.

03 Agustus 2018

Aquascape, Tantangan Berkebun di Dalam Air

Aquascape koleksi Aquamania Batam Centre

BEBERAPA Minggu lalu saya sama keluarga mengisi weekend jalan-jalan ke mal. Biasanya kalau weekend kita memang suka kulineran alias nyoba makanan di sejumlah tempat makan.

Tempatnya nggak harus selalu yang merobek isi kantong tapi yang penting bersih dan nyaman. Entah kenapa kami kemarin memilih makan di mal. Ngebayangin makan capcai yang dihidangkan pakai hot plate akhirnya membuat kami memilih sebuah tempat makan di Mega mall.

Tapi tulisan ini lagi gak pengen bahas soal kuliner sih. Karena untuk tulisan tentang lifestyle akan lebih saya tuliskan di blog satu lagi di arfareza.com.

Walaupun di blog neisha-diva.com ini saya juga banyak tulisan tentang lifestyle, kuliner, DIY dan lainnya tapi untuk saat ini saya lebih suka menulis artikel tentang gardening di sini.

Nah, kembali ke laptop, selepas makan, kami sempat jalan-jalan ke atrium Mega Mall. Dan wow, saat lagi jalan suami tetiba nyolek kasih tahu kalau ada pameran aquascape di situ. Suami memang tahu banget kalau saya lagi pengen membuat sebuah aquascape untuk mengisi akuarium yang baru hadir di rumah.

Keinginan untuk membuat aquascape sebenarnya sudah lama sekali. Sejak pertama saya melihatnya saat liputan tentang aquascape dan pernah saya tulis artikelnya di tulisan Cara Mudah Membuat Aquascape.

Aquascape koleksi Aquamania yang dipamerkan di Mega Mall
Hanya saja memang kerempongan untuk menghadirka aquascape di rumah membuat saya mikir berulang untuk menghadirkan benda yang satu ini di rumah.

Sekilas membuat aquascape memang terlihat mudah. Tinggal tanam aneka tanaman air di dalam aquarium dan ditambahkan ikan sebagai pemanis, jadi deh!

Tapi ternyata nggak sesimpel itu lho. Ada banyak banget proses dan syarat yang harus dipenuhi agar tanaman dan ikan bisa sama-sama survive di tempat yang sama. 

Aquascape itu seperti berkebun juga tapi di dalam air. Jadi harus kenal media tanam yang cocok, pupuk tanaman yang aman untuk ikan, pasokan CO2 dan O2 yang tepat, pemilihan tanaman yang tepat dan gampang rawat dan bla..bla... bla... lainnya.


Nah, sekarang tahu kan kenapa menghadirkan aquascape tak semudah membuat akuarium ikan yang dihiasi tanaman artificial.

Soalnya, akan ada banyak yang harus dipikirkan. Bagaimana caranya agar tanaman bisa subur dan ikan tetap makmur. Soalnya, untuk bisa tumbuh tanaman butuh pasokan CO2. Sedangkan ikan butuh O2.

Jika CO2 terlalu banyak maka ikan bisa mati. Sebaliknya O2 terlalu banyak tanaman yang akan menjadi korban. Jadi, komposisinya harus benar-benar pas.

Walau sebenarnya, dari yang saya pelajari dari ilmu IPA dan Biologi saat sekolah, nantinya tanaman akan menghasilkan O2 yang bisa membantu ikan bernafas.

Sebaliknya, ikan akan menghasilkan CO2 yang bermanfaat bagi tanaman. See? semuanya sudah diciptakan dengan sangat sempurna. Hanya saja, kita harus tahu bagaimana menyelaraskan keduanya.

Alat Suplai CO2 untuk tanaman
Beruntunglah sekarang ini alat untuk mengatur keseimbangan antara kedua zat tersebut banyak dijual. Hanya saja bagi pemilik kantong tipis harus siap-siap merasa nyesek saat ingin punya aquascape di rumah.

Sebab harga satu aquascape ukuran kecil saja udah jutaan rupiah. Belum biaya perawatan. Aduh langsung ngebayangin juga kalau lagi ditinggal mudik gimana nasib tanaman dan ikan di dalamnya saat ditititp orang. Belum-belum udah ngebayangin ribetnya.

Tapi asli, bagi yang suka tanaman dan berkebun, memiiki aquascape adalah tantangan tersendiri untuk menguji kesabaran. Hihihi...

Nah bagi yang pengen coba tantangan baru ini, saya share lagi ya tips saat akan membuat aquascape. Ini tulisan lama karena saya belum lagi membuat aquascape di rumah jadi masih belum bisa share hasil bercocok tanam dalam aquarium.

Aquascape koleksi Aquamania Batam Centre
Berikut beberapa tips yang diberikan Andy dari Ocean Aquarium Centre Batam sebagai panduan:

1. Pada tahap awal membuat aquascape, pastikan pupuk tanaman yang menjadi sumber utama makanan tanaman jumlahnya mencukupi dan tertutup secara sempurna oleh pasir. Dengan begitu, pupuk tidak akan 'bocor' dan mengotori air atau bahkan meracuni ikan yang ada di dalam akuarium.

2. Sebelum menambahkan ikan, pastikan tanaman sudah kuat dan bisa hidup tanpa bantuan alat penyuplai CO2. Dengan begitu, tanaman bisa tetap subur meski tanpa bantuan alat. Sementara ikan bisa hidup tanpa terganggu gas CO2.

3. Jika aquascape didominasi tanaman rimbun, pilih ikan yang mudah berkembang biak seperti molly, guppy dan platy. Bisa juga memilih ikan yang berwarna-warni seperti tetra. Itu karena ikan yang senang beranak lebih suka bersembunyi di antara rerimbunan tanaman. Sementara ikan yang berwarna-warni akan membuat tampilan aquascape lebih atraktif.

4. Sebelum menambahkan ikan dalam aquascape, pastikan ikan yang dipilih bukan ikan pemakan tumbuhan. Sesuaikan juga jumlah ikan dengan ketersediaan ruang gerak dalam akuarium agar tak mengganggu pertumbuhan baik pertumbuhan tanaman atau ikan itu sendiri.

5. Untuk tahap pertama pembuatan aquascape, pastikan pencahayaan memenuhi 75 persen dari volume air. Ini penting untuk membantu memperkokoh pertumbuhan akar serta merangsang pertumbuhan tanaman.

6. Agar kualitas air tetap terjaga, tambahkan alat penyaring (filter) air serta penyuplai oksigen. Jangan lupa juga ganti air secara rutin seminggu sekali dengan menambahkan anti klorin agar air tidak membuat ikan stres atau bahkan membunuhnya. Ingat, cukup mengganti setengah dari keseluruhan air dan tetap mempertahankan air lama setengahnya.

Aquascape koleksi Aquamania Batam Centre
7. Berikan pupuk air dua kali sebulan untuk menjaga kesuburan tanaman serta bersihkan juga lumut secara rutin agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman air.

8. Pastikan suhu di dalam air tidak melebihi 26 derajat Celcius. Sebab, suhu yang lebih panas dari itu bisa mengganggu pertumbuhan tanaman atau bahkan bisa mati. Untuk menjaga temperatur air bisa ditambahkan chiller controlled yang dihubungkan melalui pipa instalasi.

9. Pantau secara rutin kadar karbondioksida dalam air menggunakan indikator CO2 yang diletakkan di dalam air. Perubahan warna pada indikator menunjukkan kandungan CO2 dalam air. (*) 


Yuk, yang minat berkebun dalam air monggo silahkan dicoba.

Salam Berkebun
Rumah Bunga Neisha

6 komentar:

Chaycya O Simanjuntak mengatakan...

Ya ampunnnn.. selama ini saya cuma penikmat aquascape mulu. Sukaaaa gitu lihat tanaman dan ikan menyatu dalam satu wadah. Ternyata proses pembuatannya rada susah juga yak..

Tahu nggak sik, saya selalu suka membaca blogmu tentang gardening ini mbak.

HeNee Sudarno mengatakan...

Kalau liat beginian aku mupeng banget mbaaa, tapi mikir puluhan kali kalau di tarok di rumah. Kebayang rempongnya, tapi cantik banget yaak. Penghilang stress juga nih.

Juli mengatakan...

Ya ampun ya ampun, pengen... Tapi agak ribet ya bikinnya.. Ribet di mata saya yang kurang telaten. Hadeuh.

Dian Fernanda mengatakan...

Kalo mau punya aquascape gini kyknya mesti rajin dan sabar ya kak, punya aquarium biasa aja paling males ganti2 airnya, apalagi ini sekali seminggu mesti ganti hehe..

Citra mengatakan...

Aku penasaran banget dengan teknik ini ntar kalo kamar dah jadi. Aku coba buat ah

arreza mp mengatakan...

waduh lagi proses renovasi di rumah ... nanti deh kalau sudah kelar

untuk membuat aquascape ... pengen coba juga di rumah

semoga bisa

terima kasih tulisan bermanfaat nya kak diva

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda