31 Mei 2008

Mengatur Keuangan Single Parent

foto by internet
MENJADI seorang single parent dengan beberapa anak yang masih membutuhkan pendidikan dan kehidupan layak pastinya bukan sesuatu yang mudah. Sebab, bagaimanapun juga sebagai orangtua, seorang single parent harus berjuang sendiri untuk membesarkan anak- anak.

Berbeda dengan single parent yang berlatar belakang perceraian, membesarkan anak sendiri akibat pasangan meninggal dunia pastinya jauh lebih berat. Tak hanya terkait turunnya kondisi psikis akibat ditinggal orang yang dicintai tapi juga terkait sisi finansial yang biasanya langsung berubah drastis.

Apalagi bila single parent dalam hal ini adalah istri selama ini hanya mengandalkan penghasilan suami tanpa ada penghasilan lainnya. Saat suami meninggal, sudah pasti pemasukan langsung hilang. Kalaupun suami mendapatkan pensiun biasanya masih jauh dari jumlah yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Syukur-syukur bila pasangan tersebut sudah mempersiapkan dana melalui asuransi baik asuransi jiwa maupun asuransi pendidikan bagi anak-anaknya. Kalaupun ada sudah pasti sisa uang yang ada harus dikelola secara baik agar bisa mencukupi kebutuhan atau bahkan lebih untuk ditabung.
"Dalam usaha menata kembali keuangan rumah tangga pasca ditinggalkan suami, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh wanita single parent," jelas Lusiana, pengamat keuangan keluarga Kota Batam.

Yang pertama kali harus dilakukan adalah menganalisis kekayaan, hutang serta pendapatan yang dimiliki saat ini. Kekayaan yang dimaksud adalah aset apa saja yang dimiliki, baik aset riil maupun aset finansial. Aset riil seperti rumah, mobil, dan aset yang tidak bergerak, tetapi masih dapat dijual. Biasanya aset perabotan rumah tidak pernah dimasukkan.

Sedangkan aset finansial seperti tabungan, reksa dana, deposito, dan sebagainya. Barang berharga seperti emas dan berlian juga sering dimasukkan ke dalam kelompok ini, walaupun sebenarnya kurang tepat.

Selanjutnya buat daftar hutang, baik yang akan jatuh tempo dalam jangka pendek maupun jatuh tempo jangka panjang seperti kredit rumah, kredit mobil, kredit televisi, dan sebagainya. Kegunaan pembuatan daftar kekayaan dan utang adalah untuk mengetahui posisi kekayaan, utang dan dana yang dimiliki dan data ini dipergunakan untuk merencanakan selanjutnya.

"Setelah daftar kekayaan selesai dibuat, lakukan perencanaan keuangan untuk masa mendatang dengan melakukan schedule ulang pelaksanaan anggaran belanja sebelumnya. Disini single parent dituntut untuk menepikan ego, status sosial, pemikiran konsumtif yang mungkin sebelumnya telah menjadi lifestyle dari keluarga tersebut," ungkapnya.

Dalam penyusunan perencanaan keuangan lakukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan utama yang medasar dahulu. Mungkin akan ditemukan beberapa pos yang dapat disesuaikan atau dihilangkan dari rencana keuangan yang baru tersebut.

Misalnya saja mengurangi agenda makan-makan di luar (di restoran mewah) yang diganti menjadi makan bersama keluarga di rumah, mengganti mobil mewah yang mempunyai cc tinggi menjadi mobil keluarga yang ekonomis atau cc rendah, menghilangkan kebiasaan clubbing, dan sebagainya . (*)



Gali Potensi untuk Cari Pendapatan Baru

DALAM mengelola keuangan single parent sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengelolaan keuangan standar keluarga lainnya. Hanya saja, mengingat tulang punggung yang menggerakkan motor ekonomi hanya satu, maka sebaiknya pengelolaan keuangan dilakukan melalui skala prioritas pengeluaran keluarga sefisien dan seefektif mungkin.

"Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam merencanakan keuangan untuk hari mendatang, yaitu keuangan untuk kehidupan sehari-hari, keuangan untuk pengeluaran mendadak, dan keuangan untuk jangka panjang," ungkap Lusiana, Pengamat Keuangan Keluarga Kota Batam.

Pengeluaran untuk kehidupan sehari-hari meliputi kebutuhan akan biaya listrik, biaya air, biaya untuk membeli makanan. Dan jika Anda bekerja, di dalam kelompok ini termasuk juga biaya untuk transportasi pergi-pulang kantor dan biaya makan siang di kantor, serta biaya sandang (pakaian dan sepatu) untuk seluruh keluarga.

Perencanaan untuk pengeluaran mendadak merupakan pengeluaran yang tidak diketahui sebelumnya. Pengeluaran ini termasuk pengeluaran untuk biaya perawatan anggota keluarga yang sakit, dan lainnya.

Perencanaan keuangan untuk jangka panjang dapat dipertimbangkan dari effisiensi pengeluaran yang dapat dilakukan tiap bulannya untuk mencapai objektif keuangan jangka panjang. Dalam perencanaan ini kita harus melakukan investasi dengan target yang tidak terlalu muluk.
Perencanaan jangka panjang ini juga dapat dilakukan dari harta atau tabungan atau asuransi atau investasi yang dilakukan oleh pasangan sebelum meninggal atau pergi.

Selain pengeluaran, hal lain yang perlu diperhatikan adalah sumber pemasukan di luar harta peninggalan suami. Bagi single parent yang telah meniti karir sebagai wanita karir, kematian pasangan hidup tidaklah seberat beban ibu rumah tangga yang ditinggal suami yang hanya mengharapkan pendapatan dari suami.

Namun, meskipun berat hidup harus tetap berjalan. Sehingga, sebisa mungkin seorang single parent menggali segala kemampuan yang dimiliki agar menghasilkan uang. Misalnya, dengan membuat kue atau lauk pauk yang selama ini hanya menjadi hobi untuk menyenangkan suami dan anak-anak dikembangkan secara serius menjadi usaha kue dan katering yang profeisonal.

Bisa juga dengan memanfaatkan ketrampilan menyulam dan menjahit baju yang selama ini hanya untuk anak-anak dan sebagai mengisi waktu dijadikan usaha konveksi yang serius.

Berbagai kemampuan tersebut bila diasah secara maksimal bisa juga menghasilkan uang untuk menambah pundi-pundi keuangan akibat hilangnya sumber pendapatan yang lama akibat kematian atau perceraian. (*)



Buka Komunikasi dengan Anak

PERUBAHAN status single parent pastinya tidak hanya akan dirasakan oleh orangtua saja. Sebab, anak yang juga merupakan anggota keluarga juga akan merasakan dampak dari hilangnya figur ayah khususnya single parent akibat kematian.

Dan dari sisi finansial, sudah pasti akan ada imbas terhadap pemenuhan kebutuhan anak. Meskipun sebenarnya seorang single parent harus tetap memprioritaskan kebutuhan anak, tapi tetap saja akan ada perubahan pola pengelolaan keuangan.

"Dari sisi materi, ajak anak untuk berkomunikasi secara terbuka tentang kondisi keuangan keluarga setelah ayah tiada. Pada kasus mereka yang berpisah, mungkin masih ada santunan dari sang ayah, namun kemungkinan tidak sebesar ketika masih berkumpul. Begitu juga pada rumah yang ditinggal meninggal kepala keluarga, ada pendapatan yang hilang," jelas Lusiana, Pengamat Keuangan Keluarga Kota Batam.

Dengan berterus terang tentang kondisi keuangan, diharapkan anak-anak akan mengerti dan mau diajak mulai hidup prihatin. Dari segi ekonomi, berkurangnya penghasilan rumah tangga bagi seorang perempuan pekerja mungkin tidak terlalu mengagetkan. Namun, bagi seorang perempuan yang tidak bekerja, hal ini akan dirasakan sangat sulit.

Jika harus bekerja untuk mencari penghasilan baru, seorang single parent juga harus menjaga kesehatan. Seringkali, saking asyiknya bekerja, sampai-sampai urusan kesehatan tak lagi diperhatikan.

"Jangan karena mengejar uang, Anda lalu tidak mempedulikan kondisi fisik. Sebab, selain diri Anda, anak-anak yang Anda cintai pun jadi kurang perhatian jika Anda jatuh sakit. Segeralah pergi ke dokter jika badan terasa tak enak," ungkapnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Tulisan Ini Bermanfaat Silakan Tinggalkan Komentar Anda