31 Mei 2008

Kiat Membuka Usaha Sampingan

SEMAKIN meningkatnya kebutuhan hidup belakangan ini pasti membuat setiap orang harus lebih jeli dalam mengelola anggaran keluarga. Sebab, jika tak dilakukan kontrol terhadap siklus keuangan keluarga bisa-bisa kehidupan yang dijalani akan menggunakan sistem gali lubang tutup lubang. Terutama bagi orang yang memiliki penghasilan pas-pasan.

Untuk jangka waktu pendek, penghematan merupakan salah satu langkah yang bisa ditempuh untuk mengontrol penbengkakan pengeluaran. Hanya saja yang jadi pertanyaan apakah kebutuhan hidup yang semakin lama semakin meningkat akan terus diatasi dengan cara penghematan? Tentu hal tersebut bukan solusi bijak.

Mencari penghasilan tambahan sudah pasti menjadi solusi yang paling tepat diambil untuk "menyelamatkan" periuk nasi keluarga. Sebab, bagaimanapun juga peningkatan kebutuhan hidup juga harus diimbangi dengan peningkatan penghasilan yang dimiliki.
Lantas bagaimana cara mendapatkan penghasilan tambahan? Apakah harus menunggu kenaikan gaji dari perusahaan tempat kita bekerja? Kalaupun terjadi kenaikan gaji, biasanya nominal penambahan gaji masih sangat jauh dari jumlah signifikan untuk mengejar kenaikan kebutuhan hidup yang melejit cepat.

"Ketidakstabilan kondisi ekonomi yang terjadi saat ini membuat kita harus segera mengambil langkah cepat untuk mencari sumber penghasilan baru. Karena keberadaan sumber penghasilan baru ini sifatnya sangat mendesak agar kita tak terjebak dalam masalah keuangan," terang Jaya Setiabudi, Provokator Enterpreuner Kota Batam.

Penggalian sumber penghasilan baru salah satunya bisa dilakukan dengan membuat usaha sampingan. Selain akan mampu memberikan back up keuangan keluarga, jika ditekuni secara serius bukan tidak mungkin usaha sampingan ini nantinya akan menjadi sumber penghasilan utama kita.

"Untuk membuat usaha baru tak harus dimulai dari modal besar seperti jutaan hingga ratusan juta rupiah. Sebab, uang seratus ribu pun bisa juga menjadi sumber penghasilan tambahan," katanya.

Yang paling penting sebelum membuka usaha ini adalah jangan pernah takut gagal. Sebab, biasanya di balik kegagalan yang terjadi selalu terselip kesempatan untuk mengembangkan diri. Lalu bagaimana seseorang bisa menemukan kesempatan untuk maju sementara untuk memulainya saja sudah takut gagal?

"Untuk pemula jangan terlalu banyak membaca teori saat ingin membuka usaha sampingan. Karena hal ini justru akan menimbulkan rasa takut gagal. Yang paling penting diperhatikan adalah adanya keinginan dan kemauan kuat. Prinsipnya lebih baik gagal daripada tak pernah berani memulai," jelas Jaya. (*)



Tak Harus Terjun Langsung

MEMILIKI usaha sampingan bagi seorang karyawan terkadang memunculkan pertimbangan tersendiri terkait cara pengelolaanya. Jangankan untuk mengelola usaha, untuk melakukan pekerjaan dan rutinitas pekerjaan kantor saja waktu sudah banyak tersita.

"Sebenarnya untuk membuka usaha sampingan seseorang tak harus terjun langsung untuk mengelolanya. Karena kita bisa menyerahkan pengelolaannya pada orang yang ahli untuk mengerjakan tugas tersebut," jelas Jaya Setiabudi.

Selain waktu, faktor pengetahuan juga bukan satu penghalang mutlak bagi seseorang untuk menekuni usaha di bidang tertentu. Karena yang paling penting adalah dengan mempekerjakan orang yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab. Walaupun sebenarnya, penguasaan sedikit pengetahuan akan memberikan nilai plus tersendiri.

"Ada dua hal yang patut diingat saat memiliki keinginan untuk membuka usaha sampingan khususnya bagi para pemula. Yakni jangan pernah takut gagal dan jangan takut ditipu. Karena bila keduanya sudah ada dalam benak, biasanya usaha tak akan pernah dimulai," saran Jaya.

Sementara, bagi seorang karyawan yang ingin membuka usaha sampingan guna mencari penghasilan tambahan harus selalu menjaga kredibilitas atau nama baik di mata perusahaan. Caranya adalah jangan mencuri-curi waktu, pulsa atau fasilitas perusahaan untuk mengurusi kepentingan di luar urusan pekerjaan. (*)



Lima Kiat Sebelum Membuka Usaha Baru

1. Hitung keuntungannya dan jangan banyak menghitung ruginya

Berbeda dengan usaha yang telah mapan, saat akan membuka usaha baru jangan terlalu banyak menghitung kerugian yang bisa diterima. Karena hal itu akan mempengaruhi mental untuk berusaha.

2. Mulai dari ATM

ATM yang dimaksud adalah amati, tiru, modifikasi. Saat akan membuka usaha baru tiru usaha yang sama dan telah lebih dulu berdiri. Setelah itu tiru produknya tetapi sedikit dimodifikasi untuk menciptakan differensiasi.

3. Ciptakan Kondisi Kepepet

Kondisi kepepet bisa diciptakan dengan banyak cara. Misalnya dengan memberikan uang muka untuk pembayaran tempat usaha. Atau bisa juga dengan mengumumkan pada teman-teman kalau yang bersangkutan akan membuka usaha, menerima pesanan barang, dan sebagainya.

Setelah muncul kondisi kepepet, biasanya orang akan tergerak untuk secepatnya membuka usaha tersebut.

4. Gunakan Dongkrak

Setelah usaha mulai berjalan, kita membutuhkan bantuan dongkrak agar bisa tetap survive serta lebih maju. Dongkrak itu bisa berupa tambahan relasi dari pemilik usaha yang sama, mentor dari senior, serta mencari tambahan ilmu serta pengetahuan terkait usaha tersebut.

5. Ngeyel dengan Strategi

Ngeyel yang dimaksud adalah tidak cepat menyerah dalam menjalankan usaha. Tetapi ngeyel di sini bukan berarti bersikap statis tanpa melakukan perubahan strategi. Karenanya, saat strategi yang dipakai tidak berhasil, usahakan untuk mencari celah menggunakan strategi lain. (*)

1 komentar:

  1. salama kenal,
    mau menawarkan program make money online nih. Programnya yaitu ptc atau paidtoclick, program ini akan membayar kita setiap kita melakukan klik iklan.
    Info lebih lengkap kunjungi blog saya.
    Terima Kasih.

    BalasHapus

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda