05 September 2007

Kenapa Anak Takut Orang Asing?


RASA takut pada sesuatu kerap dialami anak terutama yang berusia di bawah enam tahun. Tak hanya takut pada binatang, hantu, ataupun badut, anak bisa juga takut pada orang asing atau orang yang jarang ditemuinya.
"Ketakutan anak pada orang asing bisa terjadi akibat trauma yang pernah dialami anak terhadap orang. Selain itu bisa juga akibat orangtua selalu menakut-nakuti anaknya," jelas Agung B Siregar, Psikolog kota Batam.
Biasanya, rasa takut anak hanya muncul ketika bertemu dengan orang dewasa yang tak dikenal saja. Artinya, anak jarang merasa takut ketika bertemu dengan anak sebayanya. Ketakutan pada orang dewasa pun lebih banyak terjadi pada orang dewasa laki-laki.
Ketakutan anak pada orang tak dikenal kerap dialami anak perempuan terhadap orang dewasa laki-laki. Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh trauma yang dimunculkan dari lingkungan keluarga atau bisa juga karena tampilan fisik orang bersangkutan.
"Orang dewasa perempuan jarang memunculkan rasa takut pada anak karena wanita cenderung lebih care dan sayang pada anak kecil. Lain halnya dengan orang laki-laki yang lebih cuek saat berada di dekat anak kecil," ungkap Agung.
Sementara, kemungkinan adanya trauma pada anak bisa jadi karena dorongan lingkungan yang mengkondisikan anak sehingga menjadi penakut terhadap orang tak dikenal. Misalnya saat anak nakal atau menangis selalu ditakut-takuti dengan sosok laki-laki yang terlihat menyeramkan. Jika pengaruh tersebut diberikan terus menerus lama-kelamaan akan terekam dalam memori anak.
"Cara yang paling benar ketika anak menangis adalah menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Misalnya disentuh, dirangkul, serta dialihkan perhatian. Melalui perhatian dari orangtua anak akan menjadi lebih tenang tanpa memunculkan efek negatif pada sisi psikologis," ungkapnya. (ndy)

Sering Ajak Ketemu Orang Dewasa

RASA takut anak terhadap orang asing atau orang tak dikenal memang bisa saja hilang sendiri seiring pertumbuhan anak. Hanya saja, bila kondisi tersebut dibiarkan tanpa pengarahan secara benar dikhawatirkan saat anak masuk sekolah akan mengalami ketakutan pada guru.
"Rasa takut anak pada orang tak dikenal kerap dialami anak dengan usia antara tiga hingga empat tahun. Dan semakin besar usia anak, rasa takut akan semakin berkurang. Tapi agar anak tidak mengalami ketakutan berlebihan, sebaiknya anak dibantu untuk mengatasi rasa takutnya tersebut," kata Agung B Siregar.
Beberapa cara yang bisa ditempuh orangtua untuk menghilangkan rasa takut anak adalah dengan sering mengajak anak di tempat keramaian yakni tempat yang banyak dikunjungi orang-orang dewasa. Dengan begitu secara perlahan anak akan berusaha menghilangkan ketakutan yang dirasakannya.
"Cara lain yang bisa dilakukan orangtua adalah dengan membiasakan anak memberikan salam saat ada tamu yang datang ke rumah maupun ketika anak diajak berkunjung ke rumah orang. Selama anak bersalaman dengan orang tak dikenal dia akan belajar mengenal orang lain," kata Agung.
Selain dibiasakan memberikan salam, anak juga bisa diajari untuk memperkenalkan diri pada oranglain. Misalnya dengan menyebutkan nama anak di depan orang lain, maupun cara lain yang bisa membuat anak lebih berani berhadapan dengan orang lain terutama orang dewasa.
Bila ternyata anak masih belum bisa menyesuaikan diri untuk tidak takut dengan orang asing yang tidak dikenal, hendaknya orangtua tidak memaksa anak untuk tetap berani. Sebab, tindakan orangtua tersebut justru bisa memunculkan rasa trauma yang mendalam pada anak.
Cara yang lebih tepat untuk diambil adalah dengan melakukan proses pengulangan tanpa ada unsur paksaan. Yakni mengajak anak mengunjungi tempat umum yang banyak didatangi orang dewasa atau kerap diajak berkunjung ke rumah orang.
Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara terus menerus tanpa paksaan, anak akan lebih mudah mengkondisikan diri untuk tidak takut pada orang asing. (ndy)

Badut pun bisa Bikin Takut

BADUT dengan wajah yang lucu dan menggemaskan bagi sebagian anak memang sangat menyenangkan untuk dilihat dan didekati. Tapi tidak semua anak bisa merasakan kelucuan yang terpancar dari wajah badut. Sebab, ada juga anak yang akan menjerit ketakutan sambil memeluk erat orangtuanya ketika berhadapan dengan badut.
"Ketakutan anak pada badut bisa jadi muncul karena adanya fantasi pada diri anak bersangkutan. Sebab, di usia anak terutama usia tiga hingga empat tahun emosi anak sedang memuncak," jelas Agung B Siregar.
Hal lain yang mungkin saja bisa membuat anak ketakutan adalah bentuk badut yang tidak proporsional, tampak besar sekali, yang mungkin berbeda dengan gambar badut yang dilihat dari gambar. Bila biasanya badut pada gambar terlihat lucu dan menggemaskan, tapi badut yang asli tak jarang terlihat aneh dan menyeramkan bagi anak.
Selain itu, yang sering membuat anak takut juga karena gerakan si badut yang mengejutkan, seperti, tiba-tiba saja si badut mendekati anak atau memegang tangan si anak. Hal tersebut bisa membuat anak kaget dan memunculkan pengalaman yang tak nyaman atau tak menyenangkan yang akhirnya menimbulkan rasa takut pada anak.
"Agar anak tidak takut pada badut, kenalkan anak pada badut dengan lebih dekat dan jangan ditakut-takuti bila melihat badut. Tapi bila anak masih tetap merasa takut jangan paksa anak untuk mendekati badut tersebut," jelasnya.
Untuk menghilangkan ketakutan anak pada badut, orangtua bisa mengenalkan bentuk badut secara perlahan. Misalnya dengan menjelaskan kalau badut sama dengan oranglain. Hanya saja sedang menggunakan baju badut. Jika memungkinkan ajak anak melihat prosesi badut saat akan memakai pakaian. Dengan begitu diharapkan anak akan bisa melihat bahwa badut sama dengan oranglain tapi sedang memakai baju badut. (ndy/net)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda