrain. Penyakit yang mengakibatkan nyeri kepala ini biasanya dipicu oleh kelelahan maupun kecapekan. Sehingga, cara terbaik untuk menghindari derita migrain adalah dengan menghindari faktor pencetus serta menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat.

Penderita diabetes melitus juga dianjurkan untuk lebih menjaga pola makan dan pola hidup yang dijalani. Sebab, bukan tidak mungkin penyakit ini akan kambuh saat menjalankan puasa. Tak berbeda dengan penyakit lainnya sebaiknya penderita juga memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi tubuh memang memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa wajib ini.

"Yang paling penting ditanamkan dalam diri seseorang adalah tetap menjaga semangat. Sebab, faktor psikis ini memberikan peran besar terkait kemampuan seseorang untuk menjalankan ibadah yang telah diniatkannya,"ungkap dr Fani. (*)



Olahraga Ringan Menjelang Berbuka

OLAHRAGA merupakan aktivitas yang tidak boleh ditinggalkan selama bulan puasa. Meskipun kondisi tubuh tidak sekuat saat hari-hari biasa, tapi bukan berarti orang tidak perlu berolahraga. Hanya saja, porsinya saja yang harus dikurangi.
foto by internet

Bila biasanya olahraga dilakukan selama dua jam per hari, mungkin bisa dikurangi menjadi satu jam per hari atau sesuai kemampuan. Begitu pula dengan jenis olahraga yang dipilih. Agar stamina tidak menurun jenis olahraga yang dipilih sebaiknya juga yang ringan-ringan saja. Misalnya jalan santai, atau sit up.

"Olahraga tetap penting dilakukan selama berpuasa. Sebab, olahraga membantu melancarkan sirkulasi darah termasuk sirkulasi darah pada ginjal. Jika sirkulasi darah pada ginjal lancar maka proses pembuangan racun akan berjalan dengan lebih baik,"terang dr Fani Farhansyah, dokter umum Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Agar tidak mengganggu puasa yang sedang dijalani, sebaiknya olahraga dilakukan menjelang buka puasa tiba. Sebab, di waktu ini orang akan lebih dekat dengan waktu makan dan minum usai menjalani olahraga.

Lain halnya bila olahraga dilakukan di pagi atau siang hari. Di waktu-waktu ini orang masih membutuhkan cadangan energi yang cukup banyak agar bisa menuntaskan puasa yang sedang dijalaninya.

"Jika olahraga dilakukan di pagi hari, orang akan lebih cenderung rentan kehabisan energi hingga datangnya waktu berbuka. Jadi, sebaiknya olahraga dijalankan menjelang berbuka,"ungkapnya. (*)



Perbanyak Minum Air Putih

MEMILIKI penyakit pencernaan, bukan menjadi halangan bagi Rianda Syafitri untuk tetap menjalankan ibadah puasa. Sebab, dengan pola makan yang sehat dan disiplin, puasa bisa dijalani dengan baik tanpa harus takut penyakit kambuh.

"Selain menjaga pola makan yakni dengan makan makanan yang sehat serta memperbanyak buah dan sayur, penting juga untuk memperbanyak konsumsi air putih minimal delapan gelas. Sebab, setelah seharian berpuasa tubuh membutuhkan cairan,"terang Rianda, Public Relation Indosat Riau Kepulauan.

Konsumsi air tersebut bisa dilakukan dalam rentan waktu mulai buka puasa hingga waktu sahur. Selain itu, Rianda juga menyarankan untuk tidak meminum sekaligus air dalam gelas tapi dilakukan dalam beberapa tahap atau beberapa teguk.

"Untuk menjaga stamina tubuh, saya juga membiasakan diri untuk terus mengonsumsi vitamin. Dan untuk menambah tenaga setelah seharian berpuasa, jangan lupa untuk minum atau makan makanan yang manis,"terang ibu satu anak ini.

Agar tubuh mudah beradaptasi, Rianda juga rutin menjalankan ibadah puasa sunah Senin Kamis. Dengan begitu, tubuh tidak akan kaget begitu harus menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. "Selain memudahkan adaptasi tubuh, kita juga bisa mendapatkan pahala,"kata wanita berjilbab ini sambil tersenyum. (*)



Kenali Penyakit yang Diderita

BISA menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh tanpa terkendala kondisi tubuh sudah pasti diinginkan oleh setiap umat muslim. Sebab, bagaimanapun juga ibadah puasa merupakan kewajiban yang harus dijalankan.

Sebagai bentuk persiapan agar puasa tetap bisa berjalan lancar dan nyaman ada sejumlah hal yang patut menjadi perhatian. Baik bagi orang dengan penyakit yang berpotensi kambuh maupun orang yang sehat.

Nah, berikut ada sejumlah tips yang diberikan dr Fani Farhansyah, dokter umum Rumah Sakit Awal Bros Batam agar puasa berjalan lancar:

1. Kenali penyakit yang sedang diderita. Langkah ini bertujuan memudahkan orang bersangkutan untuk mengantisipasi agar penyakit tidak kambuh selama bulan Ramadan. Misalnya penderita maag harus menghindari makanan pedas, santan, bersoda, dan sebagainya.

2. Bila penyakit yang diderita membutuhkan kontrol ketat dari dokter ada baiknya melakukan check up kesehatan menjelang bulan puasa tiba. Melalui pemeriksaan, dokter akan memberikan rekomendasi apakah bisa puasa atau tidak.

3. Sediakan obat sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu penyakit kambuh. Misalnya obat maag, migrain, dan sebagainya.

4. Hindari makanan atau minuman yang bisa menjadi pencetus datangnya penyakit. Biasakan mengkonsumsi makanan yang sehat yakni empat sehat lima sempurna serta perbanyak konsumsi buah dan sayur. Boleh juga mengonsumsi vitamin.

5. Lakukan olahraga ringan sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh. Sebab, olahraga melancarkan peredaran darah.

6. Untuk membiasakan kondisi tubuh terhadap pola yang baru yakni berpuasa, bisa dilakukan puasa Senin Kamis secara rutin atau setidaknya beberapa minggu sebelum Ramadan tiba. Dengan begitu diharapkan tubuh akan lebih mudah beradaptasi. (*)


Rumah Bunga Neisha
FP FB: Rumah Bunga Neisha
Instagram: indy_neishaarfa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda