.

27 Mei 2018

Hibiscus Satu Pohon Banyak Warna. Coba Teknik Grafting Yuk!


BUNGA hibiscus alias kembang sepatu, sekarang makin banyak pilihan warna. Ukurannya pun kian beragam. Untuk hibiscus hybrid rata-rata memiliki ukuran kelopak cukup lebar. Atau jika modelnya tumpuk juga sangat penuh layernya sehingga terlihat cantik.

Harganya? Kalau yang namanya impor sudah pasti harganya lumayan mahal dibandingkan bunga lokal. Bahkan, sejumlah warna belum ada dijual dalam bentuk tanaman dan hanya bisa dibeli dalam bentuk seed dengan harga yang wow.

Padahal, seed itu masih harus ditumbuhkan dan tentu saja ada risiko tidak tumbuh. Kalau pun tumbuh, butuh kesabaran untuk merawatnya sampai besar, berbunga dan bisa menghasilkan biji lagi agar bisa balik modal. "eh"

Buat saya yang masih moody dalam bercocok tanam, saya masih memilih cara aman memiliki bunga-bunga impian. Dibandingkan harus membeli warna-warna langka yang masih belum ada pohonnya, saya memilih membeli warna-warna biasa dengan bentuk tanaman (bukan seed) yang harganya masih cocok di kantong.


Dulu, saya mengumpulkan banyak warna hibiscus yang ada di pasaran. Mulai merah, oranye, kuning, putih, ungu, pink, kuning dan beberapa warna gradasi lain. Baik itu model satu layer ataupun model tumpuk.

Beberapa Koleksi Hibiscus Rumah Bunga Neisha

 

 

Hibiscus (Rumah Bunga Neisha)

Hibiscus (Rumah Bunga Neisha)

Hibiscus (Rumah Bunga Neisha)

Hibiscus (Rumah Bunga Neisha)

Hibiscus (Rumah Bunga Neisha)


Banyaknya pilihan warna tersebut membuat area rooftop garden (Baca : Cara Membuat Rooftop Garden Sederhana) menjadi penuh oleh pot-pot hibiscus. Akhirnya, beberapa warna dijual demi membuat rooftop menjadi lebih lapang.

Namun, belakangan saya kembali tertarik memiliki koleksi semua warna hibiscus. Hanya saja, saya tidak ingin membuat lahan menjadi penuh. Akhirnya, saya mencoba menanam beberapa pohon dengan warna berbeda dalam satu pot besar. Saat mekar semua, warnanya jadi terlihat semarak dan tak membosankan.

Menanam Tiga Warna dalam Satu Pot




Namun, menyatukan beberapa pohon dalam satu pot masih saja membutuhkan space yang luas. Ujung-ujungnya area akan terasa sumpek.

Akhirnya, saya berpikir untuk melakukan grafting beberapa warna hibiscus dalam satu pohon. Hanya butuh satu pohon induk yang cukup besar dan banyak dahan, bisa diisi dengan beberapa warna bunga.


Bagi saya yang masih pemula dalam urusan grafting, awalnya saya ragu untuk melakukannya sendiri. Karena pengalaman grafting bougenville masih sering gagal. Tapi, kalau nggak mencoba, kita nggak akan tahu kan seberapa kemampuan kita.

Ternyata proses grafting hibiscus jauh lebih mudah lho dibandingkan grafting bougenville (ini menurut saya sih). Karena kalau bougenville harus menyatukan tunas muda dengan muda atau tua dengan muda, kalau hibiscus kayaknya tua muda cocok aja.

Grafting Hibiscus (Rumah Bunga Neisha)
Proses grafting hibiscus

Dari hasil trial pertama, saya masih gagal karena kelamaan melepas plastik sungkup penutup tanaman yang di-grafting. Namun, pada percobaan ke dua, saya segera melepas plastik penutup segera setelah daun baru dari entres hibiscus sudah tumbuh.

Hasilnya, beberapa entres hibiscus berhasil menyatu dan ada yang berhasil berbunga juga.

Nah, bagi yang ingin coba-coba melakukan gratfing hibiscus sendiri di rumah, silahkan coba beberapa langkah ala Rumah Bunga Neisha berikut ini:

Cara Grafting Hibiscus


Grafting Hibiscus (Rumah Bunga Neisha)
Proses grafting hibiscus. Foto: Rumah Bunga Neisha
1. Siapkan alat-alat yang akan digunakan untuk proses grafting. Cutter (yang sudah disterilkan untuk mencegah jamur), plastik es untuk penutup entres, tali rafia untuk menyatukan batang induk dan entres.

2. Pilih batang untuk indukan yang cukup tua dan memiliki banyak cabang agar bisa di-grafting banyak warna. Jika memungkinkan kurangi daun-daun atau batang-batang kecil yang tak bisa di-grafting untuk mengurangi energi tanaman agar bisa dialihkan untuk menumbuhkan tunas baru pada entres.

3. Siapkan batang entres yang masih muda dengan warna sesuai selera.


4. Potong batang indukan dengan bentuk V atau dibelah tengah untuk dijadikan tempat memasukkan entres. Untuk bagian entres  ditipiskan bagian bawah agar bisa disambungkan dengan batang induknya.

5. Ikat dengan tali rafia atau tali lain yang biasa dipakai untuk grafting tanaman. Pastikan ikatan cukup kuat dan aman agar batang yang disambung tidak goyang dan cepat menyatu.

6. Tutup pakai plastik putih bagian entres, ikat kuat bagian bawah plastik.

7. Tunggu beberapa hari sampai terlihat ada tanda-tanda kehidupan baru yakni munculnya tunas dan daun baru.

8. Jika daun baru sudah muncul biasanya sekitar dua minggu, lepaskan plastik penutup.

9. Rawat tanaman sebagaimana biasa hingga bagian batang yang disambung besar dan berbunga.


Cara ini adalah cara saya yang masih amatiran, jadi kalau ada yang sudah lebih mahir dalam melakukan grafting hibiscus, dengan senang hati silahkan berbagi ilmunya lewat kolom komentar yang tersedia. Selamat berkreasi...

Salam Berkebun
Rumah Bunga Neisha

11 komentar:

  1. Senengnya kalo baca blog kakak ini, warna warni bunganya :3

    BalasHapus
  2. Saya baru tau kalau kembang sepatu ada banyak, kayaknya cuma pernah lihat yang merah. Suka banget yang kuning dan merah + corak dalamnya kuning, gemesss

    BalasHapus
  3. Wah, ini benar mastah perbungaan nih. Perlu belajar langsung nih

    BalasHapus
  4. Wah, bunga kembang sepatunya cantik2 mbak... Terima kasih tips-nya. :-)

    BalasHapus
  5. baru tau ada bunga sepatu yang kelopaknya numpuk-numpuk kayak rok rampel gitu. cantik jugaa yaa hibiscus. kirain cuma ada warna merah dan pink aja..

    BalasHapus
  6. Taunya kembang sepatu warna merah dan kuning aja, taunya ada yang pink juga ya Mbak. Haish keren ih hobi berkebun gini, saya mah jago mandangin bunganya aja.

    BalasHapus
  7. aku baca blog ini inget salah satu blogger orang indonesai di jerman dia fokus dengan gardening, karena di sana mengalami 4 musim , gardening itu menjadi sesuatu yang luar biasa. ada saatnya bunga bermekaran indah dan ada saatnya harus gugur layu bahkan kering tertimbun es

    BalasHapus
  8. Oh..telaten sekali Mbak nyambungnya. Kalau disambung gitu, warnanya jadi bercampur atau tetap dengan warna bawaannya?

    BalasHapus
  9. Wahh keren kakak ini... Pengen punya gituan, tapi apalah daya, nanam cabe rawit aja gagal...hiks... Suka sama warna warni bunganya kkaaa...

    BalasHapus
  10. Baru tahu namanya hibikus.... Banyak jenis ya ternyata ... Aku taunya cuma si merah sewaktu kecil

    BalasHapus
  11. Wah ternyata banyak warna ya kembang sepatunya

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda