25 Maret 2015

Cara Mudah Agar Pohon Mangga Berbuah

PUNYA pohon mangga dan rajin berbuah, pasti menyenangkan. Namun, kadang ada mangga yang sudah ditanam bertahun-tahun tapi tak mau berbuah juga. Pasti bikin kesel ya? Itu juga yang saya alami. Saat ini, di halaman rumah saya punya empat pohon mangga. Tiga ditanam di tanah dan satu ditanam di pot alias tambulapot.
Dari keempat pohon mangga yang ada, satu di antaranya saya tanam dari biji yakni mangga Indramayu. Sebenarnya, niat awal menanam biji mangga tersebut karena berharap pekarangan lebih teduh. Maklum, rumah baru dibangun jadi pekarangan masih sangat gersang Jadi, kami tak pernah berpikir kapan pohon akan berbuah.
Ternyata oh ternyata tujuh tahun kemudian, mangga ini berbuah cukup lebat untuk ukuran buah perdana. Ukurannya pun lumayan besar, satu buah bisa sampai setengah kg. Anehnya, beda dengan mangga yang tanam dari biji, mangga yang dibeli dari bibit okulasi justru tak menampakkan tanda-tanda berbuah. Bahkan, kondisi tanaman pun terlihat mengenaskan. Hehehe...Dahan-dahannya kecil2 dan lemas. Padahal, udah banyak dipupuk baik itu pupuk kandang maupun aneka pupuk non-organik. Mungkin pohon tersebut stres karena sempat dipindahkan dari tempat awal menanam.

Karena kesal mangga yang kata penjualnya mangga harum manis itu tak kunjung berbuah, kami pernah berpikir untuk menebangnya dan mengganti dengan tanaman lain. Rambutan, misalnya. Untungnya niat itu tak terealisasi. Karena jika dipotong, tentu sekarang ini tak bisa melihat buahnya yang lumayan besar bergelantungan di hampir setiap dahan pohon yang masih lemas.
Lha, gimana ceritanya akhirnya pohon mangga berbuah? Ternyata karena efek 'cemaskan' hihihi....istilah ini aneh banget tapi pernah saya dengar disebutkan di salah satu grup FB. Salah satu metode ini adalah dengan melukai tanaman sehingga tanaman memaksa diri berbuah untuk melanjutkan keturunan karena terancam akan dibunuh. Hehehe....bener nggak ya kayak gitu.
Soal benar atau tidaknya metode tersebut, nyatanya setelah pohon mangga di halaman disayat seperti hendak dicangkok, buahnya langsung keluar cukup banyak. Padahal, sebelumnya, pohon ini tak pernah sekalipun berbunga apalagi berbuah.
Awal mula sayatan itu sebenarnya juga nggak sengaja. Saya yang sedang belajar mencangkok buah-buahan, mencoba mencangkok dahan mangga yang awalnya mau dipotong karena posisinya kurang indah. Meskipun kulit sudah dikelupas, tapi keinginan untuk meletakkan tanah cangkokan belum terlaksana juga. Eh, dari ujung dahan yang sudah disayat kok malah keluar bunga mangga. Karena penasaran, akhirnya coba menyayat batang yang lebih besar. Yeee....ternyata berhasil...
Nah, jika Anda berminat untuk mempraktekkan metode ini pada pohon mangga yang tak kunjung berbuah, bisa mencobanya dengan mencari batang kecil untuk percobaan. Tapi saran saya, lakukan pas mendekati musim mangga atau waktunya mangga berbunga.
Atau kalau mau langsung coba menyayat dahan besar mungkin nggak masalah juga, soalnya pohon mangga saya yang lain juga pernah disayat dan cepat pulih lagi lukanya. Dan sekarang sedang berbuah cukup lebat.
Teknik sayatan ini juga pernah dilakukan tetangga saya. Mereka juga pernah berniat memotong pohon mangga karena tak kunjung berbuah padahal sudah lama ditanam. Sambil memegang parang, pohon disayat-sayat sambil mengancam akan menebang pohon kalau tak mau buah. Hihihi...anehnya, setelah itu pohon mangga tersebut tak pernah berhenti berbuah sampai sekarang. Gimana? Berminat untuk mencobanya?

1 komentar:

  1. di kampung saya ada sebuah teknik serupa yaitu menyayat sambil mengancam kayunya akan dijadikan padung jaksa. padung itu adalah kayu yang di taruh secara diagonal untuk menutupi mayat.

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda