24 Mei 2008

Kelebihan Hormon Androgen Picu Kebotakan

KEHILANGAN helai demi helai rambut hingga akhirnya membuat kulit kepala mengalami kebotakan pasti meresahkan. Sebab, selain bisa menurunkan rasa percaya diri seseorang, kebotakan bisa juga menjadi indikasi awal penyakit tertentu.

Apalagi bila kebotakan yang terjadi bisa berujung pada kebotakan permanen. Artinya, rambut tidak akan tumbuh kembali di atas kulit kepala yang mengalami kebotakan. Misalnya disebabkan faktor genetik atau bakat yang turun temurun.
Gangguan hormon androgen bisa memicu kebotakan.Foto:http://hairgrowthremediesnow.com

"Penyebab kebotakan sebenarnya ada banyak. Di antaranya gangguan hormon, genetik, gangguan metabolisme dan kekurangan nutrisi, pendarahan di kepala, penyakit, proses terapi dan juga faktor usia,"ungkap dr Sa'da Barira SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Awal Bros Batam.


Banyaknya pemicu kebotakan tersebut sekaligus menjadi pembeda efek yang bisa ditimbulkannya terhadap kondisi pertumbuhan rambut seseorang. Apakah nantinya kebotakan yang bakal dialami berujung pada kebotakan yang permanen atau hanya bersifat sementara.

Kebotakan yang disebabkan faktor hormonal misalnya. Kebotakan ini disebabkan karena seseorang kelebihan hormon androgen atau hormon laki-laki. Meski di sisi lain hormon ini bisa melebatkan rambut jambang, janggut, bulu dada, dan bulu lainnya, tapi kelebihan hormon ini berefek kurang baik pada perkembangan rambut di kepala.

"Kelebihan hormon androgen bisa menghambat pertumbuhan rambut kepala yang bisa berujung pada kebotakan. Dan jika tak segera diatasi, kebotakan yang terjadi bisa makin meluas dan mengakibatkan hilangnya rambut dari atas kepala,"ungkap dr Ira, sapaan akrab Sa'da Barira.

Lain halnya bila kebotakan disebabkan penyakit tertentu, terapi pengobatan atau bahkan faktor usia. Karena penyebabnya berbeda, pola dan efek kebotakan yang terjadi biasanya juga akan berbeda.

"Kebotakan akibat penyakit biasanya terlihat pitak seperti digigiti tikus. Sementara botak akibat kurang nutrisi lebih cenderung terjadi di bagian pinggir kepala dan bukan di tengah layaknya kebotakan akibat bawaan atau turunan,"jelasnya.

Adanya perbedaan efek kebotakan sesuai penyebabnya itulah yang membuat seseorang harus benar-benar mengetahui penyebab kebotakan yang terjadi. Sebab, setiap pemicu kebotakan memiliki cara pengobatan yang berbeda-beda antara satu dan lainnya.

"Semakin cepat diketahui penyebab kebotakan, akan semakin mudah juga dalam penanganan. Begitu juga peluang kesembuhan juga akan semakin besar,"ungkapnya. (*)



Atasi dengan Pengobatan atau Transplatasi


ADA banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi kebotakan rambut. Tapi, mengingat faktor pemicu kebotakan juga banyak, maka metode pengobatan yang dipilih harus tepat. Sehingga, pengobatan yang dilakukan bisa tepat sasaran.
Contoh hasil transplatasi rambut. Foto: http://www.sriroopnewlifecosmeticsurgery.com

Kebotakan akibat faktor genetik misalnya. Karena kebotakan ini bersifat bawaan atau turunan, maka kebotakan ini tak bisa disembuhkan dengan obat-obatan biasa. Sehingga, transplatasi atau pencangkokan rambut bisa alternatif pilihan yang paling pas untuk mengatasi permasalahan ini.

Transplatasi itu sendiri bisa dilakukan melalui operasi kecil. Yakni beberapa helai rambut beserta akarnya dan juga jaringan kulit kepala pasien yang berada pada daerah yang tidak botak diambil untuk selanjutnya ditanam pada daerah yang mengalami kebotakan.

Setelah tiga bulan operasi, rambut hasil transplatasi tersebut biasanya telah mengakar kuat. Meski demikian, sebelum sampai masa tiga bulan itu pasien harus tetap berada di bawah pengawasan dokter yang menanganinya.

Mengingat pada awal pencangkokan rambut masih dalam proses adaptasi, bisa jadi rambut akan mengalami kerontokan. Tapi kondisi tersebut masih bisa dianggap wajar. Karena sesungguhnya akar rambut yang ditanam tetap kuat dan bisa tumbuh menjadi rambut yang sehat.

Walaupun metode pencangkokan rambut ini terbukti jitu mengatasi masalah kebotakan, tapi metode ini bukan cara tepat untuk mengatasi masalah kebotakan yang sifatnya non permanen. Sebut saja kebotakan akibat penyakit atau kekurangan nutrisi atau bahkan faktor usia.

"Untuk kebotakan akibat penyakit, tentu cara mengatasinya dengan menyembuhkan dulu penyakit yang menjadi pemicu kebotakan. Setelah itu baru dilakukan upaya mengatasi kebotakan,"terang dr Sa'da Barira SpKK.

Begitu juga pengobatan untuk kebotakan akibat kekurangan nutrisi, kelebihan hormon androgen, dan sebagainya. Agar hasilnya lebih optimal maka pemicu kebotakan tersebut harus lebih dulu diatasi agar upaya penyembuhan kebotakan bisa dilakukan secara maksimal. Itulah kenapa seseorang harus mengetahui lebih dulu penyebab kebotakan yang dialaminya melalui konsultasi dengan dokter.

"Ada banyak metode pengobatan masalah kebotakan yang bisa ditempuh untuk kebotakan non permanen. Misalnya melalui suntik, obat oles maupun obat oral atau diminum. Namun obat- obatan tersebut sifatnya hanya paliatif atau hanya meredakan dan bukan menyembuhkan,"jelasnya. (*)



Pelajari Riwayat Keturunan

KEBOTAKAN memang bisa menimpa siapa saja baik pria maupun wanita. Namun, apabila pemicu kebotakan karena faktor genetika atau hormonal, para pria terbukti lebih rentan dibanding wanita.

"Berdasar penelitian, jika bapak dan ibu botak, semua anak laki-lakinya akan mengalami kebotakan dan hanya setengah dari anak perempuan akan mengalami kebotakan. Itu sudah menggambarkan bahwa laki-laki lebih rentan mengalami kebotakan akibat faktor genetik,"ungkap dr Sa'da Barira SpKK.

Sementara dari faktor hormonal, mengingat hormon yang bisa memicu terjadinya kebotakan ini adalah hormon androgen yang merupakan hormon laki-laki, sudah jelas bahwa laki-laki memiliki peluang kebotakan lebih besar dibandingkan wanita.

Dengan besarnya peluang tersebut, setiap orang yang mengalami masalah kerontokan rambut yang berlebihan yakni lebih dari 100 helai per hari disarankan untuk mempelajari riwayat keturunan. Apakah dalam garis keturunannya ada yang mengalami kebotakan atau tidak.

"Semakin cepat seseorang menyadari peluang terjadinya kebotakan akibat faktor genetik, akan semakin cepat juga langkah antisipatif pencegahan bisa dilakukan. Sebab, penanganan lebih dini akan memperbesar kemungkinan penyembuhan,"terangnya.

Sebab, kebotakan genetik bisa menjadi lebih ganas jika dimulai selagi muda. Kebotakan cepat meluas hingga akan menjadi benar-benar gundul. Jika sudah begitu, proses penyembuhan akan semakin sulit dilakukan karena kulit kepala sudah seperti tanah tandus yang sulit ditanami kembali. (*)

Beri Nutrisi Tambahan


KEBOTAKAN bisa juga akibat kerontokan rambut yang berlebihan. Yakni melebihi 100 helai per harinya. Meski cukup sulit mencegah kebotakan terutama botak permanen akibat hormonal atau genetik, tapi tindakan preventif bisa meminimalisir kerontokan rambut.
Foto: http://apotekmodern.com

"Kerontokan rambut pemicu kebotakan bisa juga terjadi akibat trauma rambut yang berlebihan. Misalnya sering diikat dengan kuat, ditutup kerudung dalam jangka waktu lama dan diikat, proses rebonding atau keriting serta colouring tanpa diimbangi perawatan, pemakaian hair dryer atau catok rambut, dan sebagainya,"terang dr Sa'da Barira SpKK.

Sehingga, untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan cara menghindari trauma yang berlebihan terhadap rambut. Selain itu, perawatan rutin juga patut dilakukan untuk memberikan kekuatan pada akar rambut.

Selain meminimalisir trauma pada rambut, hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan nutrisi cukup pada rambut. Misalnya dengan mengonsumsi vitamin B kompleks dengan cukup, karbohidrat, asam folat, zat besi, protein, dan zat lain yang dibutuhkan untuk perkembangan rambut. (*)

2 komentar:

  1. sepertinya pemberontakan besar-besaran sedang terjadi di kawasan vital, sudah lebih dari 6th rambut kepala'Q mulai jatuh berguguran.
    terimakasih atas infonya, dan kelihatannya problem yang kau hadapi ini berkaitan dengan faktor keturunan. Dokter mana yang sangat sangat sangat bagus dalam penangannan transplan rambut, dan berapa ya biayanya.
    terimakasih banyakkkkkkkk

    BalasHapus
  2. Ciri yang paling mudah dikenali dari kelebihan hormon androgen adalah pola rambut yang kelelakian. Nah kalau cenderung botak, apakah terapi sulih hormon efektif?

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda