.
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

21 Oktober 2014

TIPS - Cara Mudah Mencegah Keracunan Makanan

foto: freepik.com

TIPS - Cara Mudah Mencegah Keracunan Makanan

HARI ini, saya membaca berita di Kompas.com ada berita seorang siswa kelas IV sekolah dasar, warga Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Muhammad Rehan Saputra (10) yang meninggal dunia karena keracunan makanan ringan berupa mi lidi. 

Rere, panggilan akrab Rehan awalnya mengeluh pusing dan mengeluarkan keringat dingin. 

Lama-kelamaan, dia muntah dan langsung dibawa ke dokter oleh orangtuanya. 





Saat diperiksa dokter itulah terungkap jika Rehan mengalami keracunan makanan. 

23 September 2008

Kenalkan Keluarga Besar saat Lebaran

Mengenalkan keluarga besar pada anak. Family vector by freevector.com
LEBARAN menjadi momen berkumpul sebuah keluarga besar.

Di hari raya  tersebut, saudara yang sebelumnya jarang atau bahkan tidak pernah  bertemu akan bertemu dalam acara silaturahmi.

Terutama bila Lebaran dirayakan di kampung halaman.

Bagi orangtua yang memang sudah mengenal seluruh saudara yang dimiliki baik saudara dekat maupun jauh, bertemu dengan mereka sudah pasti menjadi saat yang menyenangkan.

Lain halnya bagi anak-anak yang sebelumnya jarang bertemu atau bahkan belum pernah bertemu sama sekali.

Pertemuan keluarga dalam momen Lebaran ini sudah pasti akan menjadi saat yang berbeda. Bahkan tidak jarang pertemuan dengan "orang baru" tersebut akan membuat mereka bingung siapa saja yang masuk dalam daftar saudara dekat dan jauh.

12 Mei 2008

Empati Anak Penting untuk Ditumbuhkan


SECARA alamiah setiap orang pasti memiliki rasa egois serta keinginan mementingkan diri sendiri. Hal itu manusiawi dan wajar sepanjang rasa egois tidak berlebihan tertanam dalam diri seseorang atau bahkan merugikan orang lain.

Namun, sebenarnya rasa mementingkan diri sendiri yang dimiliki setiap orang tersebut, dapat diolah sedemikian rupa agar bisa dikendalikan sehingga seseorang memiliki rasa kepedulian atau empati pada orang lain.

"Untuk bisa memunculkan rasa peduli atau empati pada orang lain harus dilakukan sejak dini atau sejak masa kanak-kanak. Dan keberadaan rasa peduli ini tak bisa muncul sendiri tapi harus terus dipupuk," jelas Evy Rakyani, Psikolog anak Kota Batam.

CARA Mengajari Anak Menyayangi Binatang

foto : freepik.com
CARA MENGAJARI ANAK MENYAYANGI BINATANG

MENGAJARKAN kasih sayang terhadap sesama seyogyanya tidak hanya difokuskan pada menyayangi antar sesama manusia.

Sebab, di dunia ini ada juga makhluk lain seperti hewan dan tumbuhan yang juga perlu disayangi.

Bagi keluarga yang memiliki binatang peliharan, cara mengajarkan anak tentang bagaimana menyayangi binatang bisa lebih mudah dilakukan.





Sebab, orangtua bisa langsung memperlihatkan bagaimana cara memperlakukan binatang peliharaan.

"Anak kecil memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar. Sehingga, orangtua harus rajin membimbing anak untuk mengenal watak dan karakter binatang jinak yang menjadi peliharaan di rumah,"kata Evy Rakryani, Psikolog Anak Kota Batam.

JANGAN Marahi Anak Saat Mereka Bersalah, Bagaimana Solusinya?

Freepik.com
JANGAN MARAHI ANAK SAAT MEREKA SALAH, BAGAIMANA SOLUSINYA?

ULAH anak yang kadang membuat kesal memang selalu menguji kesabaran para orangtua.

Apalagi bila buah hati merupakan tipe anak yang cenderung sulit untuk diarahkan.

Meski sudah diberi penjelasan berkali-kali tetap saja anak melakukan hal yang dilarang oleh orangtuanya.





Namun, sebagai orangtua tentu saja tidak dibenarkan memarahi anak secara membabi buta apalagi disertai agresi seperti memukul maupun mencubit.

Uang Saku Sebaiknya tak Diberikan Harian

Ilustrasi uang saku. Foto by: RUMAH BUNGA NEISHA
MEMBERIKAN uang saku pada anak merupakan hal yang umum dan wajar dilakukan orangtua terutama saat anak memasuki bangku sekolah. Bahkan, tidak jarang orangtua sudah mulai memberi uang saku begitu anak mengenal uang.

Namun, bila anak tidak dibiasakan mengelola uang saku dengan benar, dikhawatirkan anak akan menjadi pribadi yang konsumtif. Sehingga, peran orangtua dalam membantu anak mengelola uang saku mutlak diperlukan.

"Setelah anak menerima uang saku, orangtua bisa memotivasi mereka dengan menanyakan rencana yang telah dibuat terhadap uang tersebut. Berapa uang yang akan dibelanjakan, berapa yang akan ditabung, dan sebagainya," ungkap Bibiana Dyah Sucahyani, Psikolog kota Batam.

04 Maret 2008

MENGHADAPI Suami Genit Suka Merayu Wanita


JIKA SUAMI GENIT SUKA MERAYU WANITA 

MENGHADAPI suami yang suka tebar pesona memang bukan perkara mudah. Sebab, sebagai seorang manusia biasa tentu saja memiliki perasaan cemburu saat memiliki 'saingan'.

Namun, munculnya sikap genit pada laki-laki sebenarnya dipengaruhi banyak faktor.

Baik karena karakter dasar laki-laki itu sendiri atau kondisi psikologis tertentu akibat perubahan fisik atau biasa disebut puber kedua.





"Jika pasangan sedang gemar tebar pesona, ada baiknya kita segera membuka komunikasi positif untuk menghilangkan rasa tidak nyaman. Yakni komunikasi tanpa emosi dengan menggambarkan perasaan dan ketidaknyamanan atas tindakan pasangan tersebut,"ungkap Evy Rakryani, Psikolog kota Batam.