.

03 Mei 2018

Rain Lily, Saat Mekar Bakal Menggoda Mata

Rain Lily
Bunga Rain Lily Pink. Foto by : Rumah Bunga Neisha
BUNGA rain lily, bukanlah jenis bunga yang susah ditemukan di Indonesia.

Bahkan, bunga yang kerap disebut zephyrantes ini relatif gampang ditemukan di pinggir-pinggir jalan dan kerap dijadikan sebagai border taman.

Di wilayah Medan misalnya, saya kerap melihat bunga dengan umbi mirip bawang dan kerap disebut sebagai bunga bawang-bawangan ini banyak dijadikan border taman kota.

Saat musim berbunga, warna-warninya akan terlihat semarak dan memanjakan mata yang melihatnya. Apalagi, rain lily juga memiliki beberapa warna lain yakni kuning serta putih. Bukan itu saja, belakangan juga mulai banyak dijual rain lily impor dengan ukuran bunga lebih besar dengan motif yang beragam.



Hanya saja, sampai saat ini saya masih belum memiliki rain lily impor karena harganya masih sangat mahal di pasaran.

Rain Lily Pink
Rain Lily. Foto by Rumah Bunga Neisha

Bicara soal rain lily lokal alias yang biasa, saat itu saya mendapatkan bibitnya dari rumah mertua. Kebetulan, ada beberapa pot yang ditanami rain lily. Hanya saja, saat itu hanya ada warna pink saja. Warna lain seperti kuning dan putih akhirnya saya beli dari Malang, Jawa Timur.

Rain Lily pink. Foto by Rumah Bunga Neisha

Menurut pengalaman saya, menanam rain lily ini cukup mudah. Hanya saja untuk bisa membungakannya harus benar-benar diperhatikan perawatannya. Tanaman ini harus diletakkan di tempat yang kena sinar matahari langsung alias full sun, namun disarankan untuk tidak kena sinar matahari sore.

Baca Juga:
Rahasia Agar Mawar Rajin Berbunga
Tips Mengatasi Buah Busuk Diserang Lalat Buah
Lee Kuan Yu, Tirai Hijau Penyejuk Rumah

Agar tanaman sehat, rain lily juga harus rajin disiram dan biasanya akan berbunga jika asupan air cukup. Mungkin karena ini kali ya bunga ini disebut rain lily. Namun, harus diperhatikan juga agar media tanamnya bukan jenis yang menyimpan air yang menyebabkan air tergenang. Rain lily suka tanah yang lembab dan cukup air tapi tak suka terlalu banyak air.

Dengan bunga berukuran kecil, tanaman ini akan terlihat indah saat ditanam bergerombol. Sehingga saat bunga mekar terlihat sangat cantik, mirip kebun tulip yang ada di negeri empat musim. Lumayan untuk obat cuci mata. Hehehe...

Agar bisa cepat beranak pinak, menanam rain lily menggunakan pot panjang lebih baik dibandingkan pot bulat. Berkembang biak menggunakan umbi dan biji, rain lily termasuk sangat cepat berkembang menjadi banyak.

Rain Lily Pink
Rain Lily Pink. Foto by : Rumah Bunga Neisha
Untuk memperbanyak tanaman ini tinggal memisahkan rumpun umbi dan menanamnya di pot yang berbeda.

Agar cepat subur, pemangkasan daun bisa dilakukan saat menanam rain lily.

Jangan takut, setelah beberapa hari ditanam, daun-daun yang botak itu akan segera tumbuh dengan subur.

Bahkan kadang sebelum daun tumbuh, bunganya bisa keluar meski daunnya botak.

Jangan lupa untuk memberikan pupuk secara rutin agar rain lily selalu subur dan berbunga indah. Saya biasa menggunakan NPK yang dicairkan dan disiramkan ke media tanam.

Gampang kan? Yuk tanam rain lily di halaman rumah biar lebih indah. (***)







18 komentar:

Alumi Ulum mengatakan...

Walaupun saya tak pandai bertanam tapi justru saya sangat suka melihat tumbuh-tumbuhan apalagi bunga bunga yang ada di web ini.... cuantikkkkkkk. saya suka saya suka

ASAD Agus Saputra mengatakan...

Duh kerenn banget nih bunganya, jadi pengen tanam depan rumah asik nih hehe

PADLI PRIJAN mengatakan...

Sumpah sudah belasan tahun tidak pernah lihat lagi. aku juga baru tau kalau ini namanya. Waktu kecil teman-teman yang cewek paling sering tempelin di jari kuku.

Emaknya Benjamin mengatakan...

Mau lokal atau import yang penting bunganya indah dipandang mata ya :) . Kadang emang sih klo bisa punya yg impor ada kebanggan sendiri, sama spt saya kepengen punya banyak anggrek Indonesia, pdhl ditempatku muahal harganya, pas kebeli rasanya seneng bangettt :D . Pernah mau beli bibit rain lily eh sdh kehabisan, yg warna pinknya bagus banget Neisha ;) .

arreza mp mengatakan...

ternyata mudah juga ya untuk bisa menanam bunga yang indah nan menawan ini

besok langsung aku coba praktekkan ah

Chaycya O Simanjuntak mengatakan...

Oh ini namanya Rain lily? bunga ubi oni kami sebutnya. Banyak di sekilah inpres dekat rumah dulu.

Mba Neisha, kayanya aku harus kenalin blogmu ini ke emakku deh.. hahaha secara beliau doyan banget tanam bunga2an

danan wahyu mengatakan...

Hahahahhaha ini tanaman waktu kecil sering untuk maen pasaran jadi jutek , kelopak BUnga dipotong terus tempel di kuku pake ludah

Desy oktafia mengatakan...

Aku baru tau loh kk
Klo nama bunga ini Rain lili.
Wkwkwk
Padahal udah sering lihat.
Mertua pun nanam.

Lubnah Paingngi mengatakan...

wahhh, iniyah namanya rain lily? berarti harus menggunakan pot yah lebih bagus agar kalau sore diangkut agar tak kena sinar matahari?

Indy Ummu Neisha Arfa mengatakan...

Kalau yang hobi tanaman, berkebun bisa jadi cara refreshing lho mbak. Saat weekend seru banget melepas penat dengan merawat tanaman. Yuk, tanam bunga...:)

Indy Ummu Neisha Arfa mengatakan...

Bunga ini termasuk bunga yang gampang rawat kok. Tinggal ditanam aja dan rajin siram sangat minim perawatan. Boleh dicobain di rumah. :)

Indy Ummu Neisha Arfa mengatakan...

Ini memang bunga jadul ya mas. Kalau di Batam memang rada susah carinya. Tapi kalau di daerah lain, saya masih sering liat banyak ditanam di pinggir-pinggir jalan.

Indy Ummu Neisha Arfa mengatakan...

Iya mbak Nella, yang impor dari Thailand cakep banget lah. Warnanya ada gradasinya. Mudah-mudahan suatu saat bisa ditanam di Rumah Bunga Neisha. Hehehe... O ya mbak anggrek spesies Indonesia memang banyak yang keren-keren. Memangnya susah ya mbak kalau bawa tanaman ke Jerman? Kalau mudik bawa aja mbak...:D

Indy Ummu Neisha Arfa mengatakan...

Yuk, cus langsung dicoba. Kalau butuh bibitnya bisa dibeli di Rumah Bunga Neisha. "eh". Sekalian promo nggak apa-apa kan? Wkwkwkw...

Indy Ummu Neisha Arfa mengatakan...

Beda daerah beda nama ya mbak. Tapi yang paling familiar memang bunga bawang-bawangan. Hehehe, ayok mbak kenalin blog nya ke mamanya. Biar bisa sharing pada sesama pecinta bunga. hehehe...

Indy Ummu Neisha Arfa mengatakan...

Kalau kami kecil dulu yang dipakai mainan umbi yang mirip bawang putih. Dulu, anggrek tanah pun dicongkel dijadikan jualan main pasaran jadi bawang merah. Duh, nggak kebayang kalau sekarang anak2ku kayak gitu, bisa emosi jiwa emaknya. Soalnya, harga satu umbi aja udah sekian-sekian di Batam. wkwkwkwk...

Indy Ummu Neisha Arfa mengatakan...

Iya mbak Desy, kadang beda daerah juga beda nama. Tapi kalau sering dengar nanti lama-lama hafal nama-nama bunga.

Indy Ummu Neisha Arfa mengatakan...

Hihihi...sebenarnya menghindarinya bisa diakali dengan memilih area yang tak kena sinar matahari sore mbak. Kalau harus angkut-angkut pot terus bisa lelah hayati mbak. wkwkw...

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda