.

07 April 2018

Air Mata Pengantin, Cocok Untuk Pergola dan Penutup Pagar

Air Mata Pengantin (Rumah Bunga Neisha)
Air Mata Pengantin. Foto : Rumah Bunga Neisha
CORAL Vine alias air mata pengantin, pertama kenal tanaman ini saat sedang belanja tanaman di sebuah nursery di Batam.

Waktu itu, tanaman di nursery masih belum berbunga tapi terlihat rimbun cantik.

Selama ini, saya memang paling suka dengan tanaman merambat. Jadi ketika melihat ada tanaman merambat yang terlihat cantik langsung penasaran nama dan jenis bunga.

Sayangnya, saat tanya ke ibu yang jaga nursery, beliaunya juga mengaku tak tahu namanya.

Meski suka, cuma saat itu saya memang tak langsung membeli tanaman di nursery untuk dibawa pulang. Alasannya, harga bunga di nursery memang cukup dalam merogoh kantong.

Jadi mulai berpikir untuk mencari bibitnya lewat online. Hanya saja, karena nggak tahu namanya akhirnya keinginan itupun terlupakan.


Setelah sekian lama lupa, suatu saat ketika mengantarkan moss rose alias krokot ke rumah customer, tiba-tiba saja mata tertuju pada pagar kebun yang dihiasi dengan juntaian tanaman coral vine alias air mata pengantin atau yang juga disebut chain of love.

 Ada Dua Pilihan Warna 

Sebenarnya, coral vine ini punya dua warna. Yakni pink dan putih. Hanya saja, tanaman yang saya lihat di tempat customer tersebut berwarna pink dan lagi banyak yang mekar. MasyaAllah cantiknya. Bikin ngiler pecinta tanaman rambat. Hehehe..
 
Air Mata Pengantin (Rumah Bunga Neisha)


Iseng-iseng tanya sama pemilik tanaman nama bunga itu. Eh, akhirnya malah dikasih seed nya banyak banget. Rezeki deh nggak jadi beli lewat internet.

Ternyata untuk menumbuhkan tanaman ini super gampang lho. Mungkin juga karena biji yang ditanam fresh seed yang dipetik langsung dari pohonnya. Tak perlu pakai rendam air, biji coral vine bisa langsung sprout waktu ketemu tanah. Kalau istilah kekinian emak-emak, "campak aja hidup"

Baca Juga :
Tips Agar Bunga Petunia Rajin Berbunga
Cara Mudah Membasmi Hama Aphids pada Tanaman
10 Jenis Tanaman Gantung Gampang Rawat

Bahkan, belakangan saking banyaknya bunga dan seed pada tanaman, akhirnya tanaman ini tumbuh di mana-mana. Alhamdulillah, padahal harga tanaman ini kalau beli online harganya lumayan mahal.

Selain bisa diperbanyak dari biji, dari yang saya baca, tanaman ini bisa juga diperbanyak dengan stek batang atau bisa dengan merundukkan tanaman ke tanah. Setelah keluar akar, tanaman bisa dipisahkan dari induknya. Teknik ini memang kerap diterapkan untuk memperbanyak tanaman jenis merambat karena dinilai lebih praktis.

Air Mata Pengantin (Rumah Bunga Neisha)
Sebenarnya tanaman ini kerap dianggap gulma bagi para petani karena kerap tumbuh liar dan merambat kemana-mana. Waduh, kalau gulma cantik gini pasti kebunnya bakalan kelihatan kece banget ya kan?

Tapi memang benar, saat Lebaran kemarin mudik ke Medan, di pinggir jalanan tak jauh dari kebun sawit ada tanaman coral vine yang super subur dengan bunga yang semarak. Sayangnya, warnanya juga pink. Kalau putih, mungkin akan dibela-belain turun untuk ambil seed-nya.

Balik lagi ke soal tanaman air mata pengantin alias coral vine alias chain of love. Karena jenisnya yang merambat, tanaman ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai penutup pergola (baca juga : Cara membuat pergola sederhana).

Tak hanya pergola, tanaman ini juga bisa diandalkan untuk dijadikan aksen untuk dirambatkan di area teras agar terlihat berwarna.

Tanaman ini juga bisa dijadikan penutup pagar, lho seperti yang saya lihat di rumah customer yang menghibahkan biji tersebut. Tambahan tanaman rambat akan membuat pagar jadi terlihat lebih hijau dan asri. Dan saat berbunga, pagarnya akan terlihat semarak.

Disukai Lebah dan Semut

Air Mata Pengantin (Rumah Bunga Neisha)
Bunga coral vine yang berbentuk hati ini banyak mengandung nektar makanya disukai lebah, kumbang, semut serta kupu-kupu. Makanya jangan heran kalau bunganya sedang bermekaran akan berdatangan lebah, kumbang dan semut.

Agar tanaman bisa tumbuh secara rapi, jangan lupa untuk menyiapkan besi atau kawat yang bisa dijadikan tempat memanjat tanaman ke atas. Dari batang tanaman akan keluar sulur-sulur yang digunakan 'berpegangan' agar tanaman bisa tetap tegak.

Hal lain yang tak boleh diabaikan adalah dengan pemangkasan tanaman secara rutin. Selain membuat tanaman menjadi lebih rapi dan teratur, pemangkasan juga membuat tanaman akan menjadi lebih sehat dan merangsang munculnya tanaman baru. (Baca juga : Empat Alasan Tanaman Harus Rutin Dipangkas).

Untuk perawatan, tanaman ini sangat menyukai air agar terlihat selalu segar dan sehat. Jika tanaman di tanah langsung mungkin tak perlu repot untuk rutin menyiramnya. Namun, jika tanaman ditanam di dalam pot, maka kita harus rajin-rajin menyiramnya agar tanaman tak cepat layu.

Jika terlambat menyiramnya (minimal sehari sekali), maka daun-daun akan layu. Tapi jangan khawatir, setelah disiram, tanaman akan langsung kembali segar dalam sekejap. Itulah kenapa tanaman ini termasuk tanaman gampang rawat.

Pertumbuhannya yang cepat, membuat tanaman ini bisa jadi pilihan tepat bagi yang sedang mencari tanaman penutup pergola yang bisa cepat menutup area atap perola sehingga teduh. Atau bagi yang memiliki rumah hadap barat yang terganggu dengan panasnya sore bisa memanfaatkan rimbunnya tanaman ini sebagai tirai alami. (***)



Salam Berkebun









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda