05 Juli 2015

Lantana, si Liar yang Menggoda

LANTANA, bunga yang satu ini kerap dianggap jadi bunga yang tak ada nilainya.

Itu wajar, karena bunga ini memang kerap tumbuh liar sebagai tanaman semak. Bunga ini banyak berada di pegunungan dengan aroma khas daunnya yang membuat tanaman ini mudah dikenali.

Tapi sekarang 'si liar' ini justru jadi primadona untuk jadi penghias halaman rumah, taman-taman kota maupun pinggiran jalan raya.

Warnanya yang beragam membuat bunga ini terlihat sangat menarik jika sedang mekar.

Bunga ini juga termasuk bunga yang mengundang kupu-kupu.

Sehingga, warna-warni bunga dan kehadiran kupu-kupu akan membuat suasana taman terlihat semarak.

Lantana sendiri sebenarnya memiliki dua jenis berbeda. Ada jenis yang menjuntai atau menjalar dan ada juga yang berbatang tegak. Keduanya tak kalah menarik saat dijadikan pemanis taman.

Baca Juga: Membuat Sutra Bombay Rajin Berbunga

Untuk jenis yang menjuntai bisa diandalkan untuk pengisi pot gantung atau bisa juga diletakkan di pot yang diletakkan di area tinggi seperti balkon atau pagar rumah.

Jika ingin lebih berwarna, lantana juga bisa dipadukan dengan bunga lain seperti vinca hybrid, petunia, verbena dan bunga gantung lainnya.

Paduan warna yang kontras akan mempercantik tampilan pot gantung. Sementara, lantana dengan jenis yang berbatang tegak, akan kelihatan menarik saat dijadikan border taman, atau jadi penyemarak warna taman.  
Untuk warna, tak perlu khawatir. Soalnya, ada banyak pilihan warna yang bisa dipadupadankan dengan warna bunga lain.

Misalnya, ungu, putih, oranye, kuning, atau merah. Ada juga yang memiliki dua warna dalam satu bunga. Menarik kan?

Baca Juga:
Cara Mudah Agar Pohon Mangga Berbuah
Mengatasi Buah Berulat dan Busuk Diserang Lalat Buah
Rahasia Agar Tambulapot Cepat Berbuah


Saya sendiri, pertama kali menanam Lantana akibat keisengan memetik batang kecil saat bosan menunggu lampu hijau di sebuah perempatan jalan.

Kebetulan motor berhenti di dekat tanaman yang berisi Lantana. Dengan potesan kecil ujung batang bunga, eh ternyata justru hidup sampai sekarang.

Dari pengalaman stek batang lantana, tanaman ini sepertinya lebih mudah tumbuh jika ditanam dari batang muda dibandingkan batang yang sudah tua.


Sebab, dengan beberapa kali eksperimen menanam batang tua dan batang muda, akhirnya batang mudalah yang lebih tumbuh.

Jika memang ingin menanam batang tua (mungkin) karena ingin tanaman sudah langsung besar, bisa dilakukan dengan mencangkok batang. Kebetulan saya pernah mencobanya dan berhasil.

Lantana, termasuk tanaman yang toleran terhadap kekeringan. Jadi, kita nggak perlu risau untuk rajin menyiramnya. Jika tanaman kurang air, daun akan kelihatan layu. Namun, setelah disiram, daun-daun dan bunga akan cepat segar kembali.

Agar bunganya selalu semarak, pasokan nutrisi juga sangat diperlukan. Yakni dengan pemberian pupuk seperti NPK. Saya biasa memberikan pupuk NPK dua minggu sekali.

Selain itu, sesekali juga disemprot dengan growmore atau gandasil yang diberi tambahan vitamin B1. Biasanya sih, pupuk plus vitamin ini sisa-sisa saat mupuk anggrek.

Karena, pada dasarnya sebagai tamanan 'liar' Lantana cukup tahan tanpa perlakuan khusus. Perlakuan itu akan membuat tanaman kelihatan lebih sehat, subur dan tentunya berbunga lebat.

Nah, kalau pengen liat lantana terus ramai bunganya, saya biasanya memotong bekas-bekas bunga yang udah rontok yang bakal jadi buah.

Jika bekas bunga ini dipotong secara rutin, biasanya lantana akan terus berbunga tanpa henti.

Bahkan, kadang daunnya sedikit sementara bunganya banyak.

Kalau soal hama, kayaknya bunga yang satu ini sangat tahan terhadap hama.

Aromanya yang khas membuat hama kurang suka kali ya sama bunga yang satu ini. Hanya, kemarin pernah juga ketemu hama di pot lantana yang bentuknya mirip ulat kecil-kecil.

Sebelum merajalela, akhirnya saya kasih furadan untuk mengatasinya.

Gimana? minat tanam lantana di rumah? ^_^

3 komentar:

  1. hebat ya mbak.. yg tdinya hanya tanaman semak skrng jadi tanaman yg di gemari untuk tanaman hias rumahan...

    BalasHapus
  2. Saya punya nih lantana pink yg daunnya lebar, sekali berbunga setahun yg lalu (kayaknya lebih) dan nggak pernah berbunga lagi. Sedih...

    BalasHapus
  3. @Migdad: Iya, tanaman ini dulu dan sampai sekarang memang masih banyak di gunung2 dan semak2. tapi dengan penataan yang apik, tanaman ini bisa jadi cantik dan rajin berbunga...:)

    @Muhtadi El Hakim: Lantana paling rajin berbunga. Berdasarkan pengalaman saya, asal cukup sinar matahari, cukup air dan pupuk inshaa Allah nggak pernah berhenti berbunga. Kadang saya juga kasih vitamin saat pemberian pupuk npk hijau seminggu atau dua minggu sekali...

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda