27 Oktober 2014

Mengatasi Buah Berulat dan Busuk Diserang Lalat Buah

PERNAHKAH Anda harus gigit jari karena buah-buahan yang Anda tanam tak bisa dimakan gara-gara dipenuhi ulat saat dipetik dari pohon? Atau bahkan, tak sempat dipetik sudah berguguran karena busuk dan penuh ulat?
Kalau pernah, berarti sama dengan saya? ^_^
Saya juga pernah mengalami betapa kesalnya gagal panen buah jambu biji merah gara-gara diserang hama lalat buah. Bahkan, selama dua kali masa panen, tak satupun buah yang bisa diselamatkan untuk dimakan.
Padahal, sebelum diserang lalat buah, banyak jambu yang bisa dinikmati bahkan sempat juga dibagi-bagi karena terlalu banyak untuk dimakan sendiri.
Sebelumnya, saya pernah mencoba untuk membungkus jambu agar tak busuk dan berisi ulat. Tapi, ternyata, upaya untuk membungkus buah tersebut tak terlalu menolong menyelamatkan jambu tersebut agar layak makan. Kemungkinan karena terlambat membungkus sehingga lalat betina sudah terlanjur menyuntikkan telur ke dalam buah-buah yang masih kecil.
Sebenarnya, bagi yang jeli cukup mudah mengenali ciri-ciri fisik buah yang sudah diteluri lalat buah. Yakni tampak luka kecil yang mengeluarkan cairan dari jaringan buah yang secara alamiah keluar akibat pelukaan oleh ovipositor (alat peletak telur yang bentuknya mirip jarum).
Luka tersebut akan ditumbuhi mikrobia pembusuk sehingga berwarna coklat kehitam-hitaman. Pada tahap inilah lubang tempat penyisipan telur tersebut baru bisa dikenali. Jika sudah dalam tahap ini, sudah terlambat untuk membungkusnya. Sebab, telur yang diletakkan dalam rongga di bawah permukaan buah sudah menetas menjadi larva yang siap merusak daging buah.
Masalah lain terkait pembungkusan adalah, jauhnya lokasi buah yang tak terjangkau atau sulit terjangkau. Hal itulah yang juga saya alami. Pohon jambu biji di rumah cukup tinggi sehingga susah untuk membungkus buah-buah yang berada di pucuk-pucuk dahan tinggi.
Sehingga, cara yang bisa ditempuh untuk meminimalkan kerusakan buah akibat serangan lalat buah adalah membuat perangkap lalat buah.
Setelah googling untuk mencari cara membuat perangkap lalat buah, akhirnya saya memutuskan untuk membuat perangkap sendiri di rumah. Walaupun hasilnya masih belum bisa maksimal karena belum lama dipasang, namun sebagian jambu yang sudah matang bisa juga dimakan. Alhamdulillah, mudah2an besok-besok tak ada lagi yang busuk. Karena, saat ini pohon jambu sedang mengeluarkan bunga dan buah-buah yang masih kecil-kecil.
Selain menempatkan beberapa botol perangkap, saya juga tetap membungkus buah-buah yang masih terjangkau dan bisa dibungkus.
Nah, bagi yang tertarik membuat perangkap lalat buah, berikut beberapa langkah yang mungkin bisa dijadikan panduan:
Siapkan peralatan yang dibutuhkan untuk membuat perangkap:
  1. Botol bekas minuman air mineral
  2. Cutter untuk memotong
  3. Perban atau kapas atau kain bekas
  4. Paku kecil
  5. Palu untuk memasang paku di botol
  6. Cairan atraktan (Petrogenol)
  7. Tali untuk mengikat perban dan memasang botol di pohon



Setelah semua peralatan tempur disiapkan, saatnya membuat perangkap untuk perusak buah-buahan. :D
Nah, berikut tahap demi tahap pembuatan perangkap lalat buah:
  1. Buat lubang di sisi botol bekas minuman mineral menggunakan cutter tajam. Buat beberapa lubang di sekeliling botol dengan ukuran tubuh lalat buah. Lubang jangan sampai bagian bawah botol karena bagian bawah akan diisi air.
  2. Pasang paku pada tutup botol minuman. Paku ini berfungsi untuk mengikat tali yang dipasangi perban yang telah diberi cairan atraktan.
  3. Ikat perban menggunakan tali yang cukup kuat dan ikatkan tali ke paku yang dipasang ditutup botol
  4. Celupkan perban pada cairan atraktan (petrogenol) sampai basah tapi jangan sampai menetes.
  5. Masukkan perban yang telah dicelup cairan atraktan tersebut ke dalam botol yang telah diisi sedikit air. 
  6. Gantung botol di atas dahan pohon yang terserang lalat buah atau pohon di dekatnya dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter dari tanah. Atau di dahan di tengah rimbunnya pohon.

Setelah banyak lalat yang terperangkap dan air berubah menjadi kehitaman, bisa dibuang, dicuci dan diganti dengan perban baru yang diberi cairan atraktan lagi. Pemasangan perangkap ini bisa dilakukan sejak pohon mulai berbunga hingga masa panen. Cara ini bisa dicoba untuk berbagai jenis pohon buah seperti, jambu biji, jambu air, belimbing, mangga, dan sebagainya. Atau bisa juga untuk tanaman cabai atau bahkan anggrek.
Selamat Mencoba! Semoga tak ada buah-buah lagi yang berulat dan busuk akibat lalat buah.



BACA JUGA:
Rahasia Agar Tambulapot Cepat Berbuah
Cara Mudah Agar Pohon Mangga Berbuah

7 komentar:

  1. thanks bgt om. akhirnya saya dapet pencerahan

    BalasHapus
  2. Nice info... dapat pencerahan juga nich... :)

    BalasHapus
  3. Thanks sudah berbagi pengetahuan..... saya khan udah terlanjur masuk musim panen, jadi sudah banyak buah jambu yang berjatuhan dan busuk, trus harus bersihin buah2 yg jatuh dan membusuk di halaman... ada gak kiat2 tertentu untuk bersihin halaman yg penuh dgn buah2 busuk ... thanks.

    BalasHapus
  4. @Yudistiro: Kalau ada jambu busuk berulat yang jatuh di tanah harus dibersihkan dan kalau bisa dibakar. Karena, kalau nggak dibersihkan, ulat dalam jambu akan masuk ke tanah dan berkembang selanjutnya keluar jadi lalat buah yang akan merusak jambu2 pada panen selanjutnya. Untuk meminimalkan serangan lalat buah juga bisa dilakukan pengasapan di bawah tanaman. Misalnya dengan membakar daun2 yang bisa mengeluarkan asap utk mengusir lalat buah. tks..:)

    BalasHapus
  5. Cairan petrogenol belinya dimana yaw ,mohon infonya

    BalasHapus
  6. Biasanya di toko alat-alat pertanian atau toko-toko yang jual pupuk.

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda