14 Juni 2008

Rumah Butuh Pengaman Berteknologi

foto by internet
MEMILIKI hunian dengan fasad yang indah dan megah plus tampilan interior yang memikat pasti akan sangat membanggakan. Sebab, tampilan fisik hunian bisa menjadi gambaran selera dan kepribadian pemiliknya serta lambang prestise dalam lingkungan sosialnya.

Hanya, rumah megah dengan interior indah saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan security system yang baik. Itu karena buruknya security system tidak saja bakal membahayakan barang berharga di dalam rumah tapi juga bisa membahayakan nyawa penghuninya.


Sebut saja, datangnya tamu tak diundang yang memiliki niat jahat. Sebab, pelaku kriminal bisa dengan mudah mengakses rumah untuk menguras harta benda yang ada di dalamnya.

Bukan hanya antisipasi terhadap kehadiran tamu tak diundang, bahaya kebakaran atau gas berbahaya layaknya carbon monoxida juga patut diantisipasi sedini mungkin. Karena, tak bisa dipungkiri bila bencana kebakaran bisa menghanguskan seisi rumah atau bahkan memakan korban jiwa.


Lantas, apa saja yang harus diperhatikan agar 'istana' yang sudah kita bangun terbebas dari jamahan orang tak bertanggungjawab atau bahkan ludes dilalap si jago merah?

"Ada banyak sistem pengamanan rumah yang bisa diterapkan pada hunian. Sebab, seiring kemajuan teknologi, rumah juga mulai mendapat porsi perhatian tersendiri dalam hal sistem keamanan,"jelas Mulyadi, Store Manager Ace Hardware Batam.

Beberapa sistem pengamanan yang bisa diaplikasikan dalam hunian juga mulai beragam. Jika dulu tidak sedikit orang yang lebih memilih memasang gembok atau teralis untuk menghalangi pencuri masuk ke dalam rumah, kini piranti pengaman sudah mulai bergeser dengan alat-alat yang berteknologi tinggi.

Sebut saja kamera pemantau atau biasa disebut CCTV serta alarm dengan berbagai sensor baik gerakan, getaran, asap atau api. Dari sisi modelnya pun sudah semakin beragam dan lebih stylis. Hal itu pastinya sangat terkait dengan keinginan pemilik hunian agar kehadiran sistem pengaman itu tidak merusak keindahan estetikan hunian.

Bahkan, teralis yang awalnya hanya berbentuk standar seperti jeruji atau persegi, belakangan juga mulai dikombinasikan dengan ukiran beragam sebagai pemanis. Ukiran itupun bisa disesuaikan dengan konsep hunian bersangkutan. Baik itu tradisional, klasik, eropa, modern, minimalis, dan sebagainya.

Itu wajar mengingat kebanyakan teralis dibuat dari besi tempa yang notabene bisa dibentuk sesuai selera maupun kebutuhan. Sebut saja teralis untuk jendela, pintu, pagar, dan sebagainya.

Walau desain teralis semakin berkembang, ternyata masih belum bisa juga memuaskan para pengagum keindahan estetika hunian. Sebab, tidak sedikit yang berpendapat, kehadiran teralis akan merusak kecantikan interior hunian atau bahkan fasad rumah. Sehingga, kehadiran kaca film yang punya daya cengkram kuat saat kaca pecah akhirnya juga jadi primadona baru.

Itu wajar karena, kehadiran kaca film bisa memberikan pengamanan yang dibutuhkan tapi tetap menghadirkan keindahan pada sebuah hunian. (*)



Tempatkan Kamera di Area Void Hunian

KAMERA pemantau adalah piranti keamanan berteknologi yang bisa diandalkan untuk menjaga keamanan rumah dari kejahatan serta hal-hal yang tidak diinginkan. Bukan saja bisa diandalkan untuk melihat gambar bergerak lewat tampilan visual, kamera ini kebanyakan juga sudah dilengkapi fitur audio alias suara. Sehingga, ketika ada suara yang mencurigakan, pemilik rumah bisa mendengarnya dengan jelas dari jarak jauh.

Jika dulu kehadiran kamera pemantau masih diinstall menggunakan kabel, seiring perkembangan teknologi, tidak sedikit kamera yang mulai tampil dengan sistem wireless. Tidak saja praktis, piranti ini lebih mudah dipindah sesuai kebutuhan.

Saat ingin menempatkan benda pengintai ini, Anda harus pintar-pintar memilih lokasi strategis agar kamera memiliki view yang lebih luas. Meskipun sebenarnya sudah banyak kamera yang bisa berputar mengikuti kebutuhan pemilik rumah terkait gambar yang ingin dilihat. Baik itu bergeser ke samping atau ke atas dan ke bawah.

Hanya saja, sebagai alternatif, area void atau dekat railling tangga bisa menjadi pilihan. Sebab, area ini punya akses pandangan yang lebih leluasa untuk memantau pintu utama. Selain masalah penempatan, hal lain yang harus diperhatikan adalah model kamera serta kemampuan dan daya tangkap gambar.

"Agar tamu tak diundang tidak menyadari ada kamera pemantau di dalam hunian, model kamera yang tersamar dengan bentuk lain bisa menjadi alternatif pilihan. Sebut saja mirip lampu dan sebagainya,"ungkap Dodi, Advisor Home Appliance Ace Hardware Batam.

Berhubung kamera ini sifatnya hanya pemantau, pemilik rumah tidak akan bisa merekam suatu kejadian menggunakan alat ini. Namun setidaknya, keberadaan kamera ini dapat mengantisipasi sejak dini jika ada kejahatan. (*)



Tambahkan Alarm di Pintu dan Jendela

PENGAMAN berteknologi lain yang bisa jadi pilihan mengamankan hunian dari kehadiran pelaku kriminal adalah alarm. Keberadaan alat pengingat tanda bahaya ini, akan membantu pemilik hunian mendeteksi jika ada ketidakberesan.

Mengingat kebanyakan pelaku kriminal memanfaatkan pintu atau jendela untuk masuk ke dalam hunian, alarm bisa ditempatkan di area ini. Baik di daun pintu maupun daun jendela. Ada juga alarm yang bisa ditempatkan di lantai dekat pintu utama.

Jika ada pencuri yang datang dan masuk dari pintu, alarm itu akan berbunyi dan membangunkan pemilik rumah maupun orang di sekitar rumah tersebut.

Selain pilihan berdasarkan cara penggunaannya, alarm juga hadir dengan sejumlah pilihan sensor. Yakni sensor gerak atau motion serta alarm dengan sensor getar. Untuk alarm dengan sensor getar, pengaman ini akan langsung berbunyi keras jika pintu atau jendela bergetar selama kurang lebih sembilan detik.

Sementara sensor gerak, alarm baru akan berbunyi jika ada gerakan di sekitar alarm selama empat menit tanpa henti (setelah alat ini dalam posisi on).

Jika dalam hunian tersebut terdapat anak-anak, manula ataupun wanita, tidak ada salahnya menambahkan personal alarm sebagai pelengkap keamanan diri. Dengan sistem pengoperasian secara manual, alat ini bisa diandalkan bila orang-orang yang rentan menjadi korban kejahatan ini menghadapi bahaya. Sebab, alarm ini akan langsung berbunyi selama 3 menit setelah pengaitnya ditarik. (*)



Tempatkan Smoke and Fire Alarm di Kamar Tidur

SELAIN pengamanan terhadap tindakan kriminal, antisipasi lain yang perlu dilakukan pada hunian adalah keamanan terhadap bahaya kebakaran serta gas beracun seperti carbon monoxide. Untuk pengamanan terhadap bahaya kebakaran, smoke and fire alarm bisa menjadi pilihan menarik.

"Smoke and fire alarm bisa ditempatkan di setiap ruangan. Namun, sebisa mungkin setiap kamar tidur dilengkapi dengan alat ini. Dengan begitu, ketika bahaya kebakaran mengancam sementara pemilik rumah sedang terlelap tidur bisa langsung menyadari bahaya serta mencari cara menyelamatkan diri,"ungkap Sudiyono, Advisor Department Hardware Ace Hardware Batam.

Saat terpasang di ceilling, alat ini akan memberikan peringatan tanda bahaya bila sensor alarm ini menemukan ada asap atau api di sekitarnya. Berhubung sensor api cukup sensitif terhadap debu, sebaiknya alat ini dibersihkan secara rutin seminggu sekali agar kinerjanya bisa lebih maksimal.

Sebagai pelengkap, keberadaan smoke and fire alarm dalam ruangan bisa didampingi dengan carbon monoxide alarm (kecuali area dapur). Sehingga, saat ada gas beracun yang membahayakan, pemilik hunian bisa langsung melakukan tindakan antisipasi. Seperti diketahui carbon monoxide adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau tapi cukup mematikan. (*)



Pilih Gembok Berkunci non Duplikat

ALAT pengaman tradisional yang masih cukup digemari adalah kunci gembok. Walau terkesan jadul atau jaman dulu, tapi bukan berarti alat pengaman ini bisa dengan gampang diakali pelaku kriminal. Sebab, seiring perkembangan waktu, kemampuan gembok mengamankan hunian semakin tahan uji.

Bukan hanya karena makin kuatnya material yang dijadikan bahan gembok sehingga susah dirusak secara paksa, sistem pengamanan gembok juga makin canggih. Sebut saja gembok dengan kunci yang tidak bisa diduplikat atau digandakan. Dengan begitu, selain menggunakan kunci asli, gembok tersebut tidak akan dibuka.

Untuk area yang kerap bersentuhan dengan cuaca, sebut saja pagar ataupun pintu garasi, gembok dengan bahan wheather proof atau tahan cuaca bisa menjadi pilihan menarik. Mengingat saat ini sudah cukup jarang rumah yang menggunakan gembok sebagai pengaman pintu utama, pengaman ini bisa menjadi kunci tambahan pada pintu teralis besi yang kerap dilapiskan pada pintu utama sebagai perlindungan ekstra. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda